3 June 2023
HomeBeritaFenomena Jalan Rusak

Fenomena Jalan Rusak

Oleh: Diana Triwardhani

Adanya ungahan dari seorang Bima Yudho anak Lampung beberapa waktu lalu tentang jalan rusak di wilayahnya melalui akun tiktok membuat masyarakat Indonesia heboh, begitu pula penguasa di daerah tersebut yang kebakaran jengkot hingga datangnya presiden meninjau jalan rusaknya daerah Lampung. Dan sudah pasti apabila ada yang viral  dari sebuah uanggahan pasti akan diikuti oleh daerah-daerah lain tentang jalan yang rusak tersebut seperti daerah Pandeglang, Sumatera Selatan, Tasikmalaya dan seterusnya.

Apa Itu Jalan Rusak

Fenomena jalan rusak adalah kondisi di mana kondisi jalan menjadi buruk atau tidak memadai untuk digunakan. Ini dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk cuaca ekstrem, penggunaan yang berlebihan, kurangnya pemeliharaan yang memadai, atau desain yang buruk. Jalan rusak dapat mengganggu lalu lintas, menyebabkan kerusakan kendaraan, menyebabkan kemacetan, dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Berikut ini beberapa penyebab umum jalan rusak:

Cuaca ekstrem: Perubahan suhu yang ekstrem, hujan lebat, salju, atau pembekuan dapat merusak lapisan jalan. Air yang merembes ke dalam celah di jalan kemudian membeku, menyebabkan retak dan lubang.

Beban lalu lintas yang berlebihan: Jalan-jalan yang menerima lalu lintas berat atau kendaraan yang sering melebihi kapasitas yang diharapkan, seperti truk besar atau bus, dapat menyebabkan keausan dan kerusakan pada jalan.

Kurangnya pemeliharaan: Jika jalan tidak diperbaiki atau dipelihara secara teratur, kerusakan kecil seperti retakan kecil atau lubang kecil dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Pemeliharaan rutin seperti pengisi retak, perbaikan lubang, atau penggantian lapisan permukaan yang aus sangat penting untuk menjaga kondisi jalan yang baik.

Desain yang buruk: Jalan dengan desain yang buruk, termasuk kurangnya drainase yang memadai, kemiringan yang tidak tepat, atau ketebalan lapisan yang tidak memadai, cenderung menjadi rusak lebih cepat. Desain jalan yang buruk juga dapat memperburuk efek cuaca ekstrem atau lalu lintas berat.

Dampak dari jalan rusak dapat meliputi:

Kerusakan kendaraan: Jalan rusak dapat menyebabkan kerusakan pada roda, ban, suspensi, dan bagian-bagian kendaraan lainnya. Ini dapat mengakibatkan biaya perbaikan yang tinggi bagi pemilik kendaraan.

Kecelakaan lalu lintas: Jalan rusak dapat menjadi bahaya bagi pengemudi karena mereka dapat kehilangan kendali saat melewati retakan atau lubang yang tidak terlihat. Hal ini dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang serius, terutama jika pengemudi harus menghindari kerusakan dan bertindak secara mendadak.

Kemacetan: Jalan rusak dapat mempengaruhi arus lalu lintas dengan memperlambat kecepatan kendaraan atau membatasi akses ke jalur tertentu. Ini dapat menyebabkan kemacetan dan waktu perjalanan yang lebih lama bagi pengguna jalan.

Untuk mengatasi fenomena jalan rusak, penting untuk memiliki program pemeliharaan jalan yang efektif dan teratur. Hal ini melibatkan inspeksi rutin untuk mendeteksi kerusakan sejak dini, perbaikan cepat terhadap lubang dan retakan, serta perencanaan desain jalan yang baik dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan lalu lintas yang diharapkan. Selain itu, perlu adanya kerjasama antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat dalam melaporkan kerusakan jalan yang terjadi agar bisa segera ditangani. Dengan perawatan yang baik, jalan dapat tetap berada dalam kondisi yang baik dan aman untuk pengguna jalan.

Keluhan Masyarakat

Tidak dapat dipungkiri bahwa keadaan jalan yang rusak ini menjadi permasalahan di mana-mana khususnya di Indonesia, sepanjang tahun tidak pernah berhenti menjadi bahan omongan, terutama oleh masyarakat yang sering melewati jalan tersebut. Sehingga munculah viral-viral dari masyarakatnya, akan keluhan adanya jalan rusak, entah memang belum tersentuh pembangunan atau perbaikan jalan yang  asal-asalan, karena sering terjadi juga, baru diperbaiki dua bulan tiga bulan sudah rusak lagi.

Di atas  sudah diuraikan apa, penyebab, dan dampak dari jalan rusak yang sesungguhnya, disini akan diambil “niat baik” yang mungkin memang itu yang diinginkan oleh pemerintah daerahnya, seperti :

  • Menunggu masyarakat memviralkan jalan yang rusak, sehingga daerahnya menjadi trending top di masyarakat Indonesia. Karena jika dengan prestasi-prestasi yang ada tidak ada gaungnya, daerahnya tetap dianggap biasa.
  • Karena viralnya sehingga sampai ke telinga Presiden, dan Presiden berkunjung ke daerah tersebut, kalau tidak begitu harus menunggu moment-moment akbar yang entah kapan akan terjadi yang biasanya Presiden akan datang mengunjungi daerah tersebut.
  • Dengan alasan kekurangan dana untuk perbaikan jalan, dan keluhan ini terdengar oleh Presiden, maka perbaikan jalannya akan diambil alih oleh pusat melalui kementrian PUPR nya.
  • Membiarkan jalan itu rusak supaya masyarakat kalau lewat jalan tersebut hati-hati, tidak kebut-kebutan, belajar berkendara pelan-pelan..kapan harus injak rem dan kapan harus ngegas. Coba kalau  jalan mulus pasti enak untuk tancap gas terus, kebut-kebutan.

Maaf ini hanya opini positif tentang jalan rusak semoga bapak atau ibu yang menjadi pemimpin di daerah dan  banyak jalan rusak di daerah yang dipimpinnya cepat memperbaiki jalan-jalannya, jangan sampai ke duluan orang memviralkannya.

Penulis, Diana Triwardhani, Dosen FEB UPN Veteran Jakarta.

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU