22 June 2024
HomeBeritaIni Aksi Nyata Mahasiswa Dunia Dukung Palestina

Ini Aksi Nyata Mahasiswa Dunia Dukung Palestina

SHNet, Jakarta-Berbagai cara dilakukan para mahasiswa di seluruh dunia untuk menyatakan dukungan mereka terhadap Palestina.  Pergerakan mahasiswa ini menjadi bagian dari gelombang protes global yang menyoroti situasi di Palestina dan menekankan perlunya aksi konkret untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah. Di antaranya, ada yang mendirikan tenda-tenda solidaritas pro-Palestina, pengibaran bendera Palestina, dan meneriakkan slogan-slogan untuk mengakhiri peperangan antara Israel dan Hamas.

Aksi para mahasiswa menggelar demonstrasi untuk mendukung Palestina, dimulai di Universitas Columbia, Amerika Serikat (AS) pada pertengahan April lalu. Dalam gerakan yang diprakarsai oleh organisasi Students for Justice in Palestine serta Jewish Voice for Peace, para mahasiswa melakukan aksinya dengan membuat perkemahan pro-Palestina di kampus. Mereka menuntut agar Columbia menarik investasi dari perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Israel.

Tak hanya di Columbia, aksi pro-Palestina juga menjalar ke puluhan kampus lainnya di seluruh negara bagian. Perkemahan juga didirikan Yale University, Massachusetts Institute of Technology, George Washington University, University of Chicago, University of Southern California, University of California at Los Angeles, dan University of California at Berkeley.

Di Inggris, para mahasiswa di Universitas Manchester menegaskan komitmen dukungan mereka terhadap Palestina dengan melakukan aksi duduk di kampus selama empat hari berturut-turut dengan menggelar bendera Palestina berukuran raksasa. Mereka juga menyerukan universitas tersebut untuk memutuskan hubungannya dengan Israel.

Sementara, di Kanada, ratusan mahasiswa Universitas Toronto berdemonstrasi menuntut diakhirinya perang Israel di Gaza dan mendukung aksi duduk mahasiswa di kampus untuk menentang perang. Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan yang mengutuk pembantaian Israel terhadap warga sipil dan menuntut gencatan senjata segera.

Di Australia, protes dimulai di Universitas Sydney dengan membangun kamp yang menampung 40 hingga 60 mahasiswa setiap malam. Gerakan ini kemudian menyebar ke University of Melbourne, diikuti dengan pembentukan kamp-kamp di University of Queensland dan Universitas Nasional Australia di Canberra.

Semua aksi anak-anak muda di banyak negara melalui para mahasiswanya terlihat  melakukan aksi secara lebih masif, elegan dan menjadi viral di sosial media. Di Indonesia, aksi dukung Palestina masih sering mengusung isu boikot yang rawan ditunggangi kepentingan bisnis. Isu boikot dilakukan secara fokus dan terstruktur dengan terus digoreng dan berpotensi ditunggangi oleh kepentingan bisnis.

Namun, di Indonesia, seringkali ada pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan bisnis dengan menggiring opini tentang tragedi kemanusiaan Palestina menjadi sentimen untuk membenci atau memboikot produk-produk tertentu melalui narasi-narasi disinformasi di sosial media.

Menyikapi fenomena ini, Sekretaris PW GP Ansor Jawa Timur, H.M. Hasan Bisri mengajak masyarakat untuk lebih selektif. Dia melihat masifnya pemakai media sosial yang dengan sengaja memanfaatkan isu Palestina ini dalam konteks untuk kepentingan bisnis dan materi. “Jadi, perjuangan untuk membela Palestina itu sudah tidak murni dari hati, tapi hanya untuk materi atau kepentingan bisnis,” ujarnya.

Dia pun sangat menyayangkan adanya gerakan-gerakan kemanusiaan untuk Palestina yang diiming-imingi kepentingan bisnis ini. “Karenanya, saya bisa berharap masyarakat selektif menerima informasi, selektif dalam melihat orang per orang atau kelompok yang memanfaatkan kondisi ini untuk kepentingan bisnis mereka,” tukasnya.

Di masyarakat NU sendiri, dia mengakui selalu dilakukan edukasi agar selektif dalam menyikapi ajakan boikot. “Selagi ajakan boikot itu menyentuh kemanusiaan itu baik. Tapi, kalau sudah untuk kepentingan politik misalnya politik Amerika, Israel, Palestina atau Hamas, dan untuk kepentingan bisnis, NU akan lebih selektif,” katanya.

Menurutnya, peperangan yang terjadi antara Israel dengan Palestina itu tidak ada hubungannya dengan aksi untuk memboikot produk-produk negara yang bertikai, khususnya sekutu Israel. “Ini adalah urusan peperangan bukan soal boikot. Jadi, urusannya adalah bagaimana agar peperangan itu bisa dihentikan agar jangan sampai masyarakat yang dikorbankan,” ujarnya.

Karenanya, dia juga mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak terprovokasi kepada urusan boikot yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan secara ekonomi. “Lebih baik yang kita serukan itu agar Israel menghentikan serangannya ke Palestina agar tidak terjadi lebih banyak korban lagi,” katanya. (cls)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU