İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

22 February 2024
HomeBeritaMantan Sekjen PRD: Penolakan Terhadap Putusan PN Pusat Membuka Bobrok Partai Politik

Mantan Sekjen PRD: Penolakan Terhadap Putusan PN Pusat Membuka Bobrok Partai Politik

JAKARTA– Penolakan terhadap putusan PN Pusat yang memenuhi gugatan Partai Prima, telah membuka borok bahwa partai-partai dan kebanyakan politisi sebenarnya tidak penah perduli dengan kecuramgan pemilu selama ini. Demikian Petrus Hariyanto, mantan Sekjend Partai Rakyat Demokratik (PRD) kepada pers di Jakarta, Jumat (3/3/2023)

“Mereka tidak perduli dengan pelanggaram hukum. Mereka hanya perduli Pemilu berjalan tanpa gangguan dan kepentingam mereka terpenuhi dalam pergantian anggota parlemen dan pergantian presiden,” ujarnya.

Padahal menurutnya sudah menjadi rahasia umum kecurangan terjadi di semua pemilu.

“Suap menyuap antara partai dan panitia Pemilu. Rakyat tahu persis jual beli suara dan banyak lagi kecurangan yamg terjadi selama pemilu selama ini,” jelasnya.

Kecurangan dalam proses persiapan Pemilu saja menurutnya tidak ada yang perduli bahkan menutup mata.

“Partai Prima justru menuntut hak perdatanya yang dicurangi secara terang-terangan dan mendapatkan keadilan, malah diabaikan,” ujarnya.

Jalan keluarnya putusan PN Negeri harus dipatuhi dan tak boleh dilanggar. Sehingga jadi pelajaran bagi semua politisi bahwa kecurangan dalam proses demokrasi tidak bisa jadi angin lalu.

“Mometum ini jadi pelajaran penting dalam demokrasi. Bahwa demokrasi tidak boleh melanggar hukum,” tegasnya.

Kalau dilanjutkan menurutnya maka untuk kedepan tidak perlu lagi ada pengadilan yang harus dipatuhi.

“Untuk apa ada Pemilu dan demokrasi tapi tidak ada hukum yang dipatuhi. Ini anarkisme namanya,” ujarnya. (den)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU