İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

22 February 2024
HomeBeritaKesraG-20 Makin Memperkuat Performa Indonesia

G-20 Makin Memperkuat Performa Indonesia

SHNet,Jakarta- Forum G20 akan semakin memperkuat upaya kita dan performa Indonesia dalam memenuhi mandat konstitusional UUD 1945 Pasal 28 H dan Pasal 33 serta untuk Indonesia semakin berarti bagi dunia, secara global.

“Saya mengajak bapak, ibu, dan Saudara-saudara sekalian, untuk turut serta dan berpartisipasi aktif dalam berbagai agenda G20 pada umumnya, dan agenda perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam yang berkelanjutan dan pengendalian perubahan iklim serta dampaknya.  Marilah kita dan seluruh dunia bersama bahu membahu dan membangun kolaborasi. dari Indonesia, dunia pulih bersama,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya , di Jakarta,Selasa (1/3/2022).

Menteri Siti Nurbaya menyatakan hal itu ketika memberikan sambutan pada acara media briefing Kick Off Meeting Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (EDM-CSWG) pada Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Selasa (1/03/2022). Hadir dalam acara media briefing itu, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Sigit Reliantoro, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Laksmi Dhewanthi, dan  Kepala Humas KLHK, Nunu Anugrah  melalui daring.

Dikemukakan Menteri Siti Nurbaya, Indonesia akan mengusung tiga isu prioritas yang akan menjadi fokus pembahasan dari setiap pertemuan Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (EDM-CSW) pada presidensi G20 Indonesia yang diselenggarakan dalam tiga pertemuan tingkat Deputi/Direktur Jenderal Anggota G20 yang akan dilaksanakan secara berurutan di Yogyakarta pada 21 – 24 Maret 2022; di Jakarta pada 19 – 21 Juni 2022; dan di Bali pada 29 – 30 Agustus 2022.

Ketiga isu tersebut yaitu pertama, mendukung pemulihan yang berkelanjutan (supporting a more sustainable recovery). Kedua, peningkatan aksi berbasis daratan dan lautan untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup dan tujuan pengendalian perubahan iklim (enhancing land- and sea-based actions to support environment protection and climate objectives). Ketiga,peningkatan mobilisasi sumber daya untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup dan tujuan pengendalian perubahan iklim (enhancing resource mobilization to support environment protection and climate objectives).

Penyusunan Konsep EDM CSWG 

Dalam kesempatan media briefing ini, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Sigit Reliantoro juga memaparkan lebih jauh mengenai tiga isu utama yang akan diusung oleh Indonesia dalam forum  EDM-CSWG pertama di Yogyakarta pada 21-24 Maret mendatang. Termasuk berbagai kebutuhan yang perlu disiapkan agar pertemuan berjalan lancar.

Dirjen Sigit Reliantoro juga menjelaskan kemajuan penyusunan konsep EDM CSWG  yang meliputi pertama, keanekaragaman hayati, dan  pemulihan degradasi tanah dan ekosistem unik (gambut, mangrove dan terumbu karang). Kedua,  konservasi laut, lalu ketiga tentang sampah laut. Keempat, efisiensi sumber daya dan Ekonomi sirkular. Kelima, keuangan berkelanjutan, ketahanan air.

Yang terpenting juga, Dirjen PPKL Sigit Reliantoro menjelaskan topik studi yang penting dalam forum EDM CSWG. Topik tersebut meliputi pertama,  inventarisasi dampak ekonomi, sosial dan lingkungan dari pemulihan berkelanjutan, dan dampaknya terhadap implementasi NDC. Selaian itu, inventarisasi dampak ekonomi, sosial dan lingkungan pemulihan berkelanjutan, dan masukan terhadap implementasi NDC.

Adapun topik kedua, memperkuat aksi dan kemitraan untuk inisiatif kelautan yang berkelanjutan. Juga mempromosikan perlindungan ekosistem kelautan, penelitian dan  pengembangan serta kebijakan dan strategi inovatif menuju ketahanan iklim.

Sedangkan topik ketiga yakni rekomendasi kerangka keuangan inovatif menuju rendahnya emisi gas rumah kaca atau GRK dan ketahanan iklim di masa depan. Selaian itu, rekomendasi kerangka kerja inovatif menuju rendahnya emisi GRK dan ketahanan iklim di masa depan.(sur)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU