24 January 2022
HomeBeritaKemenparkraf: Program Desa Wisata Bangkitkan Ekonomi Nasional Pasca COVID-19

Kemenparkraf: Program Desa Wisata Bangkitkan Ekonomi Nasional Pasca COVID-19

SHNet, Jakarta – Pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatit berharap Program Desa Wisata bisa menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi nasional yang mengalami kelesuan akibat dihantam pandemi COVID-19. Melalui penerapan strategi membangun ekonomi dari desa melalui Program Desa Wisata, perekonomian nasional diharapkan bisa bangkit dan pulih kembali.

“Program Desa Wisata diharapkan bisa menjadi game changer (pengubah permainan) dalam upaya pemerintah untuk membangkitkan perekonomian nasional pasca COVID-19,” kata Direktur Tata Kelola Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indra Ni Tua saat tampil sebagai pembicara pada webinar “Desa Wisata; Peluang dan Tantangan”, Kamis (11/11).

Webinar diselenggarakan media sinarharapan.net dengan mengundang sejumlah pembicara selain Indra Ni Tua yakni Direktur Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT Moh Fahcri, Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) Andi Yuwono dan Kepala Desa Serang, Blitar, Jawa Timur Dwi Handoko. Tampil sebagai moderator dosen Akademi Televisi Indonesia dan Praktisi Media Suradi.

 

Indra Ni Tua mengingatkan, pada tahun 2014 Presiden Jokowi telah menetapkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan dan prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional. Untuk itu, seluruh sumber daya kementerian dan lembaga difokuskan untuk membangun sektor pariwisata.

Sebelum pandemi, sektor pariwisata menjadi unggulan dalam menambah pundi-pundi keuangan negara. Ada sebanyak 20 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Selain itu, ada sekitar 375 juta pergerakan wisatawan lokal dan memasukkan devisa negara sebanyak 20 miliar US dolar per tahun.

Namun, setelah COVID-19 melanda, pendapatan negara anjlok karena jumlah wisatawan mencanegara menurun drastis dan wisata lokal mati suri. Diperkirakan, pendapatan negara dari sektor pariwisata turun hingga 80-85 persen.

“Sekarang kita harus mencari strategi untuk membangkitkan ekonomi nasional dan pemerintah sudah sepakat kembali ke sektor pariwisata sebagai motor penggeraknya. Dalam kaitan ini, kita akan kembangkan Program Desa Wisata dengan mengandalkan wisata  alam dan budaya,” ujar Indra Ni Tua.

Strategi yang dikembangkan membangun ekonomi nasional, kata alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini sama seperti taktik gerilya di masa kemerdekaan RI.

“Melalui strartegi Program Desa Wisata, kita akan gerilya membangkitan perekonomian warga di desa-desa melalui pariwisata   untuk membangun kebangkitan ekonomi nasional,” tuturnya.

Indra mengingatkan, Indonesia memiliki desa-desa dengan potensi alam, tradisi, budaya, sosial, hingga makanan yang sangat beragam. Sebanyak 90 persen wisata Indonesia pada dasarnya menjual wisata alam dan budaya.

Program Desa Wisata dikembangkan dengan  menerapkan wisata berbasis komunitas (community based tourism/ CBT). CBT merupakan konsep pengembangan destinasi wisata melalui pemberdayaan masyarakat lokal yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan, sosial, dan budaya. Secara garis besar, konsep CBT berupaya membangun keterampilan komunitas dan menjaga konservasi lingkungan.

“Dalam konsep Program Desa Wisata, kehidupan petani tidak berubah dan tetap mengedepankan kearifan lokal. Hanya saja ekses dari pariwisata seperti adanya sampah ini yang harus diperhatikan,” ujarnya. (Victor)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU