20 April 2024
HomeBeritaKemendag Bebaskan Monoetilen Glikol dan 11 Pos Tarif Bahan Baku Plastik dari...

Kemendag Bebaskan Monoetilen Glikol dan 11 Pos Tarif Bahan Baku Plastik dari Ketentuan Pembatasan Impor

SHNet, Jakarta-Kementerian Perdagangan membebaskan kembali komoditas monoetilen glikol (MEG) dan 11 pos tarif bahan baku plastik dari ketentuan pembatasan impor. Pembebasan ini diharapkan  dapat membantu  industri dalam  negeri mendapatkan  bahan  baku  untuk  menunjang produksi mereka.

“Dengan adanya pembebasan ini, kami harap industri pengguna komoditas bahan baku plastik dan komoditas  MEG  terbantu  untuk  mendapatkan  bahan  baku.  Perubahan  kebijakan  ini diperlukan karena industri sejenis di dalam negeri penghasil bahan baku tersebut belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan dalam negeri,” kata Direktur Impor Kemendag Arif Sulistiyo.

Perubahan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan  Atas  Peraturan  Menteri  Perdagangan  Nomor  36  Tahun  2023  tentang  Kebijakan  dan Pengaturan  Impor.  Permendag  Nomor  3  Tahun  2024  telah  diundangkan  pada 7 Maret  2024  dan akan mulai berlaku pada 10 Maret 2024.

Arif  mengungkapkan,  Permendag  Nomor  3  Tahun  2024  diterbitkan  setelah  Kemendag  menerima masukan dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta beberapa asosiasi pelaku usaha antara lain Asosiasi  Produsen  Synthetic  Fiber  Indonesia  (APSyFI),  Asosiasi  Industri  Plastik  Hilir  Indonesia (APHINDO),   Rotokemas   Indonesia, Asosiasi   Biaxially   Oriented   Films   Indonesia   (ABOFI),   dan Gabungan  Importir  Nasional  Seluruh  Indonesia  (GINSI).  Asosiasi-asosiasi  tersebut  menyampaikan masukan  terkait  pengaturan  impor  komoditas  MEG  dan  bahan  baku  plastik  dalam  Permendag Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor yang akan berlaku pada 10 Maret 2024.

Asosiasi-asosiasi menyampaikan, pengaturan impor komoditas MEG dan bahan baku plastik akan berdampak  pada  keberlangsungan  industri  dalam  negeri  pengguna  bahan  baku  tersebut.  Hal  itu dikarenakan saat ini industri di Indonesia berada dalam posisi kekurangan pasokan (shortage) dan sebagian besar kebutuhan masih harus dipenuhi dari impor. Kemendag menindaklanjuti masukan tersebut  melalui  koordinasi  dengan  kementerian  dan  lembaga  terkait  yang  dikoordinasikan  oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,” ungkap Arif.

Sebagai tindak lanjut, telah diadakan Rapat Koordinasi Terbatas Tingkat Menteri pada 28 Februari 2024  yang  dipimpin  Menteri  Koordinator Bidang  Perekonomian  Airlangga  Hartarto.  Pertemuan ditujukan untuk membahas perubahan Permendag Nomor 36 Tahun 2023.

“Agar implementasi impor barang tertentu sebagaimana diatur dalam Permendag Nomor 36 Tahun 2023 dapat  dilaksanakan  secara  optimal,  dalam hal  ini  terkait  komoditas  MEG  dan  bahan  baku plastik   untuk   pemenuhan   ketersediaan   bahan   baku   di   dalam   negeri,   Kemendag   membuat perubahan melalui Permendag Nomor 3 Tahun 2024,” pungkas Ari.(cls)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU