25 February 2024
HomeBeritaKesehatanKehadiran Layanan Kesehatan Intibios di Bandung Perkuat Momentum Pemulihan Ekonomi

Kehadiran Layanan Kesehatan Intibios di Bandung Perkuat Momentum Pemulihan Ekonomi

SHNet, BANDUNG – Kesehatan merupakan investasi strategis bagi suatu generasi. Dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua akan mengalami tantangan kesehatannya masing-masing.

Meski begitu,  pandemi Covid-19 telah membawa pelajaran bagi kita kalau yang muda maupun yang tua bisa menghadapi masalah kesehatan yang sama. Karena itu, penguatan sektor kesehatan pasca-pandemi harus mampu melayani semua segmen masyarakat.

Penguatan sektor kesehatan harus didorong agar dapat semakin memperkuat momentum pemulihan ekonomi. Demikian disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali ketika meresmikan Intibios Lab, Klinik, dan Farmasi di Bandung (15/03/2022).

“Saya menyambut baik kehadiran Intibios Lab, Klinik & Farmasi karena akan mendorong masyarakat menjadi lebih sehat dan produktif. Kita sudah belajar bagaimana negara, dan juga individu atau rumah tangga, harus mengeluarkan biaya yang luar biasa akibat masalah kesehatan. Jika masalah kesehatan bisa diantisipasi dengan pemeriksaan kesehatan, uang, waktu, dan kesempatan bisa dioptimalkan untuk hal-hal produktif,” ujar Zainudin.

Zainudin melanjutkan, kehadiran Intibios di Bandung, yang merupakan ibu kota provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, memiliki makna strategis. Efek dari kesehatan masyarakat akan membawa dampak bagi pemulihan ekonomi. Apalagi, pada provinsi dengan jumlah penduduk yang besar.

“Kalau Bandung sehat, berarti Jawa Barat sehat. Dan kalau Jawa Barat sehat, insya Allah Indonesia akan sehat, Jika penduduk Jawa Barat yang hampir 50 juta jiwa ini terjaga kesehatannya, insya Allah perekonomian kita akan cepat pulih. Karena itu saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Walikota Bandung yang telah bekerja keras mengawal wilayah yang sangat strategis ini selama masa sulit pandemi ini,” papar menteri asal Gorontalo ini.

Intibios Lab, Klinik & Farmasi adalah jaringan nasional layanan kesehatan terintegrasi. Awalnya, sejumlah pengusaha, dokter, dan tenaga ahli laboratorium berkolaborasi membangun laboratorium untuk membantu penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Penguatan sektor kesehatan tidak saja membawa dampak kesehatan individu, tetapi juga produktivitas ekonomi masyarakat. Kesehatan adalah investasi strategis untuk kekuatan bangsa di masa depan. Intibios hadir untuk memberikan layanan terintegrasi yang dibutuhkan masyarakat. Dengan teknologi dan sistem informasi mutakhir, masyarakat akan mendapatkan akseskesehatan yang akurat dan tepercaya,” ujar Rio Abdurrachman, Direktur Utama Intibios Lab, Klinik, dan Farmasi pada acara peresmian tersebut.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali saat memberikan sambutan. (Dok/SHNet)

Intibios Lab, Klinik & Farmasi adalah buah kolaborasi sejumlah pelaku usaha, dokter, dan tenaga ahli laboratorium yang digagas Enggartiasto Lukita, pengusaha senior yang juga mantan Menteri Perdagangan bersama pengusaha Sumadi Seng, Belly Budiman, Rio Abdurrachman, dan Dokter Nanny Djaya. Intibios Lab, Klinik & Farmasi kini memiliki 35 unit layanan di 18 kota di Indonesia.

“Ke depan, sektor kesehatan semakin strategis dalam pembangunan sebuah wilayah. Produktivitas dan ketahanan sosial-ekonomi suatu wilayah semakin ditentukan oleh kehadiran dan kemampuan sektor kesehatan di tempat itu. Kami ingin menjadi bagian dari penguatan sektor kesehatan di kota-kota tempat kami beroperasi, menjadi bagian dari pembangunan ekonomi, ketahanan sosial, dan kualitas manusia di mana pun kami berada,” ujar Enggartiasto Lukita, penggagas dan Komisaris Utama Intibios Lab, Klinik, dan Farmasi.

Rio menjelaskan, pemeriksaan kesehatan melalui medical check-up dan tes yang dibutuhkan di laboratorium, konsultasi dokter, pencegahan penyakit melalui vaksinasi, dan penanganan masalah menggunakan obat-obatan yang disediakan oleh farmasi merupakan satu kesatuan mata rantai untuk membuat masyarakat tetap sehat, tetap produktif, dan bahagia.

“Kami ingin hadir dan menemani tumbuhnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan. Manfaat dari pemeriksaan kesehatan bukan hanya dirasakan oleh individu yang melakukannya, tapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat pada umumnya,” ujar Rio.

Pada acara tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama on the job training antara Intibios dengan sejumlah lembaga pendidikan tinggi yang berbasis di Bandung, yakni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Ilmu Komputer Indonesia (Unikom), International Woman University, Universitas Pasundan, dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom). Dalam kesepahaman tersebut, Intibios membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk bekerja magang di unit-unit Intibios di seluruh Indonesia.

“Kami juga ingin memanfaatkan kehadiran kami untuk mendukung program Kampus Merdeka dari pemerintah.Semoga semakin banyak universitas dan akademi keperawatan atau laboratorium yang mengembangkan kesiapan para mahasiswa memasuki dunia kerja,” ujar Rio.

Acara peresmian ini dihadiri juga oleh Wakil Ketua Komisi VIII Tubagus Ace Hasan Syadzily, Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa, anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan, dan Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Bandung Yana Mulyana.

Sebagai tanda peresmian, Zainudin menandatangani prasasti. Acara yang tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat itu ditutup dengan peninjauan fasilitas. (Nonnie Rering)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU