20 April 2024
HomeBeritaKepala BSKDN Imbau Pemda Kalteng Perluas Kolaborasi untuk Wujudkan Ekosistem Inovasi Berkualitas

Kepala BSKDN Imbau Pemda Kalteng Perluas Kolaborasi untuk Wujudkan Ekosistem Inovasi Berkualitas

SHNet, Palangka Raya – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengimbau Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) agar memperluas kolaborasi dengan berabgai pihak. Upaya tersebut dilakukan guna mewujudkan ekosistem inovasi yang lebih berkualitas.

Hal itu disampaikan Yusharto saat memberi sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalteng Tahun 2023. Kegiatan tersebut di gelar di Aula Serbaguna Bappelitbang Provinsi Kalteng pada Senin, 14 Agustus 2023.

Yusharto menjelaskan, setiap tahun BSKDN menilai kualitas sistem inovasi suatu daerah melalui sistem Indeks Inovasi Daerah (IID). Namun, IID tidak mengukur inovasi per inovasi, melainkan seacara menyeluruh.

Menurutnya, untuk memiliki sistem inovasi yang berkualitas, daerah tidak bisa lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak. Tidak mungkin ada satu lembaga atau satu entitas mana pun bisa melakukan inovasi tanpa melakukan kolaborasi.

“Untuk itu sangat diharapkan berbagai stakeholder ini akan berkontribusi dalam penyelenggaraan inovasi di daerahnya masing-masing. Bapak/ibu sekalian, kenapa kita butuh bersinergi untuk melaksanakan inovasi? Karena kita akan membutuhkan berbagai keahlian mengembangkan inovasi,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan data terakhir per tanggal 27 Juli 2023, Yusharto mengungkapkan sebanyak 27.111 inovasi daerah sudah berhasil dihimpun.

Jumlah yang terhimpun itu terdiri dari berbagai inovasi meliputi 24.699 inovasi penerapan, 1.039 inovasi uji coba, dan 1.373 inovasi inisiatif. Pelaporan tersebut dilakukan oleh 521 Pemda.

“Dalam hal ini, inisiator inovasi dapat beragam bisa kepala daerah, anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah), Aparatur Sipil Negara (ASN) juga masyarakat secara luas yang perlu terus didukung kiprahnya agar terus meningkatkan inovasi,” ujarnya.

Yusharto mengingatkan agar Pemda Kalteng terus melibatkan inovasi dalam menyelesaikan beragam masalah penyelenggaraan pemerintahan.

Selain itu, pemanfaatan hasil riset sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan juga perlu terus dilakukan, sehingga kebijakan yang diputuskan bisa lebih efektif dan sesuai fakta di lapangan.

“Harapannya, setiap inovasi yang dimiliki daerah itu harus punya relasi yang positif dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penyediaan tenaga kerja, inflasi daerah,” paparnya. Dengan demikian, inovasi dapat berkontrusi terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah secara lebih konkret. (Ina)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU