27 January 2022
HomeBeritaPariwisataAturan Karantina Masih Jadi Kendala Wisman Berkunjung ke Bali

Aturan Karantina Masih Jadi Kendala Wisman Berkunjung ke Bali

SHNet, Jakarta- Pariwisata Bali sejak lama dikenal masayarakat dunia. Bali menjadi destinasi wisata favorit wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Belum lengkap rasanya berkunjung ke Indonesia kalau belum singgah di Bali. Pulau dewata ini tak hanya memiliki keindahan alam saja, tetapi juga budaya dan kulinernya yang memikat hari wisatawan khususnya wisatawan mancanegara (Wisman).

PLT Kepada Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan, tahun 2019, wisatawan mancanegara yang berwisata di Bali mencapai 6,3 juta orang atau sekitar 39% dari total kunjungan nasional.

“Pariwisata Bali menyumbang sekitar 29% terhadap devisa nasional atau 50% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB). Ketika pandemi Covid-19, pariwisata Bali mulai mengalami penurunan dan ini berdampak pada perekonomian, Perekonomian bali sempat mengalami kontraksi -9,28 persen pada tahun 2020,” ujarnya dalam Virtual Press Conference “Dukung Bali Bangkit, NIVEA SUN Ajak Wisata Aman dan Taat Prokes sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Bali”, Kamis (18/11).

Menurutnya, sekarang ini, Bali khususnya sektor pariwisata berupaya untuk bangkit kembali. Adapun upaya dilakukan antara lain vaksinasi, menyiapkan SOP dan syarat untuk Wisman ke Bali dan melakukan sinergi dengan berbagai pihak

“Sinergi yang baik dari seluruh pihak sangat diperlukan untuk membangun Bali yang lebih kuat. Kami sangat mengapresiasi dukungan dari NIVEA Sun dan juga Udayana OHCC teadap program Bali Bangkit ini.” Kata Tjok Bagus.

Menurutnya, ada beberapa hal yang masih menjadi tantangan untuk wisman berkunjung ke Bali. Salah satunya adalah karantina. “Karantina jadi variabel kurang nyaman bagi wisatawan mancanegara. Kita sudah buat SOP dan syarat yang harus diikuti wisman dari mulai datang di airport sampai kembali,” ungkapnya.

Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK(K) selaku Koordinator Udayana One Health Collaborating Center (Udayana OHCC) yang berperan sebagai koordinator bagi semua pihak termasuk pemerintah dan pihak swasta yang ingin berkontribusi dalam program ini menjelaskan “Bali Bangkit merupakan upaya untuk memulihkan perekonomian melalui sektor pariwisata dengan mengajak masyarakat menerapkan wisata aman dan taat prokes. Ketaatan terhadap prokes melalui penerapan PHBS merupakan langkah penting dalam pemulihan perekonomian Bali yang memerlukan komitmen semua pihak termasuk wisatawan dan masyarakat Bali. Hal ini sejalan dengan pedoman Tri Hita Karana yang salah satunya menekankan pentingnya hidup dalam keharmonisan antara manusia dengan manusia lainnya (pawongan).”

Menurut sejumlah penelitian, kebiasaan mencuci tangan mengalami penurunan dibanding masa awal pandemi. Komitmen bersama untuk disiplin dalam menerapkan PHBS sangat diperlukan. Mengerti akan pentingnya peran strategis Bali bagi industri pariwisata Tanah Air, NIVEA Sun pun mengajak masyarakat khususnya wisatawan untuk menjalani liburan dengan cara yang lebih sehat. Selain menghadirkan fasilitas cuci tangan di 50 titik destinasi wisata, NIVEA melalui NIVEA Sun juga akan menyebarkan edukasi melalui Public Service Announcement mengenai wisata aman dan taat prokes sekaligus membagikan informasi tempat wisata yang aman dan taat prokes di Bali.

Diana Riaya, Marketing Manager Nivea Skin Care mengatakan, Nivea Sun dan Udayana dukung Bali bangkit. Menurutnya, alasan Nivea mendukung Bali bangkit karena Bali merupakan pilar yang penting bagi Indonesia

Nivea ingin mengedukasi masyarakat dan mempromosikan Bali. Nivea mengajak semua pihak untuk saling jaga, menjadi guard atau pelindung bagi Bali tercinta. “Kami berharap Bali bisa menjadi destinasi wisata yang lebih aman dan nyaman bagi wisatawan sekaligus lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat bagi masyarakatnya,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU