İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

25 February 2024
HomeBeritaPariwisataIni Destinasi Wisata Religi di Bogor yang Belum Banyak Orang Tahu

Ini Destinasi Wisata Religi di Bogor yang Belum Banyak Orang Tahu

SHNet, Bogor- Bogor merupakan daerah yang paling dekat dengan Ibukota DKI Jakarta. Daerah yang mendapatkan julukan “kota hujan” ini memang memiliki banyak destinasi wisata.

Termasuk destinasi wisata religi. Salah satunya adalah Sleeping Buddha atau patung Budha tidur yang berada di Vihara Buddha Dharma dan 8 Pho Sat di Kampung Jati, Desa Tonjong, Kecamatan Tanjur Halang, Bogor.

Patung Budha tidur ini belum banyak diketahui orang. Dibangun pada 2010, keberadaan patung Budha tidur tersebut memiliki panjang 18 meter dan tinggi 4,75 meter menjadi daya tarik minat wisatawan berkunjung ke Bogor. Terlindung dari atap bangunan Vihara, patung Budha Tidur berwarna emas ini seolah sedang tidur dengan tangan kanan menopang bagian kepala.

Patung Budha tidur salah satu destinasi wisata religi di Bogor. (Ist)

Di sisi kiri dan kanan patung Budha tidur bisa melihat deretan miniatur Budha duduk di lemari kaca. Patung-patung ini merupakan bentuk tugu peringatan bagi para donatur vihara.

Menurut Andre Salim, salah satu pengelola vihara mengatakan posisi patung Buddha ini bukan tidur, melainkan meditasi. Dikatakan sebagai Budha berbaring, karena Budha dibangun dengan posisi berbaring menghadap ke kanan.

Bukan Budha tidur tetapi Budha sedang meditasi. (Ist)

“Ada filosofi dibalik posisi tidur menghadap ke kanan, itu posisi terbaik untuk jantung karena tidak memiliki beban,” kata Andre.

Pada awal pembangunan vihara ini, Ade Suwanto Dhanujaya selaku Ketua Yayasan Dharma dan 8 Pho Sat mendapat wangsit dalam bentuk meditasi. Kemudian, keluarga, teman dan teman setuju untuk membangun kuil Budha untuk hari Sabtu Dharma dan Delapan Budha, serta patung Budha tidur. Disebut “8 Pho Sat” karena ada 8 umat Budha di kuil selain Siddhartha Gautama. Pho Sat berarti “Pencerahan Tertinggi”.

Proses pembangunan “Buddha Dharma dan 8 Pho Sat” Vihara memakan waktu sekitar kurang lebih 8 bulan. Uniknya, para pekerja pembuat patungnya harus melaksanakan pola makan Vegetarian.

“Tujuannya agar nafsu atau energi negatif yang ada dalam tubuh para pekerja menyingkir,” ujarnya.

Perbedaan dengan seni pahat lainnya terletak pada bahan dasar pembuatan arca yaitu bahan alam yang langsung diukir. Patung Buddha Berbaring Vihara Buddha Dharma dan 8 Pho Sat ini dibuat oleh pematung di Bandung, Jawa Barat.

Kumpulan metode pembuatan batuan sungai dan buat berbentuk seperti patung dengan ukuran yang ditentukan. Kemudian di cor dan proses penyelesaiannya dipahat dan dicat.

“Karena terlindung atap, patung Budha Tidur di Bogor ini tidak memerlukan biaya pemeliharaan, karena itu lah jika ada wisatawan datang untuk berkunjung ke Vihara Buddha Dharma dan 8 Pho Sat tidak dipungut biaya apapun,” tuturnya. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU