İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

22 February 2024
HomeBeritaKesraPerpustakaan Berperan Tingkatkan Literasi SDM untuk Wujudkan Ekosistem Digital Nasional

Perpustakaan Berperan Tingkatkan Literasi SDM untuk Wujudkan Ekosistem Digital Nasional

SHNet, Jakarta– Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia unggul (SDM) yang memiliki kemampuan adaptasi teknologi sangat dibutuhkan guna mendukung pelaksanaan tranformasi ekonomi berbasis digital.

Di sinilah, perpustakaan berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi SDM melalui transformasi perpustakaan untuk mewujudkan ekosistem digital nasional itu.

“Literasi memiliki kontribusi positif dalam rangka menciptakan tenaga kerja terampil, berkeahlian, kreatif, dan inovatif. Perlu terus dilakukan pengembangan kemampuan pekerja dan angkatan kerja dalam mengadopsi alat, proses, dan prosedur baru agar siap menghadapi revolusi industri 4.0,” kata Syarif Bando dalam konferensi pers menyambut Rakornas Perpustakaan, di Gedung Perpusnas, Kamis, (24/3).

Menurutnya, semua institusi berperan penting untuk mengantarkan bangsa Indonesia mempunyai literasi yang tinggi. “Akhir pecaturan dunia, siapa yang jadi produsen, dia jadi pemenangnya,” kata Syarif Bando.

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga KemenkoPMK, Didik Suhardi menjelaskan, literasi merupakan sebuah kemampuan untuk menyerap pengetahuan dan mampu menggunakan untuk kehidupan mereka ke depan.

Ia menambahkan, Kemenko PMK memiliki peta jalan pembudayaan literasi yang meliputi literasi keluarga, literasi sistem pendidikan dan literasi masyarakat. “Literasi jangan diartikan hanya sebatas membaca dan menulis, namun literasi sangat luas,” ujarnya.

Sementara itu, Subandi Sardjoko, dari Departemen Pembangunan, Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas mengatakan, perpustakaan bukan tempat menyimpan buku, tetapi pusat literasi informasi dan pusat kegiatan masyarakat.

Kepala Perpusnas dalam sesi ini juga menjelaskan bahwa menghadapi revolusi industri 4.0, perpustakaan harus membuka peluang untuk bersinergi dengan perubahan. Untuk itu, perpustakaan dituntut untuk memiliki pembangunan kapasitas, rancangan dan interaktivitas, serta perubahan pola pikir. Konsolidasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan di bidang perpustakaan secara intens harus dilakukan sehingga sinergi antara pusat maupun daerah, agar ekosisten digital dapat segera diwujudkan.

Ia juga menggarisbawahi peran perpustakaan dalam transfer pengetahuan demi meningkatkan budaya literasi sekaligus berperan dalam pemulihan ekonomi, dan berkontribusi dalam kemajuan bangsa.

“Meski pandemi Covid-19, rakornas harus tetap digelar untuk menyatukan tujuan dan program seluruh stakeholder perpustakaan di Indonesia,” sambung dia.

“Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional” yang menjadi tema kegiatan akbar tahunan Perpustakaan Nasional ini juga mengacu pada arahan Presiden Joko Widodo dalam acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana (TKDD) TA 2022 pada 29 November 2021.

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan 2022 bakal digelar 29-30 Maret 2022 menggunakan metode hybrid, yakni luring dan daring. Dalam momen Rakornas ini, seluruh insan perpustakaan dan pegiat literasi dari berbagai daerah di Indonesia siap berkumpul.

Mengangkat tagline “Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional”, Rakornas Perpustakaan tahun ini bakal diikuti sebanyak 10.000 peserta, dan diisi dengan beragam diskusi menarik yang mengupas persoalan dan tantangan literasi Indonesia. Dari total peserta itu, 750 peserta akan hadir secara luring dan 9.250 peserta secara daring.

Peserta luring terdiri dari Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Ketua Forum Perpustakaan/Penerbit/Pengusaha Rekaman dan pihak-pihak yang telah melakukan kerja sama dengan Perpusnas.

Selain itu, dalam acara Opening Ceremony Presidency G20 pada 1 Desember 2021 lalu, Presiden menyatakan salah satu isu strategis yang menjadi fokus Indonesia adalah transformasi ekonomi berbasis digital.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 itu menetapkan tujuh agenda pembangunan nasional, di mana salah satunya adalah revolusi mental dan pembangunan kebudayaan. Agenda ini dilaksanakan secara terpadu melalui salah satu program prioritasnya, yaitu penguatan budaya literasi, inovasi, dan kreativitas untuk mewujudkan masyarakat berpengetahuan dan berkarakter.

Arah kebijakan dan strategi program prioritas nasional ini adalah peningkatan akses dan kualitas perpustakaan berbasis inklusi sosial. Untuk itu, Perpusnas menyusun program dan kegiatan yang menunjang keberhasilan tujuan RPJMN melalui Rencana Strategis (Renstra) Perpusnas Tahun 2020-2024.

Masyarakat yang ingin dapat mengikuti Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2022 ini, bisa mengakses ke https://s.id/REGISTRASIRAKORNAS2022. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU