30 November 2021
HomeBeritaInternasionalPeragaan Batik di Depan Dubes Asing di Kenya untuk Galang Dana...

Peragaan Batik di Depan Dubes Asing di Kenya untuk Galang Dana bagi Panti Asuhan di Kenya

SHNet, Nairobi-KBRI Nairobi memperkenalkan warisan budaya batik kepada belasan Dubes  asing di Nairobi pada acara promosi kebudayaan dan ekonomi KBRI Nairobi di Wisma Duta Besar RI, Sabtu (20/11/2021). Sebagaimana diketahui, batik telah terdaftar sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda pada UNESCO, badan PBB yang bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Acara “Indonesian Cultural Day” tersebut menampilkan Batik sebagai tema utama acara. Para peserta mendapatkan pengenalan mengenai sejarah, makna, dan proses pembuatan batik, yang diikuti oleh peragaan busana batik serta demonstrasi berbagai cara pemakaian kain batik. Adapun berbagai pakaian dan kain Batik yang ditampilkan merupakan koleksi pribadi isteri Duta Besar RI untuk Kenya, Zulfah Nahdliyati Saripudin.

Pada kegiatan tersebut, perkumpulan isteri dan suami Duta Besar asing di Nairobi yang tergabung dalam SHOM (Spouse of Heads of Mission) melakukan penggalangan dana untuk beberapa sekolah yang membutuhkan, antara lain Panti Asuhan Al Anisa. Turut mendukung acara tersebut adalah perusahaan Indofood setempat, Salim Wazaran Co. Ltd., yang memproduksi Indomie untuk Kawasan Afrika Timur. General Manager Agus Susanto menyampaikan cek secara simbolis senilai 100.000,- Shilling Kenya (atau sekitar USD1.000,-) serta 30 dus Indomie.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI di Nairobi, Dr. Mohamad Hery Saripudin, menegaskan, kita semua telah merasakan sambutan hangat dan kebaikan tidak saja dari pemerintah, tetapi juga masyarakat di negara Kenya ini. Melalui kegiatan penggalangan dana inilah, saatnya bagi kita untuk berbagi kepada masyarakat setempat.

 


Raihan dana donasi untuk panti asuhan di Kenya, dalam acara “Indonesian Cultural Day” yang diselenggarakan KBRI Nairobi di Wisma Duta Besar RI, Sabtu (20/11/2021)

Para Duta Besar dan isteri/suami yang hadir sangat terkesan, tidak saja dengan berbagai design dan motif batik, namun khususnya terkait sejarah serta budaya batik, yang diakui memiliki pengaruh ke Benua Afrika. Kesan dan apresiasi yang diberikan tidak saja hanya dalam ucapan namun juga dalam pembelian batik yang tersedia pada bazaar untuk penggalangan dana yang dilakukan.

“Sangat menarik melihat koneksi budaya antara Afrika dan Indonesia, pengaruh [batik] yang dibawa oleh Indonesia ke Afrika,” sebut Duta Besar Swedia, Caroline Vicini, yang juga membeli berbagai kain batik pada bazaar.(sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU