20 May 2024
HomeBeritaBareskrim Polri Gerebek Pabrik Ekstasi Rumahan Milik Fredy Paratama di Sunter

Bareskrim Polri Gerebek Pabrik Ekstasi Rumahan Milik Fredy Paratama di Sunter

SHNet, Jakarta – Bareskrim Polri untuk kesekiankalinya berhasil menggerebek pabrik rumahan atau home industry narkoba milik gembong internasional Fredy Pratama. Home industry ini terletak di Perumahan Taman Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Alhamdulillah kami kembali mengungkap Pabrik Rumahan Narkoba di Sunter, Jakarta Utara milik Fredy Pratama, ” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa dalam keterangannya, Jumat (5/4/2024).

Kembali dijelaskan Mukti, rumah produksi narkoba jenis ekstasi itu dikendalikan langsung oleh Fredy dari Bangkok, Thailand dengan menggunakan aplikasi BBM.

Dalam penggerebekan tersebut, Mukti menyebut pihaknya juga turut menangkap 6 orang anak buah Fredy Pratama. Kendati demikian ia belum membeberkan peranan dari keenam pelaku tersebut.

“Ini adalah kepunyaan Fredy Pratama, dia mengendalikan langsung melalui aplikasi BBM dari Bangkok, Thailand,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mukti menyebut penyidik turut menyita sejumlah alat bukti yang digunakan kelompok Fredy mulai dari mesin cetak ekstasi, bahan baku, hingga alat pendukung lainnya.

“Bahan baku tersebut jika dicetak bisa mencapai 300.000 butir,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menyebut gembong narkoba internasional Fredy Pratama membuat jaringan baru di Indonesia usai seluruh kaki tangannya ditangkap. Salah satu yang direkrut gembong narkoba Fredy Pratama adalah L, wanita yang mendapat tugas untuk mengoperasikan peredaran narkoba di Indonesia.

“Jaringan baru yang dibentuk dan dikendalikan langsung oleh Fredy Pratama dengan dikendalikan atas nama L seorang wanita,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (15/3).

Diketahui Bareskrim Polri mengungkap bandar besar narkotika jaringan internasional Fredy Pratama alias Miming alias Cassanova. Bareskrim menyita total sebanyak 10,2 ton sabu yang terafiliasi jaringan Fredy Pratama di Indonesia selama periode 2020-2023.

Pun diketahui, sindikat Fredy disebut mampu menyelundupkan sabu dan ekstasi masuk ke Indonesia dengan jumlah mulai dari 100 kilo sampai 500 kilo tiap bulan. (mayhan)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU