26 February 2024
HomeBeritaBenny: Politik Harus Jadi Alat Perjuangan Wujudkan Cita Kemerdekaan

Benny: Politik Harus Jadi Alat Perjuangan Wujudkan Cita Kemerdekaan

Jakarta-Bangsa Indonesia memiliki tantangan besar mengembalikan keadaban politik sesuai cita-cita Bapak Bangsa. Sejatinya politik merupakan alat perjuangan untuk mewujudkan cita kemerdekan.

“Alat perjuangan untuk mewujudkan masyarakat cerdas, adil makmur. Indonesia berperan di dunia internasional dalam menjaga perdamaian dunia,” kata Staff Khusus Dewan Pengarah BPIP, Dr. Romo Benny Susetyo di Jakarta, Sabtu (18/2/2023).

Menurut Benny, visi Indonesia merdeka harus diwujudkan oleh Partai politik dalam perjuangannya yang dirumuskan dalam perjuangan lewat agenda yang konkret.

“Politik harus kembalikan nilai nilai keadaban Pancasila,” kata Benny.

Benny mengatakan, pengertian politik secara sederhana adalah suatu kegiatan untuk mencapai cita-cita yang berhubungan dengan kekuasaan. Menurutnya, Pancasila yang diakui sebagai dasar negara, sebagai pedoman dan toluk ukur kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia harus dipahami, dihayati dan diamalkan dalam tata kehidupan berpolitik.

“Etika politik Pancasila adalah suatu proses pengambilan keputusan dan kebijakan lainnya yang harus dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, karena Pancasila mempunyai nilai yang sangat fundamental sebagai dasar falsafah Bangsa Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata Benny, setiap warga negara dan penyelenggara negara harus mempelajari, memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam segala bidang kehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat, karena Pancasila merupakan suatu landasan moral etik dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Dia menegaskan, etika berkaitan dengan berbagai masalah nilai, karena etika pada pokoknya membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan predikat nilai “susila” dan “tidak susila”, “baik” dan “buruk”, sifat seseorang dikatakan susila atau bijak apabila ia melakukan kebajikan, sebaliknya seseorang dikatakan tidak susila apabila ia melakukan kejahatan.

“Nilai Politik harus di jiwai Sila pertama Ketuhan yang Maha Esa. Politik seharusnya bagaimana nilai kebaikan diwujudkan dalam program yang konkret bagaimana mengupaya cita cita kemerdekan terwujud,” kata Benny yang juga Pakar Komunikasi ini.(den)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU