29 May 2024
HomeBeritaPerdagangan, Pariwisata, Kebudayaan dan Pendidikan Pengikat Hubungan Indonesia dan Dagestan-Rusia

Perdagangan, Pariwisata, Kebudayaan dan Pendidikan Pengikat Hubungan Indonesia dan Dagestan-Rusia

SHNet, Makhachkala-Dagestan- Duta Besar RI Jose Antonio Morato Tavares menggelar pertemuan dengan  Perdana Menteri Republik Dagestan Abdulmuslim Mukhidinovich Abdulmuslimov, Selasa (7/5/2024), kedua pihak menyepakati bahwa perdagangan, pariwisata, kebudayaan, dan pendidilkan menjadi pengikat hubungan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Dagestan.

Kunjungan Dubes RI ke kantor PM Dagestan merupakan rangkaian kunjungan kerja Dubes RI di Republik Dagestan sejak 5 hingga 8 Mei 2024. Sebelumnya, Dubes RI dan tim KBRI Moskow juga mengunjungi industri minuman kota Izberbash serta ke benteng kuno Naryn-Kala dan situs relijius di kota Derbent.

“Dagestan merupakan wilayah strategis yang penting bagi Rusia, karena memiliki potensi ekonomi dan budaya yang signifikan serta sumber daya alam yang kaya untuk dikerjasamakan dengan Indonesia,” ujar Perdana Menteri Abdulmuslimov.

Dubes RI sependapat dengan PM Dagestan dan menambahkan bahwa potensi Kerjasama antara lain bisa dikembangkan dengan memanfaatkan petarung Mixed Martial Arts (MMA): Habib Nurmagumedov yang sangat terkenal di Indonesia.

“Habib Nurmagomedov dengan pekikan “Alhamdulillah” sangat dikagumi di Indonesia dan ini bisa menjadi daya pikat bagi kunjungan wisatawan Indonesia ke Dagestan dan membuka jalan bagi kerjasama lain,” ujar Dubes Tavares.

Duta Besar RI Jose Antonio Morato Tavares saat berdialog dengan warga Rusia di Dagestan

Kunjungi Kadinda Dagestan

Usai pertemuan dengan PM Dagestan, Dubes RI dan tim bertemu Ketua Kamar Dagang dan Industri Dagestan, Magomedov R.Z guna membahas potensi perdagangan.

“Saya tahu Rusia antara lain mengekspor  gandum 1,1 juta ton, biji-bijian 18,000 ton, ikan Cod 2500 ton, ke Indonesia. Dagestan yang terletak di laut Kaspia dalam kaitan ini  dapat menjadi alternatif pelabuhan ekspor Rusia melalui bandar Abbas di Iran,” ujar Ketua Kadinda Dagestan.

Ketua Kadinda juga menyatakan keinginan dapat memasok produk Kalium Humat, pupuk organik untuk memperkuat daya tahan tanaman, ke Indonesia serta meminta informasi produsen sabun mandi untuk merawat dan nutrisi kulit. Dubes RI menyatakan akan menyampaikan ke pihak terkait di Indonesia.

Bertemu Rektor DSU

Dubes RI Jose Tavares didampingi Plh. Atdikbud dan tim KBRI pada Rabu (8/5/2024) berkunjung ke kampus Dagestan State University dan diterima langsung Rektor DSU Prof. Murtazali Hulataevich Rabadanov dan jajaran.

“Kampus DSU didirikan tahun 1931 sebagai Institut Pedagogi dan pada tahun 1957 beralih menjadi DSU. Saat ini DSU memiliki 16 fakultas, 18.000 mahasiswa temasuk ratusan mahasiswa asing dari 26 negara, terutama CIS,” ujar Rektor DSU. “Pada tahun 1990-an pernah ada mahasiswa dari Indonesia, dan semoga kunjungan Dubes RI akan menambah banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di DSU,” pungkas Rektor DSU.

Dubes RI menjelaskan sejauh ini terdapat 140 MOU antar perguruan tinggi Indonesia dan Rusia dan 600 mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia, namun hanya ada 1 mahasiswi Indonesia di Dagestan.

“Untuk mempopulerkan DSU di Indonesia, DSU bisa mengikuti pameran pendidikan tahunan di Indonesia,” ujar Dubes Tavares. Usulan ini disambut baik oleh Rektor DSU dan akan dibahas internal lebih lanjut.

Kunjungi Spiritual Center “Prophet Isa”

Menjelang kepulangan ke Moskow, Dubes RI dan tim meninjau pembangunan spiritual center “Prophet Isa” yang telah dikerjakan sejak 2015.

“Komplek ini luasnya 30 hektar dibangun atas inisiatif Mufti Dagestan Ahmad Abdulayev. Saat ini tengah dirampungkan interior Masjid Nabi Muhammad SAW seluas 30,000 m2 yang dapat menampung 23,000 umat dan Pembangunan diharapkan rampung tahun 2025,” ujar pengelola proyek.

Di kompleks Pusat Rohani “Nabi Isa” ini telah berfungsi Institut Agama Islam, dan masih akan dirampungkan bangunan dan ruangan uuntuk perpustakaan, air mancur menari, ruang khusus relik rambut dan benda-benda Rasululloh SAW, taman musim dingin, dan parkir luas.

“Kami berharap kiranya Bapak Dubes dapat hadir pada pembukaan masjid pada tahun 2025 nanti,” ujar pengelola proyek.

Dubes RI dalam kesempatan tersebut membubuhkan kata “Indonesia” di satu batu-bata dengan paku besi dan batu-bata tersebut nantinya akan digabung menjadi tembok masjid.  (sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU