1 December 2021
HomeBeritaKemendagri Puji Pilkades Serentak di Kabupaten Bandung Terapkan Protokol Kesehatan

Kemendagri Puji Pilkades Serentak di Kabupaten Bandung Terapkan Protokol Kesehatan

SHNet, Jakarta –  Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 49 desa di Kabupaten Bandung  yang berlangsung Rabu (20/10) berjalan dengan lancar dan aman. Pelaksanaan pilkades yang diikuti 198  calon kepala desa itu juga menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Direktur Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Aferi S Fudail, yang mewakili Dirjen Bina Administrasi Pemerintahan Desa Kemendagri, memantau langsung pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Bandung dengan mengunjungi sejumlah lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna dan pejabat Forkompinda Kabupaten Bandung, Aferi S Fudail mendatangi antara lain lokasi TPS 06 yang terletak di GOR Seroya, Desa Pamekaran, Soreang dan TPS 13 yang berada di Desa Sukamukti.

Di TPS ini, Aferi S Fudail melihat serta mengechek kesiapan logistik pilkades, penerapan protokol kesehatan serta kesiapan anggota kelompok panitia pemungutan suara (KPPS). Ia juga menanyakan prosedur dan tahapan pemungutan suara berikut prokes yang harus diikuti pemilih dan petugas KPPS kepada Ketua KPPS setempat.

Aferi S Fudail memuji komitmen Bupati Bandung Dadang Supriatna yang menargetkan desa yang menggelar pilkades, warganya harus sebanyak 60 persen sudah menjalani vaksinasi.

“Pak Bupati Bandung melakukan kegiatan vaksinasi untuk mencapai target 60 persen warga sebagai rangkaian persiapan pilkades,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan pilkades di wilayahnya menerapkan protokol kesehatan. Seluruh panitia di TPS, misalnya, telah mengikuti tes antigen pada saat pelaksanaan. Jika ada yang positif terpapar COVID-19, panitia cadangan sudah disiapkan.

Dadang menambahkan, pilkades di Bandung sudah empat kali tertunda dari sejak Juli 2021 akibat pandemi COVID-19 dan penerapan PPKM.

“Pelaksanaan Pilkades ini dipantau langsung oleh Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), karena ini kaitan dengan pandemi sehingga  pilkades harus betul-betul dilaksanakan dengan baik,” kata Dadang.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemkab Bandung Rahmat Hidayat menjelaskan, dari sebanyak 198 calon kepala desa (cakades) 32 calon di antaranya merupakan incumbent atau kepala desa yang masih menjabat.

Cakades didominasi laki-laki sebanyak185 orang dan 13 perempuan. Paling muda berusia 30 tahun (Desa Jatisari,Kutawaringin) dan cakades paling tua berumur 68 tahun (Desa Jatisari, Cangkuang).

Dilihat dari tingkat pendidikan, paling rendah berpendidikan SMP sebanyak 10 orang dan paling tinggi berpendidikan S-2 sebanyak 8 orang.  Kebanyakan lulusan SMA 123 orang dan sarjana S-1 51 orang.

Pilkades di Kabupaten Bandung diikuti 414.316 pemilih dan terdapat 1.023 Tempat Pemungutan Suara (TPS). (Victor)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU