İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

22 February 2024
HomeBeritaMau Tahu Seperti Apa Bau Laki-laki Lajang? Begini Caranya

Mau Tahu Seperti Apa Bau Laki-laki Lajang? Begini Caranya

SHNet,Jakarta – Salah satu pertanyaan fisiologi adalah bagaimana penciuman seseorang memengaruhi perilaku orang-orang di sekitarnya. Penelitian terbaru berfokus pada bagaimana, khususnya, aroma pria memengaruhi wanita.

Eksperimen oleh psikolog dari Macquarie University di Sydney Australia, menunjukkan bahwa wanita dapat mengetahui dari penciumannya mana pria yang sudah menikah dan mana yang belum menikah. Selain itu, wanita menganggap bau pria lajang lebih seksi daripada bau pria yang sudah diambil.

Eksperimen tersebut melibatkan 82 wanita heteroseksual, yang usianya berkisar antara 18 hingga 35 tahun. Peneliti meminta mereka mengevaluasi bau badan dan wajah pria.

Setiap peserta penelitian menerima T-shirt dari enam pria: tiga di antaranya tidak memiliki hubungan tetap, dan tiga sudah menikah.

Para pria mengenakan kaus mereka selama 24 jam, dan para wanita harus mengendusnya setelah itu. Mereka juga diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: “Seberapa banyak Anda menyukai/tidak menyukai bau ini?” dan “Seberapa seksi bau ini?”.

Para peneliti menemukan bahwa bau badan pria lajang lebih kuat untuk semua wanita daripada pria dalam suatu hubungan. Peserta yang sudah menikah juga menilai wajah pria lajang lebih maskulin.

Menurut para ilmuwan, wanita dapat mengenali pria lajang karena kadar testosteron: semakin tinggi kadar testosteron, semakin kuat baunya. Mungkin menguntungkan bagi wanita dari sudut pandang evolusioner untuk mencari pria lajang, karena mereka berpotensi memiliki lebih banyak sumber daya dan waktu untuk dibelanjakan. (ina)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU