23 June 2024
HomeBeritaKPK Diminta Kembangkan Perkara Dugaan Jual Beli Proyek APBD Lampung Tengah

KPK Diminta Kembangkan Perkara Dugaan Jual Beli Proyek APBD Lampung Tengah

SHNet Jakarta – Polres Metro Lampung menahan Tersangka Erwin Saputra yang mengaku diperintahkan Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad untuk mencari peminat proyek APBD senilai Rp. 80.000.000.000 (delapan puluh miliar rupiah). Belakangan diketahui proyek yang ditawarkan kepada korban Habriansyah tidak ada alias fiktif.

“Karena itu kami minta KPK lakukan pengembangan perkara” kata Agung Mattauch, Kuasa Hukum Habriansyah, sehabis membuat pengaduan di kantor KPK di Jakarta, Senin (10/6).

Menurut Agung, Polres Metro Lampung sudah menetapkan 2 tersangka kasus penipuan atau penggelapan dengan modus menawarkan proyek APBD Lampung Tengah, atas nama tersangka Erwin Saputra dan Ferdian Ricardo, sedangkan yang menjadi korban adalah Habriansyah (sesuai Laporan Polisi No LP/B/220/SPKT/Polres Metro/Polda Lampung tanggal 15 Agustus 2023).

Seperti diketahui, kasus ini berawal pada Maret 2022 Erwin Saputra mengaku diperintahkan Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad untuk mencari siapa saja yang mau mengerjakan proyek APBD Lampung Tengah senilai Rp. 80.000.000.000 (delapan puluh miliar rupiah).

Tawaran juga diberikan kepada korban untuk proyek pembangunan jalan di Lampung Tengah dengan meminta uang pelicin sebesar Rp. 2.071.550.000 (dua miliar tujuh puluh satu juta lima ratus lima puluh ribu rupiah).

Belakangan proyek APBD yang dijanjikan kepada korban ternyata tidak ada ada/fiktif, sedangkan uang yang dibayarkan sudah diserahkan para pelaku kepada Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad.

Ketika korban melakukan konfirmasi langsung kepada Musa Ahmad, korban hanya dijanjikan akan mendapatkan proyek pengganti tahun depan. Tapi proyek yang dijanjikan inipun tidak pernah terbukti sehingga korban membuat laporan polisi di Polres Metro Lampung. Penyidik sudah menahan Tersangka Erwin Saputra, tapi Ferdian Ricardo buron.

Dalam pemeriksaan polisi inilah, Erwin Saputra membongkar modus operandi jual beli proyek APBD Lampung Tengah yang melibatkan Musa Ahmad. Uang yang diterima Erwin Saputra dari korban pada akhirnya diserahkan kepada Musa Ahmad.

Kapolres dalam Suratnya No. B/157/VII/RES.1.11/2024/Reskrim juga sudah meminta ijin kepada Gubernur Lampung untuk melakukan pemanggilan terhadap Musa Ahmad. Namun yang bersangkutan mangkir hadir.

Sebelumnya pada Mei 2024, penyidik juga sudah mengeluarkan DPO terhadap Ferdian Ricardo yang mengaku sebagai keponakan Musa Ahmad. Karena menyebut-nyebut nama Musa Ahmad dalam proyek APBD Lampung Tengah maka kami mohon KPK menindaklanjuti temuan penyidik. Kami juga sudah meminta agar penyidik melibatkan PPATK untuk menelusuri aliran dana, termasuk aliran dana ke Musa Ahmad. (mayhan)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU