25 February 2024
HomeBeritaPariwisataMenparekraf Ingin Desa Wisata Meat Berperan di Aquabike Jetski World Championship 2023

Menparekraf Ingin Desa Wisata Meat Berperan di Aquabike Jetski World Championship 2023

SHNet, Balige – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan Desa Wisata Meat mengambil peran penting dalam Aquabike Jetski World Championship 2023.

Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Wisata Meat dalam rangka peninjauan MEAT Art & Culture Festival 3.0. di Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sumatra Utara (Sumut), kemarin, mengatakan Desa Meat merupakan desa wisata binaan Inalum yang juga menjadi desa unggulan. Tercatat di Kabupaten Toba ada beberapa desa wisata yang menjadi daya tarik pariwisata kawasan sekitar Danau Toba.

(Dok. Biro Komunikasi Kemenparekraf)

“Saya melihat di desa wisata ini ekonomi kreatif tumbuh. Masyarakatnya juga semangat, dan ini juga salah satu side event dari Aquabike Jetski World Championship 2023,” katanya.

Saat hadir ke Desa Wisata Meat, Menparekraf disambut masyarakat setempat dengan suka cita, bahkan ia dipakaikan Ulos Ragi Hotang.

Sandiaga Uno menyebutkan, ulos yang diberikan kepadanya memiliki banyak makna. Ulos tersebut juga sebagai simbol kasih sayang, kesuburan, dan kehidupan serta harapan, sejak dalam kandungan hingga meninggal dunia.

(Dok. Biro Komunikasi Kemenparekraf)

“Itulah filosofi dari Ulos Ragi Hotang yang saya kenakan, dan diberikan oleh masyarakat di Desa Wisata Meat ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan, arahan dari Presiden Joko Widodo bahwa dalam 11 bulan terakhir tugas Kemenparekraf yakni untuk memastikan dilakukannya perkuatan motivasi masyarakat dalam membangun sektor parekraf.

“Agar destinasi-destinasi wisata di Danau Toba bisa meningkat, memberikan manfaat, dan insya Allah atas izin Tuhan menjadi saluran berkat bagi masyarakat, dan event ini harus kita dukung sepenuhnya,” katanya.

Menparekraf Sandiaga berharap ke depan masyarakat di Desa Wisata Meat dapat lebih sejahtera, ekonomi dan pendapatan masyarakatnya meningkat.

“Kalau lihat dari ulos yang dihasilkan di Desa Wisata Meat ini, kelasnya sudah kelas yang sangat tinggi, dan value-nya juga bisa kita banggakan sebagai produk unggulan bagi desa wisata ini,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU