20 April 2024
HomeBeritaKesraDigitalisasi Perdesaan Mampu Ciptakan Peluang Berkelanjutan

Digitalisasi Perdesaan Mampu Ciptakan Peluang Berkelanjutan

SHNet, Sulawesi— Dalam rangka program Literasi Digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyelenggarakan webinar mengenai penguatan keterampilan digital masyarakat Indonesia bernama #MakinCakapDigital 2024, Senin, 25 Maret 2024, di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Tema yang diangkat adalah “Desa Digital: Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan”.

Sebagai narasumber dalam webinar ini adalah Relawan TIK Indonesia dan Pandu Digital Purwa Andi Asy’hary J Arsyad; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bulukumba Hamrina A Muri; dan Key Opinion Leader Syamsu Rizal MI. Acara ini dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf. Komunitas yang terlibat dalam acara ini adalah PPDI Kab. Bulukumba.

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Tahun 2023, pengguna internet di Indonesia mencapai 215,62 juta atau setara 78,19 persen dari total populasi Indonesia. Di saat yang bersamaan, pertumbuhan pengguna yang masif ini membuka ruang yang lebih luas terhadap potensi meningkatnya penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), maupun internet.

Pengukuran status literasi digital Indonesia 2023 terhadap 38 provinsi melaporkan bahwa kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan TIK semakin membaik dalam setahun terakhir. Indeks literasi digital Indonesia di awal 2023 ada di level 3,54 dari skala 1-5. Artinya, secara umum literasi digital masyarakat Indonesia ada di level “sedang”.

Indeks tersebut sedikit meningkat dibanding 2020 lalu yang ada di level 3,46.

Dalam pidato kuncinya, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan, peningkatan kemampuan penggunaan internet secara aman dan produktif telah membawa perubahan besar dalam cara berkomunikasi, belajar, dan bekerja. Namun, kemajuan tersebut juga memunculkan berbagai tantangan. Tanpa literasi digital yang memadai, kita berisiko terperangkap dalam arus informasi palsu, jebakan privasi, dan ancaman keamanan online.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk meningkatkan aspek literasi digital. Kegiatan ini, kami berharap menjadi langkah awal yang menginspirasi untuk meningkatkan kesadaran dalam hal literasi digital. Dari Kabupaten Bulukumba, mari jadikan Indonesia cakap digital untuk mewujudkan Indonesia yang terkoneksi,” ungkapnya.

Mengawali paparannya, Andi Asy’hary J Arsyad menyatakan bahwa teknologi turut berperan strategis bagi masyarakat, tak hanya yang tinggal di perkotaan, tetapi juga yang ada di pedesaan. Menurut dia, teknologi di pedesaan punya peran untuk menjadi media informasi dan komunikasi, internet untuk pendidikan (Wifi desa), kesehatan, atau tata kelola pemerintahan desa (e-government).

“Lalu, bagaimana memanfaatkan peran digital bagi masyarakat desa? Yang pertama adalah menghadirkan literasi digital. Literasi digital adalah kemampuan untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, dan menciptakan informasi yang aman,” katanya.

Namun, literasi digital tak cukup tanpa didukung infrastruktur digital yang memadai. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur digital yang mapan menjadi syarat penting guna mendukung literasi digital di perdesaan.

Menurut Andi, desa digital adalah solusi tepat untuk membangun keberlanjutan bagi desa.

Hamrina A Muri menambahkan, meningkatnya penggunaan internet dan teknologi juga membawa dampak yang tidak diinginkan, yaitu meningkatnya kejahatan digital atau online. Tidak terkecuali untuk desa-desa yang kini semakin terhubung dengan teknologi. Untuk mengatasi masalah ini, perlu adanya upaya untuk meningkatkan keamanan digital di daerah pedesaan.

“Dalam upaya meningkatkan keamanan digital di pedesaan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta sangat penting. Dengan adanya dukungan dari semua pihak, diharapkan keamanan digital di pedesaan dapat terjaga dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, menurut Syamsu Rizal, digitalisasi di perdesaan akan membuka sejumlah peluang bagi warga desa. Masyarakat di desa bisa mendapat pengetahuan baru dari dunia digital dan memanfaatkannya seoptimal mungkin untuk pengembangan pembangunan di desa. Peluang ini bisa melahirkan inovasi-inovasi baru dari desa.

Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU