1 December 2021
HomeBeritaKesraMensos Tanamkan Nilai Kepahlawanan kepada Anak-anak

Mensos Tanamkan Nilai Kepahlawanan kepada Anak-anak

SHNet, Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengajak anak-anak Indonesia untuk menerapkan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya menjaga persatuan dan kesatuan serta pantang menyerah.

Hal ini disampaikan di depan ratusan siswa siswi dalam acara Penguatan Nilai Kepahlawanan melalui Pelajar di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Senin (22/11).

“Para pahlawan terdahulu sudah membuktikan bahwa dengan persatuan, kita bisa meraih kemerdekaan walaupun dengan senjata sangat terbatas. Jadi anak-anakku semuanya, kalau sekarang kita terpecah belah, maka kita semakin dekat kehancuran,” kata Mensos.

Ia mencontohkan perilaku pemecah belah yang masih terjadi di lingkungan sekolah seperti perundungan yang sering kali menjadikan anak minder bahkan tidak mau sekolah.

Berdialog dengan anak-anak, Mensos kemudian menyampaikan nilai kepahlawanan lainnya yang harus dicontoh adalah sikap pantang menyerah.

Menurutnya, jika musuh para pahlawan terdahulu adalah penjajahan, musuh yang dihadapi hari ini adalah kemiskinan dan kebodohan. Keduanya harus diperangi.

“Jangan katakan anak orang miskin tidak akan berhasil. Jadi keberhasilan dan kesuksesan itu tergantung kalian sendiri, bukan orang lain,” kata Mensos.

Mensos menekankan bahwa kemerdekaan yang kita peroleh hari ini adalah hasil perjuangan para pahlawan melawan penjajah yang ingin menguasai nusantara. Oleh karena itu penguatan nilai kepahlawanan harus terus menerus dilakukan.

Ganang Sudirman, Cucu Jenderal Sudirman mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial. Menurutnya, kegiatan Hari Pahlawan bukan hanya untuk dikenang jasa-jasa pahlawan, tetapi nilai-nilai perjuangan pahlawan harus diteruskan kepada generasi berikutnya.

Ia mengharapkan ada film yang mengangkat kisah-kisah pahlawan yang menginspirasi anak-anak. “Dengan menonton film tersebut, tokoh yang ditampilkan dapat menginspirasi anak-anak,” ujarnya.

Dirjen Pemberdayaan Sosial Edi Suharto melaporkan kegiatan ini menghadirkan narasumber perwakilan Keluarga Pahlawan Nasional dan sejarawan yang diikuti oleh 200 pelajar SD, SMP, SMA di wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung serta para pemenang Lomba Karya Ilmiah Kepahlawanan dari 34 provinsi beserta guru pendamping.

Kegiatan ini didahului dengan kunjungan pada Minggu 21 November 2021 ke Makam Pahlawan Nasional Moh. Hatta, TMPNU Kalibata, serta kunjungan ke museum (Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Sasmita Loka Akhmad Yani, Museum AH Nasution, dan Monumen Pancasila Sakti) serta menonton film dokumenter Pertempuran 10 November 1945.

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan atau wawasan tentang kepahlawanan di kalangan pelajar, meningkatkan rasa kecintaan terhadap tanah air, meningkatkan daya kreativitas dalam mengembangkan nilai kepahlawanan di kalangan para pelajar, serta meningkatkan kesadaran untuk menerapkan semangat dan nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

Turut hadir dalam kegiatan Dirjen Dayasos, Dirjen Linjamsos, Irjen Kemensos, Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S), Staf Ahli Mensos, Staf Khusus Mensos, serta Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional (IKPN). (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU