İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

24 February 2024
HomeBeritaAir Minum dalam Kemasan: Membuka Jalan Menuju Kemudahan dan Keamanan Konsumsi

Air Minum dalam Kemasan: Membuka Jalan Menuju Kemudahan dan Keamanan Konsumsi

SHNet, Jakarta-Air minum dalam kemasan (AMDK) telah menjadi bagian integral dari gaya hidup masyarakat modern, termasuk di Indonesia. Perjalanan panjang ini tidak hanya mencerminkan perkembangan industri minuman, tetapi juga merefleksikan perubahan pola konsumsi dan kebutuhan akan akses mudah terhadap air bersih.

AMDK menjadi salah satu produk yang banyak diminati oleh banyak masyarakat dari semua kalangan. Selain karena praktis bisa dibawa kemana-mana, AMDK juga terjamin kebersihannya.

AMDK tidak sembarangan dipasarkan di tengah-tengah masyarakat. Sebelum didistribusikan, AMDK sudah melewati serangkaian proses produksi dan uji kelayakan terlebih dahulu.

Sejarah AMDK di Indonesia dimulai sekira tahun 1970-an. Pada saat itu, kebutuhan akan air minum yang bersih dan praktis semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan perkotaan dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

Pertama kali diperkenalkan melalui botol kaca, AMDK menjadi solusi praktis untuk menyediakan air minum yang aman dan higienis. Salah satu pionir produk AMDK adalah AQUA yang diterbitkan PT Aqua Golden Mississippi. Perusahaan yang didirikan oleh Tirto Utomo pada 1973 silam itu menyediakan air bersih untuk dikonsumsi bagi masyarakat saat itu.

Industri AMDK di Indonesia terus berkembang secara bertahap. Penggunaan botol plastik kemudian menjadi tren dominan karena ringan, mudah didaur ulang, dan ekonomis. Pada tahun 1990-an, popularitas AMDK semakin meroket dengan munculnya berbagai merek lokal dan internasional.

Pemerintah Indonesia kemudian menerbitkan sejumlah regulasi guna menjamin kualitas AMDK yang beredar. Hal ini mengingat AMDK merupakan produk yang memiliki peran sangat penting dalam kesehatan masyarakat sehingga perlu diatur secara ekstensif.

Beberapa regulasi yang mengatur tentang AMDK diantaranya Peraturan Menteri Perindustrian (permenperin) RI Nomor 96/MIND/PER/12/2011 yang mengharuskan setiap AMDK melalui proses pengujian parameter Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Dasar hukum penerapan SNI wajib dari industri AMDK itu tertuang dalam Permenperin Nomor 26 Tahun 2019 tentang Pemberlakukan SNI Air Mineral, Air Demineral, Air Minum Alam, dan Air Minum Embun Secara Wajib.

Logo Tara Pangan juga wajib dicantumkan pada kemasan pangan dari plastik yang diatur dalam Permenperin Nomor 24/M-IND/PER/2010. Selain itu, setiap proses produksi air mineral juga tidak lepas dari pemantauan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Setiap perusahan air mineral harus memiliki laboratorium pengawasan mutu untuk memenuhi persyaratan tersebut. Perusahaan wajib melakukan pengendalian dan pengujian mutu selama produksi untuk menjamin kualitas produk sesuai dengan SNI.

Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan juga dengan ketat mengatur persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh kemasan plastik sebelum diedarkan. Artinya, sebelum beredar di masyarakat, produk AMDK itu sudah melalui proses yang sangat panjang, mulai dari pre-market hingga post-market.

Beragam regulasi perlu diterbitkan dan dipatuhi setiap produsen mengingat keberadaan AMDK tidak hanya membawa dampak ekonomis, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kesehatan masyarakat. AMDK memberikan akses mudah dan cepat terhadap air bersih, mengurangi risiko penyakit akibat konsumsi air tidak bersih. Pengemasan yang higienis dan praktis juga menjaga keamanan konsumen, terutama dalam situasi darurat atau bencana alam.

Seiring dengan perkembangan teknologi, inovasi dalam pengemasan dan produksi AMDK terus berkembang. Mulai dari teknologi pengolahan air canggih hingga desain kemasan yang ramah lingkungan, industri AMDK terus berusaha memenuhi tuntutan pasar yang semakin kompleks dan peduli lingkungan.

Meski demikian, industri AMDK di Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah masalah pengelolaan limbah plastik dan kebutuhan akan regulasi yang lebih ketat terkait standar kualitas air dan proses produksi. Pemerintah dan pemangku kepentingan terus berkolaborasi untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan industri AMDK berkontribusi positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Pada akhirnya, sejarah air minum dalam kemasan di Indonesia mencerminkan evolusi masyarakat menuju gaya hidup yang lebih modern dan dinamis. Dari kebutuhan akan air bersih yang praktis hingga dampaknya terhadap kesehatan dan keamanan konsumen, perjalanan AMDK di Indonesia tidak hanya tentang minuman dalam botol, tetapi juga tentang transformasi cara kita memandang dan mengakses air bersih. (Rudi)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU