12 April 2024
HomeBerita70 Tahun Hubungan RI-Austria: Irama Keroncong Menggelegar di Weltmuseum, Wina

70 Tahun Hubungan RI-Austria: Irama Keroncong Menggelegar di Weltmuseum, Wina

SHNet, Wina-Dalam rangka memeriahkan perayaan 70 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia dan Austria, serta promosi kekayaan ragam budaya Indonesia, khususnya di bidang musik, KBRI/PTRI Wina berkolaborasi dengan Museum Dunia kota Wina (Weltmuseum Wien) telah menyelenggarakan Keroncong Jam Session oleh grup musik KBRI/PTRI Wina yang bernama “Zugabe Band“. Berbalut pakaian daerah Indonesia, kelompok musik mayoritas beranggotakan para diplomat dan staff KBRI/PTRI Wina tersebut membawakan sekitar 13 lagu populer Indonesia dan Barat,pada Selasa (19/04/2024)

Pertunjukan di area spektakuler Aula Berkolom (Collumned Hall) di salah satu museum etnografi ternama di kota Wina tersebut telah dihadiri oleh sekitar 200 peserta undangan dari kalangan diplomatik negara ASEAN, pemerintah Austria, serta negara dan mitra sahabat. Jam session tersebut juga mendapat dukungan penuh WNI dan Diaspora Indonesia di kota Wina dan sekitarnya serta para Indonesianist dan khalayak umum pecinta Indonesia yang berkunjung ke Weltmuseum Wien.

“Memasuki tahun ke-70 dalam hubungan bilateralnya, Austria dan Indonesia memiliki banyak kesamaan antara lain kecintaan terhadap musik sebagai ekspresi kekayaan budaya peradaban kedua negara. Austria memiliki musik klasik, sementara salah satu kekayaan musik tradisional Indonesia yang memiliki elemen barat adalah genre Keroncong,” ujar Dr. iur. Damos Dumoli Agusman, Duta Besar RI untuk Austria, Slovenia, PBB, dan Organisasi Internasional di Wina.

“Zugabe Band dibentuk tidak lama setelah ketibaan saya di Austria bulan Agustus 2022, menimbang talenta musisi yang ada di jajaran diplomat KBRI/PTRI Wina serta individu yang berpotensi dari elemen masyarakat WNI dan Diaspora Indonesia di Wina dan sekitarnya,” lanjut Damos.

“Mengapa musik Keroncong? Karena merupakan salah satu budaya warisan musik Indonesia yang memadukan elemen musik tradisional timur seperti musik Arab, India, dan Indonesia, dengan elemen musik barat, khususnya Eropa seperti Portugis dan Spanyol. Seiring waktu, Keroncong juga telah berevolusi dengan berbagai genre musik dari pop hingga dangdut,” imbuh Dubes RI.

Dubes Damos juga tidak luput dari ajakan impromptu oleh Zugabe Band untuk melantunkan lagu-lagu favoritnya dalam irama Keroncong. Lagu “Mein Dorf” atau “Desaku” mengalun manis di antara pilar-pilar museum, mengajak pemirsa untuk berkunjung ke Indonesia di masa liburan musim panas mendatang.

Pertunjukan di area spektakuler Aula Berkolom (Collumned Hall) di salah satu museum etnografi ternama di kota Wina tersebut telah dihadiri oleh sekitar 200 peserta undangan dari kalangan diplomatik negara ASEAN, pemerintah Austria, serta negara dan mitra sahabat.

Kunci Keberhasilan Acara

Dukungan dan hubungan kerja sama yang baik dari Weltmuseum Wien serta organisasi kemasyarakatan sahabat Indonesia seperti Weltmuseum Wien Friends (WWF), menjadi kunci keberhasilan acara yang mendapat apresiasi tinggi dari para pemirsa. Sejak pasca-pandemi awal 2023, KBRI/PTRI Wina telah berkolaborasi dengan WWF untuk mempromosikan budaya Indonesia kepada masyarakat Austria, antara lain melalui kegiatan pelatihan tari Poco-poco pada Selasa pertama setiap bulan, pengenalan perayaan Imlek ala Indonesia, promosi musik Angklung, dan pertunjukan kelompok Koor Agria Swara dari IPB.

Sebagai pertunjukan pembuka Keroncong Jam Session, dikumandangkan juga lantunan musik-musik tradisional dan modern melalui permainan tandem alat musik Sasando asal Nusa Tenggara Timur dan alat musik Sape asal Kalimantan Barat. Kedua pemain profesional tersebut kebetulan sedang berada di kota Wina untuk salah satu kegiatan pameran dan promosi di kantor PBB.

Weltmuseum Wien mengapresiasi pertunjukan seni musik Keroncong khas Indonesia malam ini. Sungguh sebuah pertunjukan yang spektakuler dan mengesankan,” ujar Dr. Jonathan Fine, Direktur Weltmuseum Wien, disampaikan saat penutupan acara kepada pemirsa.

“Pertunjukan yang menggelegar oleh Zugabe Band. Kualitas permainan dan vokal musisi meragukan mereka adalah diplomat Indonesia. Dukungan penuh seluruh staff KBRI/PTRI Wina dan segenap komunitas Indonesia menunjukkan kekuatan intrinsik dari Indonesia,” ujar Mr. Htun Aung, warga Myanmar kota Wina yang turut hadir menikmati pertunjukan Keroncong.

Para diplomat Indonesia yang umumnya telah lama mencintai musik Keroncong berhasil memperkenalkan warna musik ini kepada masyarakat Austria yang merupakan pencita musik klasik.(sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU