25 February 2024
HomeBeritaPariwisataProgram Anggrek Dewata, Kembalikan Agrowisata di Desa Air Talas

Program Anggrek Dewata, Kembalikan Agrowisata di Desa Air Talas

SHNet, Jakarta– PT Pertamina EP Limau Field dengan program unggulan Agribisnis Penggerak (kembali) Desa Wisata Air Talas (Anggrek Dewata) menunjukkan komitmen perusahaan dalam menerapkan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Program Anggrek Dewata yang dirancang dengan tiga sub-program yang terintegrasi secara menyeluruh, yakni BU JUSI (Budidaya Jeruk Siam Organik), BUDE ARTA MAJU (Ibu-Ibu Desa Air Talas Mengolah Jeruk), dan PUTERI JELITA (Pupuk Cair Organik dari Limbah Kulit Jeruk Air Talas). Tujuan utama dari program ini adalah mengembalikan kondisi awal agrowisata di Desa Air Talas melalui pemberdayaan masyarakat sehingga tercipta kemandirian dalam masyarakat. Pertamina EP Limau Field adalah salah satu lapangan Pertamina Hulu Rokan Zona 4 yang berada di Sumatera Selatan dengan wilayah kerja meliputi Kota Prabumulih, Kabupaten Muara Enim, dan Kabupaten Lahat dengan produksi minyak sebesar 3.898 BOPD dan gas sebesar 9,36 MMSCFD.

Senior Manager EP Limau Field Dadang Soewargono mengatakan bahwa Program Anggrek Dewata telah terbukti merubah sistem pertanian menjadi ramah lingkungan dan mengentaskan angka kemiskinan serta memberikan manfaat kepada lebih dari 900 orang.

“PT Pertamina EP Limau Field telah menginisiasi program Agribisnis Penggerak (Kembali) Desa Wisata Air Talas atau disebut Anggrek Dewata. “Anggrek Dewata menjadi komitmen kami dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di ring 1 EP Limau Field yg berfokus kepada Environmental Sustainable & Governance (ESG) dan target Sustainable Development Goals (SDGs)”, tutur Dadang.

Dalam menghadapi penurunan produktivitas pertanian jeruk siam akibat hama CVPD, sub-program BU JUSI bertujuan untuk memberikan solusi kepada petani jeruk. Penyakit ini menyebabkan penurunan produktivitas dari 5 ton/Ha menjadi 3 ton/Ha, dengan dampak signifikan terhadap pendapatan petani, yang turun dari Rp 3.750.000 menjadi Rp 2.250.000. Hama CVPD menyebar luas selama pandemi Covid-19 dan suhu tinggi, meningkatkan penggunaan pupuk anorganik dan mengakibatkan kenaikan harga. Melalui inovasi program BU JUSI, PT Pertamina EP Limau Field memanfaatkan jamur Trichoderma sp. untuk memerangi hama CVPD, dengan hasil pengurangan biaya operasional petani hingga 71%. Upaya ini juga mempromosikan pertanian ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan pupuk anorganik.

Program kedua BUDE ARTA MAJU berfokus pada peningkatan nilai jeruk siam kualitas kedua, yang sebelumnya memiliki harga jual rendah karena rasanya kurang manis. Program ini menciptakan nilai tambah dengan mengolah jeruk tersebut menjadi produk turunan seperti selai, sirup, pie, dan stik jeruk. Inovasi ini tidak hanya memberikan pekerjaan kepada ibu-ibu di Desa Air Talas melalui KWT Subur Makmur, tetapi juga mengangkat dua rumah tangga perempuan janda dan miskin keluar dari garis kemiskinan Kabupaten Muara Enim.

Program ketiga PUTERI JELITA menjawab permasalahan jeruk siam kualitas ketiga atau yang busuk dengan mengubahnya menjadi pupuk cair organik. Pupuk ini digunakan untuk mendukung pertanian jeruk siam di Desa Air Talas, membantu petani dalam menerapkan pertanian ramah lingkungan, dan menjaga kualitas lahan dengan mengurangi penggunaan pupuk anorganik.

Seluruh program ini terintegrasi dalam roadmap sebagai panduan melaksanakan program Anggrek Dewata, menunjukkan komitmen PT Pertamina EP Limau Field untuk mendukung pertanian berkelanjutan, lingkungan yang bersih, dan kesejahteraan masyarakat setempat. Komang Meliasih sebagai ketua Kelompok dari Ibu-ibu Kelompok Wanita Tani Subur Makmur Bude Arta Maju menyampaikan rasa terimakasih nya kepada Pertamina EP Limau karena telah membina masyarakat Air Talas dengan memberikan pelatihan dan pendampingan untuk pemberdayaan masyarakat Air Talas.

“ Kami yang awalnya merupakan ibu rumah tangga yang tidak punya kegiatan lain selain berkebun sekarang sudah bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari aktivitas kelompok di KWT, dan bisa menggerakkan perekonomian keluarga” tutur Komang. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU