27 January 2022
HomeBeritaPariwisataDesa Wisata Rigis Jaya, Surganya Kopi di Lampung Barat

Desa Wisata Rigis Jaya, Surganya Kopi di Lampung Barat

SHNet, Jakarta– Ingin wisata sambil belajar seputar kopi, Kampung Rigis Jaya tempatnya. Apalagi bagi kamu yang memang pecinta kopi sejati.

Kampung Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung merupakan desa wisata yang menawarkan keunikan tersendiri. Keindahan alam dan budaya lokalnya menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Desa wisata yang satu ini memiliki perkebunan kopi yang dikelola dengan baik oleh penduduk setempat. Luas perkebunan kopi itu lebih kurang 498,34 hektar. Tiap satu hektarnya, dapat menghasilkan dua ton kopi.

Potensi tersebut membuat warga setempat mampu memproduksi kopi robusta mencapai 1.058 ton dalam setahun. Tak heran bila Kampung Rigis Jaya dijuluki sebagai kampung kopi.

Sale pisang. kuliner khas Kampung Rigis Jaya, Lampung Barat. (Dok Asidewi)

Kampung Rigis Jaya masuk nominasi sebagai salah satu dari 50 desa wisata terbaik dalam Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno juga sempat bertandang ke sana, akhir September lalu.

“Dengan adanya Kampung Wisata Rigis Jaya ini, industri kopi menjadi penopang dari pergerakan ekonomi masyarakat, sehingga membuka peluang lapangan kerja,” ujar Sandi.

Untuk mencapai Kampung Rigis Jaya, wisatawan menempuh perjalanan darat sekitar 3,5-4 jam dari Bandara International Radin Inten II Lampung.

Meski memakan waktu tempuh yang cukup lama, wisatawan tidak akan merasa bosan. Panorama persawahan dan perbukitan hijau akan selalu menemani di sepanjang perjalanan. Di sana, wisatawan bisa mempelajari seputar kopi, mulai dari pembibitan, budi daya, pengolahan pascapanen, penyangraian, hingga penyeduhan hingga menjadi minuman kopi lezat.

Wisatawan juga dapat berinteraksi langsung dengan para petani, sehingga pengalaman wisata yang didapat memiliki kesan tersendiri.

“Anak-anak muda sangat suka dengan ice coffee. Ice coffee itu sinonim dengan Lampung Barat. Jadi, belum menjadi pencinta ice coffee, kalau anak-anak muda belum datang ke Kampung Rigis Jaya,” ujar Sandiaga.

Pihak desa wisata juga menyediakan beragam produk berbahan dasar kopi. Mulai dari parfum kopi, hand sanitier kopi, hingga lukisan dari ampas kopi. Sementara untuk daun kopi, masyarakat memanfaatkannya untuk membuat produk eco print berupa tote bag, hijab, pakaian, dan kain.

Dalam kunjungannya, Sandiaga sempat memborong 600 buah tote bag yang dibuat oleh masyarakat difabel Kampung Rigis Jaya. Nantinya, tote bag ini akan dibagikan kepada para tamu kenegaraan dalam acara G-20 yang akan diselenggarakan di Bali.

Asidewi melakukan pendampingan di Kampung Rigis Jaya, Lampung Barat. (Dok. Asidewi)

Keberadaan Kampung Kopi Rigis jaya juga tidak lepas dari upaya program pendampingan dan sekolah penggerak wisata Lampung Barat yang di adakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung barat yang bekerja sama dengan ASIDEWI dalam kurun waktu 6 bulan berjalan. Dan akan di lanjutkan di tahun 2022. ” sekolah penggerak wisata dan pendampingan kerja sama dengan asidewi sangat efektif dan akan kita lanjutkan lagi tahun depan ” ujar ibu Tri Umariani Kadispar Lampung Barat.

Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia, Andi Yuwono juga memberikan keterangan bahwa mengembangkan desa wisata perlu adanya kerjasama yang solid antara smua pihak. “Unsur pentahelix harus bersama dan kolaborasi untuk mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan ” tukasnya saat di konfirmasi melalui sambungan telepon saat melakukan pendampingan di 5 desa wisata Lampung barat. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU