20 April 2024
HomeBeritaKesraDefinisi Literasi Masih Membingungkan Masyarakat

Definisi Literasi Masih Membingungkan Masyarakat

SHNet, Jakarta- Definisi literasi tak jarang membuat masyarakat bingung.

Ada yang menganggap literasi erat kaitannya dengan membaca dan menulis. Padahal literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis.

“Literasi tidak hanya membaca saja. Tetapi memahami apa yang dibaca dan menghasilkan produk,” ungkap Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr H. Abdul Fikri Faqih dalam peluncuran buku “Darurat Literasi: Urgensi, Reformulasi, Sinergi dan Kolaborasi”, di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (19/03/2024).

Plt. Kepala Perpustakaan Nasional Prof H.E Aminudin Aziz mengatakan, buku “Darurat Literasi: Urgensi, Reformulasi, Sinergi dan Kolaborasi” mengangkat sejumlah isu terkait literasi.

Salah satunya tentang definisi literasi yang sangat membingungkan.

“Mari lakukan sintesis dari definisi literasi itu sehingga bisa dimengerti oleh masyarakat,” kata Aminudin Aziz.

Buku yang ditulis oleh Dr. H. Abdul Fikri Faqih ini mengetengahkan potret literasi di Indonesia, kondisi perpustakaan, bahan bacaan, serta kebijakan dan kewenangan penyelenggaraan perpustakaan yang masih perlu dijawab oleh berbagai pihak.

Untuk itu, sinergi dan kolaborasi masih harus direformulasikan agar upaya meningkatkan literasi dapat membuahkan hasil dan literasi Indonesia tidak lagi darurat.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) Adin Bondar mengatakan peluncuran buku ini merupakan langkah strategis menuju Indonesia Emas pada 2045.

“Kehadiran buku ini lahir dari semangat dan kerinduan reflektif dari seorang cendekiawan karena memang literasi dan kegemaran membaca bangsa kita masih perlu didorong agar hadir masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif, dan produktif,” ucapnya. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU