İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

22 February 2024
HomeBeritaKesraIni Dua Tugas Utama Perpusnas yang Bakal Ditata Kembali

Ini Dua Tugas Utama Perpusnas yang Bakal Ditata Kembali

SHNet, Jakarta- PLT Kepala Perpustakaan Nasional Prof. E. Aminudin Azis mengatakan, perpustakaan nasional (Perpusnas) memiliki dua tugas utama yakni mengembangkan budaya baca masyarakat dan literasi.

Kedua tugas utama tersebut akan dikaji dan ditata kembali pada tahun 2024.

Dalam Renstra Perpusnas 2020-2024, Perpusnas menargetkan nilai budaya literasi sebesar 71 (tinggi) dengan nilai budaya kegemaran membaca sebesar 71,3 (tinggi), dan indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) sebesar 15.

“Pengembangan budaya baca masyarakat dan literasi merupakan tugas utama dari Perpusnas. Mari kita tata dua program ini agar budaya baca masyarakat naik dan naik juga tingkat literasinya,” ujar Aminudin Azis kepada wartawan, di Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta, Jumat (19/01/2024).

Menurutnya, minat baca masyarakat Indonesia tinggi. Namun hal tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan buku yang bermutu.

“Minat baca masyarakat Indonesia tinggi, tapi kurangnya buku bermutu. Buku bermutu adalah buku yang diminati pembaca. Yang ada di lingkungan kita, ketiadaan sumber bacaan yang bermutu itu. Anak-anak kelas 3-4 SD dijejali dengan buku-buku bercocok tanam. Buku-buku seperti itu tidak sesuai dengan usia mereka,” papar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek ini.

Sementara itu tingkat literasi masyarakat kita, tidak memuaskan. Menurutnya, tingkat literasi masyarakat yang diukur oleh Perpusnas menunjukkan angka 64 atau kategori sedang.

“Mari kita lestarikan mereka. Akan tetapi, tidak cukup hanya sampai pada tahap digitalisasi, harus ada turunannya yaitu tentang bagaimana memanfaatkannya. Misalnya dengan membuat buku bacaan masyarakat berdasarkan manuskrip tersebut,”

Tahun 2024, Perpusnas akan melakukan tiga program agar budaya baca masyarakat naik dan tingkat literasinya juga naik.

Program pertama, Perpusnas akan melakukan pengarusutamaan naskah Nusantara, baik koleksi langka, naskah kuno dan manuskripnya.

“Mari kita lestarikan tapi tidak cukup sampai digitalisasi saja, tapi manfaatkan manuskrip ini seperti buat buku-buku untuk anak-anak,” ujar Guru Besar dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Terkait penguatan budaya baca dan peningkatan literasi, dia menerangkan bahwa sejatinya budaya baca di Indonesia tidak rendah, melainkan cukup tinggi. Kendalanya, fasilitas buku yang tersedia, baik yang cetak maupun elektronik, masih kurang.

“Karena persoalan yang ada adalah kurangnya buku, maka di masa depan kami menargetkan untuk menyediakan 1.000 judul buku di masing-masing 10.000 lokus,” katanya.

Setelah pengiriman buku, dia menjelaskan, akan ada pelatihan yang diberikan kepada para pengelola perpustakaan dan taman bacaan masyarakat (TBM) yang ada di setiap lokus.

“Pelatihan juga akan diberikan oleh Perpusnas untuk 10.000 orang pengelola perpustakaan dan TBM. Langkah ini diambil dalam upaya untuk menyentuh masyarakat secara langsung karena merekalah yang akan menerima manfaat secara langsung,” ungkapnya

Sedangkan dalam program standardisasi dan pembinaan memiliki dua fokus utama antara lain melakukan survei terhadap kondisi perpustakaan sekolah dan asesmen untuk perpustakaan yang akan akreditasi.

“Melakukan survei terhadap kondisi perpustakaan sekolah untuk pendataan perpustakaan, sedangkan asesmen akan dikerjakan oleh perpustakakan yang akan diakreditasi untuk penilaian perpustakaan. Urusan layanan sudah inklusif di dalamnya,” terangnya.

Di akhir acara, dia meminta awak media untuk turut serta dalam mengampanyekan tiga program penajaman Perpusnas pada 2024.

“Wartawan bertindak sebagai mitra kerja untuk berbagi pandangan mengenai rencana kerja Perpusnas tahun 2024. Saya juga selalu merasa senang bertemu dengan wartawan untuk berbagi informasi karena ini menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada publik dari sebuah lembaga. Semua semata agar publik tahu karena mereka memiliki hak untuk itu,” pungkasnya.

Sejak 29 November 2023, E. Aminudin Aziz ditunjuk sebagai Plt. Kepala Perpusnas, menggantikan Muhammad Syarif Bando. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU