5 March 2024
HomeMegapolitanAnggota Komisi IV DPR RI: Karena Kelapa Sawit, Indonesia Kuat Mengadapi Dampak...

Anggota Komisi IV DPR RI: Karena Kelapa Sawit, Indonesia Kuat Mengadapi Dampak Resesi

SHNet, JAKARTA – Melalui peran strategis komoditas kelapa sawit yang dimiliki, Indonesia dinilai menjadi salah satu negara yang paling siap menghadapi dampak resesi ekonomi yang dibuktikan dengan kemampuan Indonesia dalam menangkap dampak negatif selama wabah Covid-19.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat M.E Manurung  mengatakan secara umum Indonesia adalah salah satu  negara yang paling siap dalam menggadapi dampak resesi.

Terbukti selama pandemi, Indonesia menjadi negara yang paling cepat selesai, paling cepat bangkit dan berlari.

“Hal ini karena Indonesia didukung oleh sektor pertanian dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) karena UMKM berada dilevel terbawah dan membuat Indonesia sangat kuat dalam menghadapi dampak resesi,” katanya saat berbicara pada Wakil Rakyat Bicara Sawit yang tayang di TVRI akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan salah satu faktor yang menyebabkan Indonesia dinilai cukup kuat dalam menghadapi ancaman resesi adalah adanya dukungan dari sektor pertanian, dengan yang paling dominan adalah komoditas kelapa sawit.

Gulat menegaskan jika komoditas kelapa sawit selama ini telah menjadi penopang utama perekonomian Indonesia. Dari data Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), pemasukan negara dari industri kelapa sawit selama tahun 2022 hampir mencapai Rp600 triliun. “Selama ini belum pernah terjadi,” katanya.

Ia menjelaskan keberhasilan kelapa sawit Indonesia harus diakui tidak bisa dilepaskan dari lahirnya BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) yang dibentuk pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi.

Lembaga ini bertugas untuk melakukan pungutan ekspor, mengelolanya dan menyalurkannya kembali. Pungutan ekspor ini bukan dana APBN. “Inilah yang membuat sawit Indonesia semakin baik dan semakin kuat,” katanya.

Gulat menjelaskan jika masa depan sawit Indonesia ada di tingkat petani kelapa sawit sehingga kondisi harus dilihat sebagai peluang. BPDPKS adalah harapan kami dan harapan terhadap masa depan kelapa sawit Indonesa.

“Kami berharap BPDPKS, setelah berjalannya program PSR, program peningkatan SDM dan beasiswa anak petani, harus  berani hijrah dengan mendirikan pabrik kelapa sawit dan pabrik minyak merah,” tegasnya.  (Non)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU