7 July 2022
HomeBeritaHari Pengungsi Dunia, Pengungsi Afganistan Mohon Dukungan Indonesia

Hari Pengungsi Dunia, Pengungsi Afganistan Mohon Dukungan Indonesia

 

Surabaya-“Tanggung jawab atas 10 tahun kami, kami ingin proses!” suara puluhan pengungsi berjalan kaki dari depan Hotel Bumi Surabaya menuju ke kantor Human Right (kanwil) Surabaya, Senin (20/7/2022).

Hari ini Bertepatan dengan Hari Pengungsi Sedunia, pengungsi asal Afghanistan berkumpul dan berunjuk rasa meminta dukungan kepada pemerintah Indonesia agar dapat mendorong badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) agar pencari suaka dapat di proses untuk mendapatkan negara ketiga seperti Australia, Kanada, New Zaeland, dan Negara Lainnya.

“Saya datang ke Indonesia dari umur 22 tahun, 10 tahun saya sudah berada di Indonesia,” jelas Hasan (32) yang bukan nama asli pencari suaka asal Afghanistan yang tinggal di shelter Puspa Argo, Sidoarjo.

Jika bukan alasannya untuk menyelamatkan diri dari kekerasan, pembunuhan , dan bom, Hasan tidak ingin meninggalkan ibu, saudara perempuan dan saudara laki-lakinya yang difabel (tunarungu). Hasan melarikan diri dari negara asal berharap mendapatkan suaka dan bisa menyelamatkan keluarganya dari tempat yang berbahaya.

Sejak usia 5 tahun, Hasan telah menjadi imigran. Keluarganya melarikan diri ke pakistan. Selama 17 tahun di Pakistan, Hasan serta keluarganya mengalami diskriminasi, kekerasan, bahkan kakaknya dibunuh karena mereka dari suku Hazara.

Warga Pakistan menaruh bom didalam tangki besar lalu meledakkannya di pasar membunuh orang-orang Hazara dalam 1 hari 110 orang yang mati. Kemudian Hasan melarikan diri untuk mendapatkan suaka ke Australia, sayangnya dia tertangkap di Indonesia.

“Kalau hidup saya aman, untuk apa saya membuang waktu bertahun-tahun disini tanpa kepastian? Saya hanya ingin berkumpul dengan keluarga agar bisa hidup aman” kisah Hasan, wajahnya memerah dan bola matanya berkaca-kaca.

Laporan Tren Global 2021 UNHCR yang dirilis pada tanggal 17 Juni, bahwa pada akhir tahun 2021, mereka yang terpaksa melakukan pelarian dari perang, kekerasan, penganiayaan dan pelanggaran hak asasi manusia mencapai 89.3 juta orang, meningkat 8 persen dari tahun sebelumnya dan lebih dari dua kali melampaui jumlahnya 10 tahun yang lalu. Sementara jumlah pengungsi di akhir tahun 2021 meningkat menjadi 27.1 juta orang dari 26.4 juta pada tahun 2020.

Saat ini, terdapat lebih dari 13.100 pengungsi dari sekitar 50 negara asal, tinggal di beberapa kota di Indonesia, termasuk Medan, Aceh, Pekanbaru, Batam, Surabaya, Kupang, Makassar, Jakarta, Semarang dan beberapa kota lainnya.

“Saya sudah 10 tahun di Indonesia, kami hanya boleh makan dan tidur saja. Kami rindu berkumpul dengan keluarga,kami ingin bekerja, sekolah,dan hidup dengan aman, saya mohon masyarakat dan pemerintah Indonesia dapat membantu kami,” harap Hasan di Hari Pengungsi Dunia. (Muni Moon)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU