İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

22 February 2024
HomeBeritaKesraRaih Manfaat Ganda dari “Public Speaking” dan “Personal Branding

Raih Manfaat Ganda dari “Public Speaking” dan “Personal Branding

SHNet, Pontianak— Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking memiliki sejumlah manfaat bagi seseorang.

Manfaat itu akan semakin optimal apabila dibarengi dengan personal branding yang tepat. Selain untuk pengembangan menjadi pribadi yang lebih baik, personal branding juga bisa mendatangkan manfaat secara ekonomi.

Demikian beberapa kesimpulan yang dibahas dalam webinar bertema “Kuasai Public Speaking, Miliki Personal Branding”, Senin (3/10), di Pontianak, Kalimantan Barat.

Webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu dosen Desain Media, Komunikasi, dan Film Politeknik Bina Madani Cikarang Yudha Wibisono; Dosen Ilmu Komunikasi Unitomo Surabaya Citra Rani Angga Riswari; serta Digital Influencer Indonesia Sofia Sari Dewi.

Yudha Wibisono menjelaskan tentang public speaking yang berarti kemampuan berbicara secara langsung di depan audiens secara terstruktur untuk menyampaikan informasi, menghibur, dan membujuk audiens. Kemampuan ini penting untuk menyampaikan gagasan agar bisa diterima dengan baik oleh publik.

Lewat kemampuan ini, seseorang bisa membangun jejaring sosial, termasuk jejaring bisnis pada proyek tertentu.

“Kemampuan public speaking bisa meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan untuk menjadi pemimpin. Untuk mengasahnya, harus sering berlatih, membuat catatan dan menguasai materi, menyelipkan humor, mempelajari tentang bahasa tubuh, serta bertutur dengan jelas,” ungkapnya.

Sementara itu, Citra Rani menyampaikan beberapa hal yang kerap menjadi hambatan dalam mengasah kemampuan public speaking. Beberapa hal itu adalah rasa panik sebelum bicara lantaran persiapan yang tidak optimal, kondisi kesehatan yang kurang fit, alat pendukung yang tak lengkap, serta tidak menguasai materi dengan baik.

Oleh karena itu, lanjutnya, dibutuhkan persiapan yang matang sebelum berbicara di depan publik.

“Segala sesuatunya harus sudah disiapkan dengan baik selambatnya sehari sebelum acara untuk public speaking dimulai. Lalu, berlatihnya setiap hari sedikitnya selama 30 menit. Dan yang terpenting adalah kuasai materi dengan baik,” ucapnya.

Selain public speaking, menurut Sofia Sari Dewi, personal branding juga penting untuk dikembangkan. Personal branding adalah tentang bagaimana seseorang bisa mengembangkan dan memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya, berperilaku yang baik, serta memahami keunggulan atau nilai yang ingin dilakukan dan dicapainya.

“Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam membangun personal branding, yaitu ciri khas, relevan, dan konsisten. Ciri khas adalah bagaimana orang mengingat image tentang kita, visi dan misi diri kita, serta nilai-nilai yang selalu kita bawa,” ujarnya.

Sofia Sari Dewi mengungkapkan, untuk memulai personal branding bisa dilakukan dengan “membuat” nama panggung, memiliki cara bicara yang khas, penampilan yang unik, selalu mengikut tren dan kekinian, serta tetap menjadi diri sendiri. Keuntungan membangun personal branding sejak dini, imbuhnya, adalah dikenal sebagai sosok yang unik, bisa berkolaborasi dengan pihak lain, berpotensi menambah pemasukan, atau selalu termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU