26 February 2024
HomeBeritaReligi Dayak Menandai Kegiatan Ibu Kota Negara, Sesuai Arahan Presiden

Religi Dayak Menandai Kegiatan Ibu Kota Negara, Sesuai Arahan Presiden

SEPAKU, SHNet – Masyarakat Suku Dayak mengharapkan, Presiden Indonesia, Joko Widodo, dapat diagendakan menghadiri ritual sesuai religi Dayak dalam rangkaian aktifitas awal di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, mengesahkan Undang-Undang Ibu Kota Negara Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Selasa, 18 Januari 2022.

Selasa, 26 Agustus 2019, Presiden Indonesia, Joko Widodo, mengumumkan pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur.

Realisasi pembangunan fisik Ibu Kota Negara, baru dimulai tahun 2022, karena selama dua tahun keuangan negara fokus menangani Corona Virus Disease-19 (Covid-19).

“Ini berdasarkan informasi dari Panglima Komando Daerah Militer VI/Mulawarman, Mayor Jenderal Teguh Pujo Rumekso, saat berkunjung ke salah satu titik nol pembangunan Istana Presiden dan Istana Wakil Presiden di wilayah Kecamatan Sepaku, Selasa, 1 Februari 2022,” kata Agustinus Lejiu, pengurus Dayak International Organization (DIO) Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur, Rabu, 2 Februari 2022.

Komando Daerah Militer VI/Mulawarman, bermarkas di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Pangdam VI/Mulawarman, tengah mengagendakan pelaksanaan ritual religi Dayak, dapat disinkronkan dengan agenda Presiden Republik Indonesia.

Pangdam VI/Mulawarman, Mayor Jenderal Teguh Puji Rumekso, ujar Agustinus Lejiu, permintaan pelaksanaan ritual religi Dayak dalam memulai aktifitas di Ibu Kota Negara Nusantara, berdasarkan arahan dari Presiden Joko Widodo.

Diungkapkan Agustinus Lejiu, kalaupun Presiden Indonesia, Joko Widodo, nantinya berhalangan hadir pada pelaksanaan ritual sesuai religi Dayak yang akan diagendakan Kodam VI/Mulawarman, akan ada pejabat dari Jakarta, selevel Menteri yang datang mewakili Pemerintah Pusat.

Momentum paling bersejarah

Karena pelaksanaan religi Dayak menandai dimulainya aktifitas di Istana Presiden dan Istana Wakil Presiden, merupakan momentum paling bersejarah dalam sejarah perjalanan Bangsa Indonesia.

Salah satu dari rangkaian acara yang sedianya dilaksanakan pada waktu mendatang adalah adanya religi Dayak sesuai kearifan lokal masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur.

Menurut informasi yang disampaikan Pangdam VI/Mulawarman kepada delegasi Masyarakat Suku Dayak yang hadir, Presiden Indonesia, menginginkan ada doa dan di antaranya sesuai religi Dayak untuk mengawali kegiatan di Ibu Kota Negara.

Sedang diatur jika memungkinkan akan ada tampilan kegiatan seni tari juga. Intinya Presiden Indonesia, menginginkan adanya keraifan lokal di Provinsi Kalimantan Timur yang nampak dalam kegiatan di Ibu Kota Negara.

Apakah dalam syukuran atas pemindahan Ibu Kota Negara dan juga dalan memulai aktifitas pembangunan.

Selanjutnya delegasi dari berbagai perwakilan masyarakat melihat bagaimana Pangdam VI/Mulawarman, memimpin langsung briefing atau pengarahan kepada semua anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang bersama mendampingi, dimana rombongan singgah atau mampir di beberapa spot yang kemungkinan akan dipilih untuk berkegiatan nanti.

“Kami merasa senang, bahwa komunitas masyarakat Adat Dayak turut dilibatkan dalam banyak kesempatan dalam hal berkaitan dengan Ibu Kota Negara ini,” kata Agustinus Lejiu.

Selanjutnya, ujar Agustinus Lejiu, masyarakat Dayak merasa penting, untuk memberi dukungan penuh atas kebijakan Presiden Indonesia, Joko Widodo bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.

“Kita sambut dengan gembira dan kita pastikan bahwa masyarakat Dayak akan turut serta dalam pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara, turut menciptakan suasana kondusif untuk pembangunan di Bumi Kalimantan, ini, sebagai wujud dukungan kita kepada negara kita,” kata Agustinus Lejiu.

Di samping sesuai religi Dayak, menandai dimulai aktifitas di Ibu Kota Negara Nusantara, Komando Daerah Militer VI/Mulawarman, tetap memberikan kesempatan kepada etnis lainnya di Provinsi Kalimantan Timur, untuk melaksanakan hal serupa.

“Pangdam VI/Mulawarman, mengatakan, Presiden Joko Widodo, sungguh-sungguh memperhatikan dan mencermati aspirasi yang tumbuh dan berkembangan di kalangan masyarakat Suku Dayak selama ini,” kata Agustinus Lejiu.

Selain Agustinus Lejiu, komunitas Suku Dayak yang mendampingi Pangdam VI/Mulawarman ke Kecamatan Sepaku, Selasa, 1 Februari 2022, yaitu Dr Yulianus Henok, Sekretaris Umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur.

Identitas Bangsa Indonesia

Dalam naskah kajian akademik Undang-Undang Ibu Kota Negara, digarisbawahi, Ibu Kota Negara Nusantara, mencerminkan identitas Bangsa Indonesia, berkebudayaan Indonesia, berideologi Pancasila, berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ketika menghadiri pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kota Balikpapan, Senin, 31 Januari 2022, Presiden Indonesia, Joko Widodo, menegaskan, Pogram Ibu Kota Negara bukan sekadar pindah gedung pemerintahan, melainkan juga pindah cara kerja dan pola pikir dengan berbasis ekonomi modern dan membangun kehidupan sosial yang lebih adil dan inklusif.

Ibu Kota Negara sebuah showcase transformasi baik di bidang lingkungan, cara kerja, basis ekonomi, teknologi, pelayanan kesehatan dan pendidikan yang lebih berkualitas. Tata sosial yang lebih majemuk dan toleran, yang menjunjung tinggi etika dan mengedepankan akhlak mulia.

“Momentum pemindahan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur, diwujudkan, saat Pemerintah tengah melakukan transformasi struktural, mempermudah investasi, melakukan hilirisasi, hingga melakukan transformasi ekonomi digital dan transformasi energi baru terbarukan,” kata Joko Widodo, Presiden Indonesia.*

Sumber: presidenri.go.id/setkab.go.id

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU