22 May 2024
HomeBeritaDokter Ingatkan Orangtua Agar Jangan Salah Kasih Susu Saat MPASI Anak

Dokter Ingatkan Orangtua Agar Jangan Salah Kasih Susu Saat MPASI Anak

SHNet, Jakarta-Saat anak sudah berusia di atas 6 bulan, orangtua biasanya sudah mulai memperkenalkan beragam tekstur makanan dan rasa yang berbeda-beda. Namun, yang harus diperhatikan adalah kandungan protein dan gizi untuk tumbuh kembangnya. Biasanya, susu menjadi salah satu tambahan pilihan makanan pendamping air susu ibu (MPASI).

Presiden Indonesia Nutrition Association, Dr. Lucy Sutanto SpGK, mengatakan setelah anak di atas usia 6 bulan, anak mulai diperkenalkan dengan makanan selain ASI. Umumnya, berupa makanan-makanan yang dibuat di rumahan. Tapi, harus diperhatikan kandungan gizi dari makanan yang diberikan. “Kalau makanan di rumahan itu gak baik ya berarti percuma saja. Pada kondisi tersebut, MPASI instan  yang pabrikan bisa dipakai, termasuk pemberian susu,” ujarnya.
Namun, dokter Lucy, meminta para orangtua agar bijak dalam memberikan MPASI pabrikan itu kepada anak. Misalnya dalam pemberian susu sebagai MPASI bagi anak, para orangtua perlu memilih yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak. Dia menyebutkan susu yang paling pas digunakan untuk MPASI anak usia di atas 6 bulan adalah susu pertumbuhan atau susu formula yang gizinya sudah lebih disesuaikan dibanding dengan susu-susu lainnya seperti susu UHT atau ultra-heat treatment.
“Susu pertumbuhan itu merupakan pilihan untuk mendapatkan bahan makanan sumber protein untuk anak karena lebih disesuaikan dengan kebutuhan anak. Kalau susu UHT mau diberikan ke anak juga tidak berbahaya, tetapi kelengkapan gizinya tidak dilakukan penyesuaian,” ungkapnya.
Dia menjelaskan susu UHT itu hanya susu yang dipanaskan pada lebih dari 135 derajat celcius selama beberapa detik untuk mematikan bakterinya. Susu UHT itu tidak mengubah komposisi susunya. “Biasanya, susu sapi yang dibuat itu nggak mengubah komposisinya,” tuturnya.
Tapi, lanjutnya, kalau susu formula atau susu pertumbuhan itu sudah dipertajam lagi dengan sumber-sumber gizi lainnya. “Jadi, untuk anak yang berusia di atas 6 bulan, susu pertumbuhan itu lebih baik karena komposisinya sudah lebih disesuaikan. Karena kalau susu UHT itu kan komposisinya nggak disesuaikan, cuma dimatikan kuman-kuman patogennya dari susu sapinya,” ucapnya.
Hal senada juga diutarakan dokter gizi komunitas, Dr. Dian Kusuma. Menurutnya, makanan pendamping ASI itu biasanya terdiri makanan nabati dan hewani serta ditambahan dengan sayur dan buah. Dari nabati misalnya tepung organik seperti tepung beras putih, beras merah, dan kacang hijau. Sedang daei hewani berupa susu. Cara pemberiannya kepada
anak biasanya dengan mencampurkannya dengan ASI.

 

“Satu macam dicampur ASI, nanti dicoba apakah ada alergi atau tidak. Kemudian dicoba lagi dengan yang lain. Pemberian macam-macam makanan ini sekaligus edukasi keterampilan motorik dasar pada anak,” ujarnya.

Dia juga menekankan pentingnya para orangtua untuk memperhatikan gizi seimbang bagi anak yang sudah diberikan MPASI. Di mana, si anak  harus tercukupi karbohidratnya, protein hewani dan nabati juga seratnya.
Bicara susu, kata dokter Dian, itu adalah bagian protein hewani. Selain juga ikan, telur, daging sapi, dan daging ayam. Menurutnya, jika anak tidak makan daging, telur atau ikan, itu boleh diganti susu. “Tapi, susu itu akan lebih baik sebagai pelengkap bila memang dibutuhkan. Nah, dalam proses belajar makan ini, kadangkala anak itu memang nggak sama satu dengan lainnya. Ada yang sudah mampu mencerna dengan baik, ada yang belum. Di situlah peran kita sebagai orangtua untuk bisa memilih kira-kira produk mana yang baik buat anak,” tukasnya.
Dia menjelaskan jika memang harus menambahkan susu sebagai MPASI anak, para orangtua perlu melihat kecukupan zat gizi makronya, karbohidrat dan protein. Selain itu, yang perlu diperhatikan lagi adalah fortifikasi atau mineral yang ditambahkan yang ada di dalam produk susu tersebut.
Menurutnya, masih tingginya jumlah anak yang menderita anemia di Indonesia itu salah satunya disebabkan kekurangan vitamin. Begitu juga  angka stunting, masih tinggi karena salah satu penyebabnya adalah karena anak itu kekurangan zat gizi mikro mineral salah satunya zat besi. “Untuk anak-anak seperti ini, susu pertubuhan atau formula lebih pas digunakan,” ucapnya. (adm)
ARTIKEL TERKAIT

TERBARU