26 February 2024
HomeBeritaRichard Louhenapessy: Jalur Rempah Bukti Kontribusi Maluku untuk Nusantara dan Dunia

Richard Louhenapessy: Jalur Rempah Bukti Kontribusi Maluku untuk Nusantara dan Dunia

Jakarta-Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, mengatakan, jalur rempah merupakan bukti nyata kontribusi Maluku, bukan saja untuk nusantara, tetapi untuk dunia. Hal itu tidak lepas dari talenta Maluku akan keberadaan rempah di ujung timur Indonesia.

“Jalur rempah ini kontribusi Maluku untuk peradaban dunia. Jalur rempah bahkan jauh lebih tua dari jalur sutra. Dari berbagai fakta sejarah, Maluku memiliki peran penting bagi dunia,” jelas Walikota Ambon Richard Louhenapessy Webinar Nasional “Jalur Rempah: Jalan Kebudayaan Menuju Sustainable Living”, Selasa (15/2/2022).

Kegiatan ini diselenggarakan Archipelago Solidarity Foundation, Sinar Harapan.Net, Kemendikbudristek bersama dengan Universitas Pattimura, Universitas Islam Negeri Ambon, UKI Maluku, Politeknik Negeri Ambon, Institut Agama Kristen Protestan Negeri.

Acara yang dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ini menghadirkan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid sebagai pembicara utama.

Menurut Richard, bagi Indonesia sebenarnya tanpa pencarian rempah, mungkin saja tidak ada Indonesia yang kita kenal saat ini atau bisa dikatakan tanpa jalur rempah, Indonesia tidak ada. Untuk itu, katanya, tidak bisa diabaikan peran Maluku pada masa silam, sekarang dan masa yang akan datang.

“Dalam sebuah kesempatan, Bapak Jokowi sangat kagum dengan kekayaan Maluku, bukan hanya rempah, tetapi ada ikan, kayu, alam, emas, nikel, minyak dan gas. Dan ini merupakan harapan Indonesia masa depan,” jelas Tokoh Golkar di Maluku ini.

Dia menjelaskan, pada masa depan, Indonesia akan hidup dari laut dan Maluku adalah bagian di dalamnya. Maluku, katanya, adalah bagian dari Indonesia masa depan.

Richard mengisahkan pertemuannya dengan pengusaha Migas dari Rusia, yang secara khusus datang ke Maluku karena memiliki data mengenai potensi Maluku. Pengusaha itu mengatakan kalau bangsa-bangsa akan mencari Maluku karena potensi kekayaannya. Bahkan, pengusaha itu menyatakan kalau Maluku is paradise east Indonesia.

Untuk itu, Walikota Ambon yang sudah menjabat dua periode ini mengatakan agar Maluku jangan dilihat sebelah mata, tetapi sudah saatnya diberikan hati mengejar ketertinggalan. “Jangan sampai ibarat badan gajah putih ada di laut Maluku, tetapi belalainya ada di Jakarta,” tegasnya penuh kiasan.(den)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU