16 June 2024
HomeBeritaNajelaa Shihab: Kita Butuh Percepatan Perubahan

Najelaa Shihab: Kita Butuh Percepatan Perubahan

SHNet, Jakarta-Pendiri Yayasan Guru Belajar yang dikenal sangat serius mengemati bidang pendidikan dan juga mendirikan Sekolah Cikal, Najelaa Shihab menegaskan, saat ini kita butuh percepatan perubahan, bukan lagi perubahan, sebab perubahan suatu keharusan, demi kemajuan pendidikan dan peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia.

“Jika kita bergantung pada Pemerintah untuk suatu perubahan, maka perubahan yang kita inginkan akan sangat lama. Karena itu, semu aunsur penggerak pendidikan, harus bergerak cepat mendorong percepatan perubahan,” ujar Najelaa dalam acara “Media Gathering dan Pelatihan Publikasi Merdeka Belajar”, di Goodrich Suites, Jakarta Selatan, Kams (16/03/2023).

Kepada sejumlah media yang hadir, Najelaa juga mengimbau agar media ikut berperan menampilan dan menyuarakan figure-figur penggerak dunia pendidikan, terutama guru diberbagai pelosok daerah yang dengan semangat tinggi ingin melakukan perubahan, demi percepatan kemajuan.

Dalam diskusi ini Najelaa menilai, selama ini Pemerintah menganggap dirinya sebagai satu-satunya akor yang paling berdaya. Padahal,tegasnya, penggerak perubahan semestinya semua orang, semu akalangan, mulai dari guru, siswa, orang tua, kepala sekolah, dan mereka yang pedulu pada kemajuan pendidikan.”Jadi seharusnya yang memberdayakan itu semua elemen masyarakat,” katanya.

Diakui Najelaa, pendidikan sebagai sektor, masih snagat tradisional, bahkan seabad silam dengan kondisi saat ini tidka banyak berbeda. Jadi, ketika perubahan si bidnag pendidikan sudah berlipat ganda, pendidikan kita malah makin tertinggal, seolah sulit mengejar.

“Jadi, salah satu solusi, pendidikan harus berpusat pada anak didik. Pendidikan harus menjadi jembatan masa depan, karena masa depan it uterus berubah. Jadi kata kunci pendidikan itu mesti kontekstual,” ujar Najelaa.

Mengingat tema diskusi ini merdeka belajar, Najelaa menyatakan, di Yayasan Guru Belajar, kemerdekaan belajar menjadi fondasi pendidikan. Kita yakin,kemerdekaan belajar itu bagian yang esensial  dari tujuan pendidikan.”Formula merdeka belajar itukompetensi yang harus tumbuh di ekosistem,” tambahnya.


Foto bersama pendiri, ketua, dan pengurus Yayasan Guru Mengajar, peserta yaitu guru dan pengawas sekolah, foto bersama, usai diskusi dalam acara “Media Gathering dan Pelatihan Publikasi Merdeka Belajar” di Goodrich Suites, Jakarta Selatan, Kams (16/03/2023).

Sementara Ketua Yayasan Guru Belajar menambahkan, pelibatan semua unsur atau stakeholder dalam konteks pendekatan atau persepsktif ekosistem sangat penting.

Bukik juga menyebut, peraturan atau regulasi bidang pendidikan justr kadang menghambat kemajuan pendidikan. Dia menyebutkan tunjangan sertifikasi yang akhirnya berujung pada perlombaaan untuk mendapatkannya dan sebagian guru tak memperoleh, karena ini berdampak pada honor bagi mereka yang mendapatkan sertifikasi.

Diungkapkan Bukik, pemikiran atau pendapat dari sejumlah individu yang menyuarakan atau melontarkan gagasan penolakan atas suatu kebijakan seperti zonasi dalam system penerimaan siswa baru atau PPDB, juga menghambat tujuan dari kebijakan ini, terutama di kota-kota besar. “Kebijakn zonasi di sejumlah daerah malah tak masalah.”

Terkait soal zonasi ini, Najelaa menambahkan bahwa kebijakan ini punya tujuan ideal yaitu keadilanmendapatkan pendidikan. “Suara yang menolak, biasanya dari skolah yang oleh masyarakat dinilai favourite, kini tidak lagi. Selama ini mereka jadi pemenang atau unggul, kini harus menerima siswa yang nilainya tidak sama dengan sebelumnya.Jadi, menurut saya, zonasi itu sudah bagus,” katanya.

Cerita Praktik Baik

Sebagai lembaga philanthropic intermediary i yang memberdayakan pendidik menjadi penggerak perubahan melalui kolaborasi beragam organisasi penggerak: keguruan, kepemimpinan, jaringan sekolah/madrasah, Yayasan Guru Belajar memeberikan kesempatan bagi para guru di seluruh daerah untuk menjadi motor penggerak.

Dalam acara di Jakarta kemarin itu, hadir 9 guru dan penggerak inspiratif dari berbagai daerah (ada dari luar Jawa bahkan pelosok Kalsel), dan beragam jenjang,  dan juga penilik atau pengawas sekolah.

Satu per satu guru dan pengawas sekolah, menceritakan pengalaman inspiratifnya sebagai pendidikn dan pengawas. Cerita mereka menjadi penyemangat dan isnpirasi bagi guru yang lain. (sur)

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU