İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

22 February 2024
HomeBeritaHati-hati, Kasus Edy Mulyadi, Jangan Sampai Jadi Pemantik Perpecahan warga Kalimantan

Hati-hati, Kasus Edy Mulyadi, Jangan Sampai Jadi Pemantik Perpecahan warga Kalimantan

SINTANG, SHNet – Masyarakat Suku Dayak di Pulau Dayak (Kalimantan/Borneo), jangan terpancing dengan manuver Edy Mulyadi dan kelompok radikal lainnya, dengan menyebut Kalimantan tidak cocok jadi ibu kota negara, karena sepi yang diilustrasikan hanya jadi tempat jin buang anak.

Pernyataan Edy Mulyadi perlu dijadikan sebagai sumber motivasi bagi rakyat penghuni Pulau Dayak untuk mempersiapkan diri Pulau Dayak sebagai Ibu Kota Negara yang sudah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Selasa,18 Januari 2022.

Pertama, persiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan handal dan memiliki kemampuan daya saing sehingga tidak menjadi penonton di Pulau Dayak.

Kedua, persiapkan segala potensi daerah dimanfaatkan dan dijadikan sebagai sumber pendapatan bagi setiap rakyat pemilik Pulau Dayak.

Ketiga, segala tanah dan wilayah strategis yang dikuasai oleh pemilik Pulau Dayak jangan mau diperjual belikan kepada pihak lain sehingga orang lain yang lebih menguasai Pulau Dayak dan akhirnya pemilik pulau dayak menjadi terpinggirkan.

Keempat, untuk percepatan tingkat pertumbuhan ekonomi, pemerintahan dan pembangunan daerah maka dipandang perlu untuk Pusat Ibu Kota Negara baru dijadikan daerah Khusus dan setiap provinsi di pulau dayak dijadikan otonomi khusus sama seperti Daerah Kkhusus Ibu Kota Jakarta, Yogyakarta, Aceh, Papua dan Batam.

Kelima, perkuat semangat kekeluargaan, persatuan dan saling hargai sama seperti filosofi kehidupan rumah betang diantara tiga negara penghuni Pulau Dayak.

Keenam, waspadai pernyataan Edy Mulyadi dan apa sebenarnya yang hendak mereka capai? Dan ada pergerakan apa sebenarnya untuk menggagalkan pulau dayak sebagai Ibu Kota Negara baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Ketujuh, waspadai dan persatukan diri melawan paham radikal.

Edy Mulyadi dan kawan-kawannya dari kelompok radikal, sebenarnya ingin menjadikan dirinya sebagai sumber pemantik pemecah belah dan bahkan ingin menggagalkan Ibu Kota Negara di Pulau Dayak.

Sintang, 29 Januari 2022

Drs Askiman MM, Ketua Umum Majelis Hakim Adat Dayak Nasional (MHADN)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU