5 March 2024
HomeBeritaKesraBerawal dari Hobi, Content Creator Bisa Jadi Profesi

Berawal dari Hobi, Content Creator Bisa Jadi Profesi

SHNet, Jakarta- Perubahan interaksi di dunia digital di era teknologi telah memudahkan manusia dalam pertukaran informasi. Saat internet sudah cukup merata di Indonesia kemudian fasilitas smartphone sudah cukup mumpuni, setiap orang di era digital sekarang ini bisa manfaatkannya sebagai content marketing. Di mana seiring waktu penggunaan internet, apalagi sejak pandemi makin banyak bermunculan content creator.

“Semuanya berawal dari hobi. Dari konsistensi lalu membuat kita jadi content creator, menjadi komunitas yang melahirkan kesempatan,”ujar Penggiat Media Sosial, Boylagi saat webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I, Kota Depok pada Senin (14/6/2021).

Boy lalu bercerita bagaimana awalnya dia memulai sebagai content creator di Instagram. Saat itu tahun 2012 hal yang dia posting pun belumlah seperti sekarang, karena ketika itu Instagram baru dijadikan sebagai media untuk fotografi. Dia pun mengaku baru mengetahui apa sebenarnya fotografi dan seperti apa foto bagus dari Instagram.

Dari sebuah hobi, Boylagi yang sempat bekerja di beberapa perusahaan sekitar pertengahan 2018 akhirnya resign dan menjadikan profesi content creator sebagai fokusnya. Berbagai brand pun sempat bekerja sama dengannya, termasuk membawanya hingga pergi ke luar negeri untuk sebuah project.

Selama memanfaatkan Instagram sebagai sebuah peluang baru berkarya, Boy mengaku sempat merasakan malas. Hal itu diakuinya wajar, namun agar tidak berkutat pada “mager” dia memberikan rahasianya.

“Segala kemungkinan pasti ada, mager itu amat sangat berbahaya. Mager itu memiskinkan,” kata Boy.

Dia membagikan tips lainnya untuk para content creator agar terus berkarya. Kuncinya salah satunya konsisten supaya tidak malas. Selain itu terus aktif, kreatif, dan positif, karena dari ketiga hal itu akan memunculkan eksistensi.

“Foto bagus itu banyak, tapi buat foto yang berbeda. Satu rahasianya kolaborasi dengan instagramers atau content creator dari platform lain, jangan mengejar angka likes atau followers, algoritma pasti nurut sama kita kalau kitanya aktif, membaur dengan komunitas,” bebernya lagi. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU