1 December 2021
HomeBeritaNanas, Komoditas Andalan Agrowisata Desa Tangkit Baru

Nanas, Komoditas Andalan Agrowisata Desa Tangkit Baru

SHNet, Jakarta – Desa Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam Muarojambi Provinsi Jambi akan difokuskan pada pengembangan agrowisata nanas. Pembangunan kawasan agrowisata di Desa Tangkit Baru ini akan dilakukan di atas area seluas 200 hektar, saat ini sudah dikembangkan seluas 10 hektar.

Desa Tangkit Baru terletak di kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muarojambi dengan luas area desa sebesar 1.811 hektar. Penduduk di desa ini bersifat homogen dari suku Bugis Sulawesi Selatan. Nanas menjadi komoditas utama yang dihasilkan dari desa ini. Tanaman nanas di desa ini cukup unik karena ditanam di atas lahan gambut.

Selain menyegarkan, buah nanas juga mengandung enzim bromelain yang mampu meredakan gejala akibat peradangan, baik untuk metabolisme tubuh serta buah nanas mengandung antioksidan.

Peneliti Muda Teknologi Pasca Panen BPTP Jambi, Desy Nofriati mengatakan, program ini bekerja sama dengan BUMDes Tangkit Baru. BPTP Jambi sendiri mulai melakukan pengembangan agrowisata sejak 2018.

Saat ini diungkapkan Desy sudah terdapat beberapa spot yang secara umum bisa mengangkat desa ini sebagai destinasi wisata baru. Agrowisata ini dapat menjadi tujuan utama bagi wisatawan karena letak geografis yang menguntungkan, bersebelahan dengan Kota Jambi dan memiliki akses yang dekat dengan Bandara Sultan Thaha Jambi.

BPTP Jambi yang memiliki komitmen untuk membangun Tangkit Baru dengan komoditas unggulan adalah nanas Tangkit. Pihaknya mencoba mengembangkan agrowisata menjadi lebih serius di tahun ini melalui kegiatan yang tahun ini namanya ‘hilirisasi inovasi produk nanas Tangkit Baru’ bersinergi dengan Komite Ekraf..

Desy menambahkan, apa yang sudah dilakukan tidak ada artinya tanpa semangat dari masyarakat desa yang notabene adalah petani nanas dan pelaku UMKM. Kehadiran agrowisata nantinya akan menambah value lainnya pada desa ini yang dapat menjadi desa wisata edukasi dengan poin pendidikan berbasis pertanian nanas Tangkit Baru.

“Pengunjung tidak saja mendapatkan destinasi yang hamparan kawasan nanas, sebuah kawasan potensial, tidak saja menikmati pemandangan, juga spot edukasi seperti bagaimana cara budidaya nanas Tangkit, ditanam di atas lahan gambut, beberapa informasi teknologi pasca panen,” sebutnya,

Tidak saja menjadi wisata edukasi, setelah pengembangan selesai desa ini juga mampu menjadi agro kuliner berbasis nanas sebagai upaya menghilirkan semua produk nanas Tangkit yang ada.

Kesemua potensi yang ada di Desa Tangkit Baru ini menjadi magnet baru yang nantinya akan terintegrasi pada pemandangan di kawasan ini, pengunjung dapat menikmati berbagai produk inovasi nanas hasil UMKM setempat.

Kolaborasi dengan Komite Ekraf diharapkan dapat terbangun sebuah konsep baru, pengunjung bisa merasakan energi positif dari sini, menikmati kudapan dari olahan nanas salah satunya sari buah nanas yang masih segar.

“Dari agrowisata kita bisa menghadirkan panggung-panggung seniman yang akan mengangkat adat istiadat Desa Tangkit Baru. Akan banyak ide yang membantu desa Tangkit Baru, BPTP Jambi dan Ekraf Jambi,” terangnya.

Petani dan pelaku usaha menjadi satu kesatuan. Dari petani didapat produk nanas segar yang berkualitas lewat cara budidaya yang benar, cara panen yang tepat sehingga dapat menghasilkan buah nanas yang besar dan dapat berbuah sepanjang waktu. (Victor)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU