27 January 2022
HomeLIFESTYLEKisah 20 Tahun Perjalanan Superbrand Ini Terungkap di “Dapur Cokelat Bercerita”

Kisah 20 Tahun Perjalanan Superbrand Ini Terungkap di “Dapur Cokelat Bercerita”

SHNet, Jakarta– Dapur Cokelat, brand yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Bahkan Dapur Cokelat sudah menjadi salah satu superbrand Indonesia.

Tahun ini, Dapur Cokelat genap berusia 20 tahun. Waktu yang bukan sebentar untuk dapat bertahan dalam bisnis kuliner. Apalagi ketika harus berhadapan dengan pandemi Covid-19.

Kisah 20 tahun perjalanan salah satu superbrand Indonesia ini, coba diungkapkan dalam buku berjudul “Dapur Cokelat Bercerita”.dan diluncurkan pada Kamis (7/10).

Buku yang ditulis Asteria Elanda mengungkapkan kisah sang pemilik Dapur Cokelat, Ermey Trisniarty dalam merintis usahanya dari nol hingga menjadi superbrand yang memiliki 42 outlet yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Buku berformat hard cover yang menampilkan 10 bab ini dilengkapi dengan 9 signature recipes Dapur Cokelat yang sudah sangat dikenal masyarakat. Buku yang berisi kisah
inspiratif perjalanan Ermey dan Dapur Cokelat ini merupakan contoh sempurna agar kita berani bermimpi dan berani mewujudkan mimpi kita.

Berawal dari kecintaan Ermey Trisniarty kecil akan cokelat serta didukung oleh lingkungan keluarga yang dinamis dan kreatif, Ermey memantapkan diri mengambil jalur pendidikan yang sesuai dengan passionnya.

Ermey bergabung dengan SMIP (Sekolah Menengah Industri Pariwisata) DKI Menteng, kemudian menekuni jurusan Bakery and Pastry Production dilanjutkan Management Pattiserie di STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) Bandung atau yang lebih dikenal sebagai NHI (National Hotel Institute). Ia juga konsisten menimba ilmu pattiserie ke manca negara sejak tahun 2005 hingga saat ini.

Selulus dari STP Bandung, Ermey berkesempatan bekerja di beberapa perusahaan besar sambil menerima pesanan membuat chocolate praline bersama kakak tercinta, almarhum Gusnidar, dikerjakan di dapur rumah.

Akhirnya pada tahun 2001, Ermey memberanikan diri untuk membuka Toko Cokelat dengan
dibantu almarhum Gusnidar dan Okky Dewanto yang kemudian menjadi suami Ermey serta Direktur Utama Dapur Cokelat. Dengan peralatan terbatas Toko Cokelat kemudian bermetamorfosis menjadi Dapur Cokelat yang memiliki dapur produksi yang besar moderen.

Layaknya sepotong kue Two Seasons Cake, signature cake Dapur Cokelat, terbuat dari bermacam unsur yang justru membuatnya lezat, lembut dan berkarakter, demikianlah juga perjalanan Dapur Cokelat mengalami masa ups and downs dalam mengukir eksistensi di tengah ketatnya persaingan industri food and beverage tanah air. Ujian demi ujian dilewati bersama dengan team Dapur Cokelat yang tangguh – yang sudah seperti keluarga sendiri bagi Ermey.

Dua ujian terbesar dalam perjalanan Dapur Cokelat adalah fenomena era digital dan terpaan pandemi Covid-19. Dapur Cokelat dipaksa berinovasi menghadapi dua badai besar tersebut, dan dengan tekad dan kreatifitas tinggi keduanya dapat dihadapi dengan mulus. Bagi Ermey kuncinya adalah mau belajar dan inovasi tiada henti. Dapur Cokelat dengan cepat menghadapi era digital dengan melakukan digitalisasi usahanya dan segera beradaptasi di era pandemi dengan menciptakan kue baru dengan harga terjangkau, membuat pick-up points dan menjual adonan premix.

Ermey pun menjadi lebih dekat dengan konsumen dan aktif menyapa lewat digital events seperti membagikan tips & tricks di live Instagram.

Pakar kuliner William Wongso mengatakan, 20 tahun yang lalu cokelat belum begitu eksis seperti sekarang. “Mba Ey (sapaan Ermey) termasuk orang yang konsisten dan fokus pada usahanya Dalam membangun usaha di bidang kuliner, kita harus jeli, sadar akan kualitas, serta tahu pangsa pasarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nur Asia mengaku kagum dengan Dapur Cokelat. “Mba Ey sosok perempuan tangguh, inovatif dan tetap mengurus keluarga. Kita juga harus bisa optimis dan semangat, terus berinovasi, berkolaborasi agar tetap survive di masa pandemi. Terus bangkit, jangan pernah menyerah,” tutur istri dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno ini

Buku “Dapur Cokelat Bercerita” dicetak oleh PT Gramedia Jakarta, cetakan pertama Juni 2021. Dapatkan buku “Dapur Cokelat Bercerita” di semua outlet Dapur Cokelat dan toko buku Gramedia di seluruh Indonesia. Mari bermimpi dan hidupkan mimpi! (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU