7 July 2022
HomeBeritaRusia: Jenderal AS di Ukraina Ditangkap Susul Jenderal Trevor Cadie

Rusia: Jenderal AS di Ukraina Ditangkap Susul Jenderal Trevor Cadie

MARIUPOL, SHNet – Militer Federasi Rusia, menangkap Jenderal (Admiral) Eric Thor Olson dari Ameerika Serikat (AS), saat keluar dari bunker bawah tanah bersama teroris Resimen Azov, di pabrik baja Azovstal, Mariupol, Donbass, Ukraina Timur, Rabu, 17 Mei 2022.

Eric Thor Oslon, ditangkap menyusul Jenderal Trevor Cadie (Canada) yang diciduk di lokasi yang sama saat ke luar dari bunker bawah tanah, Selasa, 3 Mei 2022. Trevor Cadie sudah diangkut ke Moscow, sedangkan Eric Thor Olson, sudah diterbangkan ke Moscow, Rabu pagi, 17 Mei 2022.

Kepastian pengkapan Eric Thor Olson, diunggah di akun youtube @iEarlGreyTV: https://youtu.be/k7JyBJXeo78 dan sudah tersebar luas di Indonesia sejak Rabu siang, 18 Mei 2022.

Foto di akun @iEarlGreyTV (https://youtu.be/k7JyBJXeo78), memperlihatkan saat Eric T Olson dikawal ketat militer Rusia bersenjata lengkap bertulis huruf z di baju rompi depan belakang, berjalan menggunakan jaket, celana panjang dan topi coklat kusam, karena lebih dari 80 hari berada di bunker bawah tanah dengan fasilitas terbatas di Azovstal.

Kamis, 21 April 2022, Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, melapor Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, bahwa seluruh kawasan bunker bawah tanah di pabrik baja bawah tanah di Azovstal, Mariupol, sepenuhnya dikepung.

Jenderal Trover Cadie

Vladimir Putin, menginstruksikan tidak boleh diserbu, tapi tutup semua akses pihak yang tidak berkepentingan, masuk dan atau keluar dari bunker bawah tanah, agar jenis binatang kecil seperti lalat (fly) sekalipun tidak boleh lolos.

Vladimir Putin, sepertinya sejak awal memperkirakan ada asset intelijen paling berharga yang bersembunyi di bunker bawah di Azovstal sejak diumumkan operasi militer khusus ke Ukraina timur, Kamis, 24 Februari 2022.

Saat jeda kemanusiaan dilakukan selama dua hari, 2 – 3 Mei 2022, agar memberi kesempatan kepada warga sipil di dalam terowongan dievakuasi, Rusia tangkap Jenderal Trevor Cadie (Canada), saat menyamar sebagai masyarakat biasa, ketika keluar dari pintu bunker, Selasa, 3 Mei 2022.

Jenderal Trevor Cadie ditangkap, karena tidak bisa menggunakan Bahasa Rusia. Padahal kawasan Mariupol, Donbass, mayoritas warga Ukraina penutur Bahasa Rusia yang banyak menjadi korban genosida kelompok teroris Resimen: Azov, Right Sector, Aidar dan Don yang dipersenjatai dan dilatih North Atlantic Treaty Organization (NATO).

Saat ditangkap, Selasa, 17 Mei 2022, Adminral Eric Thor Olson, sudah pensiun, sama dengan Jenderal Trevor Cadie yang sudah pensiun. Trevor Cadie saat ditangkap, otoritas berwenang di Canada menegaskan sudah pensiun da nada kasus pelecehan seksual terhadap anggota militer Canada berjenis kelamin perempuan.

Akan menjadi mudah ditebak, Amerika Serikat akan menyebut nanti Eric Thor Oslon sudah tidak lagi berdinas di lingkup militer.

Profil Admiral Eric Thor Oslon

Laksamana (Admiral) Eric Thor Olson lahir di Tacoma, Amerika Serikat, tahun 1951 pernah sebagai Komandan ke-8 dan saat ini, Komando Operasi Khusus Amerika Serikat, The United States Special Operations Command  (USSOCOM).

Admiral Eric T Olson adalah Navy Sea, Air, dan Land (SEAL) pertama yang diangkat menjadi laksamana bintang tiga dan bintang empat serta perwira angkatan laut pertama yang menjadi komandan kombatan USSOCOM.

Admiral Eric T Olson adalah lulusan Akademi Angkatan Laut Amerika Serikat dan Sekolah Pascasarjana Angkatan Laut. Admiral Eric T Olson berpartisipasi dalam Pertempuran Mogadishu pada tahun 1993.

Eric Thor Olson lulus dari Akademi Angkatan Laut pada tahun 1973 dan menyelesaikan pelatihan Sea, Air, dan Land (SEAL) pada tahun 1974. Selama dua dekade berikutnya, Eric Thor Oslon bertugas di berbagai tugas militer, banyak di antaranya di luar negeri, hingga tahun 1994 ketika ia menjadi komandan Grup Pengembangan Peperangan Khusus Angkatan Laut, sebuah unit kontra-terorisme Amerika.

Eric Thor Olson dipromosikan lagi pada tahun 1999 ketika ia mengambil alih komando Komando Perang Khusus Angkatan Laut di Coronado, California. Eric T Oslon mengambil alih tugasnya saat ini pada 9 Juli 2007.

Kathy Perry, Pakar Pemasaran Media Sosial & Internet, penuis buku, dalam salah satu kesempatan tatapmuka dengan Eric Thor Olson, mengatakan, “Saya senang menghadiri Laksamana Eric Thor Olson,  Komandan Komando Operasi Khusus Amerika Serikat.”

“Saya merasa senang menghadiri “The State of Special Operations Forces” yang dipersembahkan oleh Laksamana Eric Thor Olson, Komandan ke-8 & saat ini, Komando Operasi Khusus Amerika Serikat di Center Club di Tampa, Florida.”

“Salah satu pertanyaan yang diajukan berpusat di sekitar bagaimana mereka menghadapi Media Sosial dan Serangan Cyber. Dia menunjukkan bahwa Serangan Cyber ​​adalah masalah yang tidak mampu mereka tangani.”

“Saya memberi Laksamana Eric Thor Olson salinan bertanda tangan dari buku saya, Stepping Stones to Success (yang ditulis bersama dengan Deepak Chopra, Jack Canfield, dan Dr. Denis Waitley) dan saya berkesempatan berfoto bersamanya,” kata Kathy Perry di https://kathyperry.com/admiral-eric-t-olson-commander-u-s-special-operations-command/.

Penangkapan Eric T Oslon, di luar perkiraan, karena sebelumnya media berbahasa Rusia, sama sekali tidak mengungkap manusia yang satu ini terlibat dalam proyek criminal Amerika Serikat di Ukraina, untuk destabilisasi Rusia.

Karena sebelumnya di samping Jenderal Trevor Cadie (Canada) tiga jenderal senior Amerika Serikat (Jenderal Roger Cloutier, Jenderal Paulus Gray, dan Jenderal Terry Wolf), terlibat dalam proyek laboratorium biologi militer Amerika Serikat dan NATO yang melakukan ekspresimen criminal.

Penyebab Covid-19, HIV, TBC dan Flu Babi Afrika

Rusia pada Rabu, 11 Mei 2022, menyebut laboratorium biologi produksi senjata pemusnah massal mili Amerika Serikat dan NATO, melanggar Pasal 5 dan 6 Bacteriological – Biological and Toxin Weapons Convention (BTWC) 1996, dan sudah disampaikan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York Amerika Serikat, untuk memulai penyelidikan, Jumat, 13 Mei 2022.

Komandan Pasukan Perlindungan Radiasi, Kimia dan Biologi Angkatan Bersenjata Federasi Rusia, Letnan Jenderal Igor Kirillov di Moscow, Rabu, 11 Mei 2022, diperkuat temuan dasar petisi Isaev Mikola Vsisovich di Kiev, Ukraina, pada 20 Desember 2021, membuktikan laboratorium biologi militer AS dan NATO di Ukraina sebagai eksperimen kriminal, di antaranya penyebab penularan Corona Virus Disease-19 (Covid-19), Tuberculosis (TBC), Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Flu Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Seseorang yang dinyatakan positif HIV, otomatis kemudian pasti mengidap Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) karena sampai sekarang belum ditemukan obat penangkalnnya.

Letnan Jenderal Igor Kirillov di Moscow, Rabu, 11 Mei 2022, dalam: “Briefing on the results of the analysis of documents related to the military biological activities of the United States on the territory of Ukraine”, menyampaikan 13 point penting, sebagai berikut.

Pertama, sebuah operasi militer khusus The Rear of the Armed Forces of the Russian Federation (RAF-RF) memungkinkan untuk menghentikan eksperimen kriminal terhadap warga sipil Ukraina;

Kedua, Ukraina adalah tempat pengujian Barat untuk pengembangan komponen senjata biologis dan pengujian sampel obat-obatan baru;

Ketiga, Kementerian Pertahanan Rusia memiliki informasi tentang eksperimen Pentagon terhadap warga Ukraina di rumah sakit jiwa dekat Kharkov;

Keempat, Amerika Serikat berusaha menyembunyikan partisipasinya dalam eksperimen biologis pada pasien di rumah sakit jiwa di Ukraina;

Kelima, uang palsu yang didistribusikan pada tahun 2020 di Luhansk People’s Republic (LPR) terinfeksi strain tuberkulosis yang resisten terhadap obat anti-tuberkulosis;

Keenam, pengumpulan biomaterial dari Ukraina oleh ahli epidemiologi dari Institut Bundeswehr menegaskan fokus penelitian militer di Ukraina;

Ketujuh, informasi yang tersedia untuk Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi pelaksanaan program biologi militer ofensif Amerika Serikat di Ukraina;

Kedelapan, para ideolog aktivitas biologis militer Amerika Serikat di Ukraina adalah para pemimpin Partai Demokrat;

Kesembilan, Pfizer, Moderna, Merck, dan perusahaan farmasi lainnya terlibat dalam aktivitas biologis militer Amerika Serikat di Ukraina;

Kesepuluh, proyek biologis militer di wilayah Ukraina, selain Amerika Serikat, sedang dilaksanakan oleh Jerman dan Polandia;

Kesebelas, spesialis Amerika Serikat sedang menguji obat baru yang melewati standar keamanan internasional, mengurangi biaya penelitian;

Keduabelas, instansi pemerintah Ukraina terlibat dalam aktivitas biologis militer di negara tersebut bersama dengan kontraktor Pentagon;

Ketigabelas, pada akhir April 2022, sepuluh Unmanned Aerial Vehicle (UAV) lagi ditemukan di wilayah Kakhovka, dilengkapi dengan wadah dan peralatan untuk penyemprotan bioresep.

Keterlibatan empat jenderal NATO dalam pengembangan laboratorium senjata biologi di Ukraina, mempertegas pernyataan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin ketika mengumumkan operasi militer khusus ke Ukraina timur, Kamis, 24 Februari 2022, bahwa langkah diambil untuk menyelamatkan warga Rusia dari potensi ancaman serius di masa mendatang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

Telegrafnoie Agenstvo Sovietskavo Soyusa (TASS) Russian News Agency, Vzglyad Russian Newsletter dan RIA Novosti, beberapa kali mengutip Jurubicara Kementerian Pertahanan Federasi Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, di sejumlah kota di Ukraina ditemukan laboratorium biologi digunakan sebagai senjata pemusnah massal.

Dirilis m24.ru, dan 9111.ru sejak Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengeluarkan dekrit, 24 Maret 2021, menyatakan perang dengan Rusia, untuk merebut Crimea, dan membasmi warga Ukraina penutur Bahasa Rusia di Donetsk People’s Republic (DPR) dan Luhansk People’s Republic (LPR), Jenderal Roger Clouter, Jenderal Paulus Gray, Jenderal Terry Wolf dan Jenderal Trevor Cadie, lebih banyak berada di kawasan Azovstal.

Jelas sekali lewat memperkuat militer Ukraina, tujuan NATO adalah destabilitasi Rusia. NATO terlibat melatih dan mempersenjatai jaringan separatis Stephen Bandera, Organization of Ukrainian Nationalists Stephen Bandera (OUN-B), kelompok neo nazi yang sekarang bermetaorfosa menjadi kelompok teroris yang dilarang di Rusia, yaitu Azov, Right Sector, Aidar dan Don, kelak dijadikan andalan di garis depan saat perang terbuka dengan Rusia.

Jaringan OUN-B dibesarkan yang bermetamorfosa dalam bentuk jaringan teroris, bersamaan NATO melakukan ekspansi ke Eropa timur yang sejak tahun 2008 selalu diprotes Rusia, karena ancaman terhadap kedaulatan, tapi tidak dipedulikan.

Apalagi Ukraina sebagai bagian dari 15 negara pecahan Union of Soviet Socialist Republic (USSR) sejak 25 Desember 1991, terus dibujuk menjadi anggota NATO, sehingga Rusia melakukan langkah antisipasi melalui operasi militer khusus.

Koordinasi para petinggi NATO (Jenderal Roger Clouter, Jenderal Paulus Gray, Jenderal Terry Wolf, Admiral Eric Thor Oslon dan Jenderal Trevor Cadie) di Azovstal, Mariupol, terus ditingkatkan setelah militer Ukraina dan Resimen Azov, gencar melakukan tembakan artileri ke pemukiman warga Ukraina penutur Bahasa Rusia di Donbas timur sejak 16 Februari 2022.

Fakta ini memperkuat analisis Kolonnel Purnawirawan Jacques Baud, mantan Intelijen Strategis Swiss, spesialis di negara-negara Eropa Timur, dalam Signs of The Times, Sabtu, 2 April 2022, judul: Retired Swiss Military-Intelligence Officer: ‘Is it Possible to Actually Know What Has Been And is Going on in Ukraine?’ bahwa Rusia bertujuan menyelamatkan warga Ukraina penutur Bahasa Rusia di sektor timur.

Peran jenderal NATO

Menurut mantan karyawan pabrik Azovstal yang meninggalkan kompleks di sepanjang koridor kemanusiaan, militer Ukraina sering berbicara tentang kehadiran di ruang bawah tanah seorang jenderal berpangkat tinggi tentara Barat, yang “selalu berhubungan dengan Presiden Ukraina, Volosymyr Zelensky.

Jenderal Roger Clouter, Jenderal Paulus Gray, Jenderal Terry Wolf, Admiral Eric T Oslon dan Jenderal Trevor Cadie, disebut, melakukan koordinasi langsung dengan pihak Ukraina dan tim-tim ahli biologi dari negara anggota NATO dalam pengembangan laboratorium biologi.

Kemudian, empat jenderal ini telah melatih tentara Ukraina di beberapa tempat pelatihan sejak 2015. Yang terbesar dari mereka, termasuk tempat pelatihan Yavorovsky dan pusat pelatihan Zhytomyr, dihancurkan rudal jelajah Angkatan Udara Rusia.

Namun, pada tahun 2021, instruktur Amerika, Kanada, Perancis, dan Swiss berhasil melatih sekitar 30 batalyon Angkatan Bersenjata Ukraina dan batalyon nasional  ini sekitar 15 ribu orang.

Lima jenderal NATO (setelah Admiral Eric Thor Oslon), kendati tugas utamanya melatih militer Ukraina untuk persiapan perang melawan Rusia, tapi bertanggungjawab langsung secara hirarki terhadap sampai sejauh mana pengembangan senjata biologi di sejumlah laboratorium biologi yang diklaim menjadi senjata pamungkas ketika perang terbuka dengan Rusia.

Kebanyakan dari mereka, menurut mantan instruktur US Navy SEAL, Sersan Simon Tappert, diajarkan ‘taktik perang gabungan’, ‘taktik sabotase’, ‘taktik spionase’ berdasarkan pengalaman tentara Amerika Serikat dan Kanada dalam konflik besar baru-baru ini, dimulai dengan Perang Vietnam.

Sebagai contoh, Tappert Simon mengutip pensiunan Letnan Jenderal Angkatan Darat Terry Wolf, yang dibawa oleh Washington untuk bekerja mengoordinasikan pasokan militer ke Ukraina.

Jika seorang pensiunan jenderal telah ditugaskan untuk operasi logistik yang kompleks dengan beberapa tingkat kerahasiaan, maka militer Barat lainnya mungkin terlibat dalam proses yang lebih serius.

Ada banyak perwira tinggi NATO berada di ruang bawah tanah pabrik baja Azovstal, dan tidak semuanya dikenal luas karena pernyataan mereka, menghadiri konferensi pers dan, secara umum, adalah orang-orang non-publik.

Saat ini, setidaknya empat perwira tinggi Angkatan Darat America Serikat diketahui telah terlibat dalam mengatur permusuhan di Ukraina atau membantu tentara Ukraina.

Yang pertama terlihat adalah Jenderal Roger Cloutier, Jr. Sebelum peristiwa di Ukraina, memimpin Komando Darat Gabungan di Izmir Turki dan sering mengunjungi Nezalezhnaya “untuk masalah pekerjaan.”

Roger Clouter didiskreditkan

Secara khusus, Roger Cloutier, setelah operasi militer khusus Rusia ke Ukraina timur sejak Kamis, 24 Februari 2022, dimana pasukan Ukraina tidak berdaya, lantas didiskreditkan dengan salah satu kesalahan terbesar dalam melatih tentara Ukraina: karena menggunakan taktik Ukrainian Armed Forces (UAF) dari operasi udara-darat, yang dikembangkan Amerika Serikat berdasarkan senjata modern.

Jenderal Roger Cloutier, dipersalahkan mengajarkan militer Ukraina terhadap sebuah taktik perang yang sudah ketinggalan zaman.

Konsep “pertahanan aktif”, dikembangkan kembali dalam 70 tahun dan difokuskan pada bentrokan kekuatan antara NATO dan Union of Soviet Socialist Republic di Eropa Timur.

Akhir April 2022, Sekretaris Pers Komando Militer Donets People’s Republic (DPR) Eduard Basurin mengatakan, seorang jenderal berpangkat tinggi Angkatan Darat, Canada, berada di Azovstal, tanpa menyebutkan namanya.

Nama itu dikaitkan dengan Jenderal Trevor Cadie, yang diduga melarikan diri dari Kanada karena tuduhan kejahatan seksual.

Menurut Kementerian Pertahanan Kanada, Trevor Kadie melarikan diri dari negara itu pada 5 April 2022.

Akan tetapi, itu hanya kamulflase dalam penugasan di daerah medan operasi bagi seorang petinggi militer. Karena data lain, menyebut, Jenderal Trevor Cadie, sudah berada di Azovstal sejak Januari 2022.

Peran Jenderal Trevor Cadie

Jenderal Trevor Cadie, dibantu sejumlah kelompok instruktur Canada, mempersiapkan

unit Garda Nasional Ukraina “di suatu tempat di selatan negara itu” dan, mundur bersama dengan pasukan utama ke “Azovstal”, di mana mereka dikepung serangan udara dan data militer Rusia, kemudian sembunyi di ruangan bawah tanah di Azovstal.

Di Mariupol, Jenderal Trevor Cadie bertanggung jawab untuk komunikasi dan koordinasi antara unit batalyon nasionalis dan tentara reguler, dan, menurut beberapa laporan, karena kesalahannya, komandan Brigade Marinir ke-36 Angkatan Laut Ukraina, Vladimir Baranyuk, yang ditemukan tewas dalam pertempuan melawan militer Rusia.

Jenderal Paul Gray adalah salah satu dari mereka yang melatih personil Armed Forces of Ukraine (APU) “di lapangan”.

Sebelum pergi ke Ukraina, Paulus Gray bertugas di Divisi Lintas Udara 101 elit Amerika Serikat dan merupakan anggota perwira senior unit ini.

Paulus Gray ke Mariupol lewat  Afghanistan, Iraq dan “tidak mengindahkan rekomendasi untuk meninggalkan negara itu” setelah dimulainya operasi militer khusus Rusia di Ukraina.

Melalui usahanya, batalyon pertahanan teritorial ke-41 “Chernihiv-2”, batalyon pertahanan teritorial ke-2 di wilayah Rivne “Goryn”, serta brigade mekanis terpisah ke-14 yang dinamai Pangeran Romawi Agung – sebuah formasi yang hampir dibubarkan oleh milisi Donetsk pada tahun 2014.

Perwira keempat Angkatan Darat Amerika Serikat adalah mantan Wakil Komandan Brigade Infanteri ke-53 (yang disebut “Brigade Buaya”) dari Garda Nasional Amerika Serikat, Mayor Yasen Pask.

Pelatihan pasokan operasional

Setelah latihan Defender-Eropa, Jenderal Paulus Gray terlibat dalam pengembangan dan pelatihan sistem pasokan operasional untuk unit tentara Ukraina.

Brigade taktis Gator, yang Jenderal Paulus Gray perintahkan di Ukraina, menurut beberapa sumber, dapat berjumlah hingga 900 orang, dan tugas utama unit, termasuk “pengawasan operasional” penggunaan peralatan militer khusus – komunikasi, sistem pengawasan dan intelijen di jalur Odessa – Kherson – Mariupol.

Alasan pertama dan utama mengapa perwira senior Angkatan Darat Amerika Serikat dapat dikepung di Mariupol adalah terobosan cepat tentara Rusia dan pasukan DPR ke kota dan blokadenya.

Alasan lain yang lebih dalam adalah bahwa militer Amerika Serikat mungkin telah dicopot dari posisi komando mereka karena pemberontakan Marinir Azov dan Ukraina.

Menurut beberapa laporan, tidak dapat diandalkannya intelijen yang diberikan oleh mereka yang dikurung di pabrik Ilyich ke marinir, menyebabkan kematian komandan brigade, Kolonel Baranyuk.

Menurut beberapa laporan, setelah itu, orang asing itu dilucuti, dibawa ke ruang bawah tanah dan diisolasi dari mereka yang berhasil selamat.

Tidak mungkin untuk mengevakuasi orang asing dengan kedok karyawan pabrik Azovstal di Mariupol karena sejumlah alasan.

Ketidaktahuan bahasa dan perilaku tertentu menjamin eksposur mereka dan transfer ke tangan intelijen militer Rusia.

Namun, perwira Barat tidak berhenti menjadi pembawa rahasia dari kategori tertinggi – menurut perwira unit militer dengan pengalaman tempur, mereka mungkin memiliki pembawa informasi bersama mereka, di mana bukti partisipasi personel militer dalam permusuhan di pihak Ukraina dapat disimpan.

Dalam situasi kritis bagi orang Amerika, Kanada, dan Eropa, data ini dapat diperoleh dengan pemulangan awal, tetapi dalam kasus ini, negara-negara Barat tidak akan dapat dari cerita ini tanpa skandal media yang mengerikan.

Untuk alasan ini, beberapa upaya dilakukan untuk mengevakuasi perwira Barat dengan helikopter, dan untuk membawa keluar dari Azovstal, Angkatan Udara Ukraina menyumbangkan setidaknya tujuh kendaraan tempur.

Intelijen ‘kelas teri’

Sampai sekarang, posisi Jenderal Roger Cloutier, Jenderal Paulus Gray, Jenderal Terry Wolf, tidak jelas. Atau sudah berhasil meloloskan diri.

Penangkapan Jenderal Trevor Cadie, sangat dramatis, saat menyamar sebagai warga biasa ketika ke luar dari ruang bawah tanah. Jenderal Trevor ditanya mau dievakuasi Kiev atau ke Rostov, dijawab, “Ke Kiev, Ibu Kota Ukraina.”

Rupanya, kualifikasi teknis spionase Jenderal Trevor Cadie, tipe ‘intel kelas teri’ alias ‘intel kelas minyak angin cap kapas’,  karena saat diinterogasi tidak bisa berkomunikasi dengan Bahasa Rusia, sehingga langsung ditangkap, status koridor kemanusiaan di Azovstal, 2 – 3 Mei 2022.

Padahal syarat paling utama dikuasai dengan intelijen, minimal mampu menguasai bahasa masyarakat di medan operasi. Ukraina timur, sebagian besar penutur Bahasa Rusia yang menjadi korban genosida militer Ukraina dan separatis Resimen Azov, di bawah kendali Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina sejak tahun 2014.

Setelah dicocokkan dengan sejumlah data fisik yang sudah dikumpulkan Rusia, memang benar lelaki menggunaka baju kaos oblong, jaket lengan panjang, celana panjang jens, dan topi, adalah Jenderal Trevor Cadie.

Dalam investigasi Rusia, ternyata Jenderal Trevor Cadie bertanggungjawab atas pengembangan laboratium biologi 1 di Azovstal diperkuat 18 staf yang bekerja di bawah komandonya.

Bergelora.com mengutip The National Pulse, Kamis, 5 Mei 2022, menyebut, Hunter Biden, salah satu anak kandung Presiden Amerika Serikat, Josef R Biden, terlibat dalam jaringan Jenderal Trevor Cadie di Azovstal.

Hunter Biden dan Christopher Heinz, menantu John Kerry, Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat untuk Perubahan Iklim, mengatur subkontrak untuk penelitian Ukraina melalui Rosemont Capitol, atas nama Pengaton’s Defense Threat Reduction Agency (DTRA), Badan Pengurangan Ancaman Pertahanan Pentagon.

Canada cuci tangan

Pemerintah Canada, sampai sekarang bungkam pasca penangkapan Jenderal Trevor Cadie saat keluar dari terowongan bawah tanah ketika diberlakukann koridor kemanusiaan di Azovstal, Mariupol, 2 – 3 Mei 2022.

Sebagaimana dalam operasi intelijen, dalam teknik menghilangkan jejak penugasan jika ditangkap, Jenderal Trevor Cadie dilaporkan sudah pensiun dalam struktur militer aktif.

Jenderal Trevor Cadie diklaim September 2021, berhadapan dengan kasus hukum, karena melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan anggota militer Canada sebagaimana dilaporkan Canadian Forces National Investigation Service.

Jenderal Trevor Cadie, berkali-kali membantah tuduhan.

Musuh ideology

Prof John Ryan, Ph.D, Guru Besar Universitas Winnipeg, Canada, di The Unz Review, Rabu, 27 April 2022: “Long History of US-Russia Confrontation Analysis of Ukraine-Russia Relations”, mengatakan, pasca USSR bubar pada 25 Desember 1991, Amerika Serikat tetap menempatkan Federasi Rusia sebagai musuh utama ideologi.

Ukraina adalah proxy Amerika Serikat dan NATO untuk melakukan destabilisasi Rusia.

Rusia dijadikan Amerika Serikat, musuh, hanya lantaran perbedaan ideologi. USSR atau Federasi Rusia penganut ideologi sosialis, sedangkan Amerika Serikat penganut ideologi liberalis.

Di era USSR, partai komunis berkuasa di negara itu. Selaku pemenang Pasca Perang II (1941 – 1945), Amerika Serikat menyatakan perang terhadap ideologi sosialis yang dalam banyak fakta selalu dilihat dari sudut pandang sederhana sebagai komunis.

Di era modern abad ke-21, mengacu kepada latar belakang operasi militer khusus Rusia ke Ukraina sejak Kamis, 24 Februari 2022, membuktikan sikap superioritas kedua ideologi itu (sosialis dianut NATO dan liberalis dianut Federasi Rusia), tetap menjadi sumber pemicu benturan militer potensial di masa mendatang.

Karena ideologi merupakan sudut pandang yang kemudian jadi pedoman hidup ketatanegaraan sebuah negara.

John Ryan, mengatakan, pada tanggal 25 September 1975, ada beberapa dokumen rahasia dari Departemen Perang Amerika Serikat, tertanggal 15 September 1945, telah dibuka.

Menurut John Ryan, ketika Nazi Jerman menyerang USSR pada Juni 1941, posisi Amerika Serikat diungkapkan Senator Amerika Serikat, saat itu, Harry Truman, “Jika  kita melihat Jerman menang, kita harus membantu Rusia.”

“Jika Rusia menang, kita harus membantu Jerman. Dengan cara itu biarkan mereka membunuh sebanyak mungkin, meskipun saya tidak ingin melihat Adolf Hitler menang dalam keadaan apa pun,” tulis John Ryan, mengutip dokumen Amerika Serikat tanggal 15 September 1945 yang baru dibuka pada 25 September 1975.

Faktanya Jerman dan Rusia, memiliki visi yang sama di era modern, yaitu memperkuat hubungan ekonomi dan riset berbasis inovasi demi kesejahteraan rakyat, dimana sangat tidak disukai Amerika Serikat.

Sebagaiamana analisis Jacques Baud, mantan intelijen strategis Swiss dan mantan Petinggi NATO di Signs of the Times, Sabtu, 2 April 2022.

Karena itulah ketika USSR bubar tahun 1991, NATO dimotori Amerika Serikat, melakukan ekspansi ke Eropa timur, terutama berupaya terus-menerus merayu 15 negara pecahan USSR untuk diterima menjadi anggota NATO.

Ekspansi NATO ke Eropa timur tujuannya destablisasi Federasi Rusia.

Kendati berkali-kali diprotes Rusia sejak tahun 2008 karena sebagai ancaman kedaulatan, tapi tidak dipedulikan Amerika Serikat, sehingga Rusia melakukan operasi militer khusus ke Ukraina timur.

Russian destabilization gagal

Joko Purwanto, mengatakan, CIA AS gagal destabilitasi Federasi Rusia lewat Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky sebagai pion, dengan dua parameter.

Pertama, negara anggota NATO tidak satu suara mendukung tindakan brutal Amerika Serikat membantu Ukraina menghadang operasi militer khusus Rusia sejak Kamis, 24 Februari 2022.

Kedua, NATO tidak punya legalitas membantu Ukraina menghadang Rusia sebagaimana diharapkan Amerika Serikat, karena sudah keburu diserang Rusia, sebelum Ukraina secara resmi diterima menjadi anggota NATO.

“Ada perpecahan di kalangan anggota NATO. Terutama dari Turki, Perancis, Jerman dan Austria yang selama ini memiliki hubungan baik dengan Federasi Rusia, karena ketergantungan akan produk pertanian dan gas alam cair Rusia,” kata Joko Purwanto.

Jerman memiliki visi yang sama dengan Rusia dan China, yaitu fokus pertumbuhan ekonomi dan pengembangan teknologi yang akhirnya membuat cemburu America Serikat.

Padahal, ujar Joko Puwanto, tujuan utama jangka pendek, mengganti secepat mungkin Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin yang menjabat sejak tahun 2000, melalui gerakan demokrasi model liberalisme Barat, dengan terlebih dahulu melakukan penetrasi di sektor timur Ukraina yang berbatasan darat langsung dengan Rusia.

Destabilitas Federasi Rusia, menurut Joko Purwanto, tidak mungkin bisa dilakukan CIA AS di Rusia dengan cukup hanya semata-mata peralat Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina, karena 5 pilar utama di Rusia, sekarang, ini, sepenuhnya mendukung berbagai kebijakan politik luar negeri Vladimir Putin, sebagai Presiden Rusia.

Pertama, generasi tua yang masih setia dengan ideologi komunis ketika masih berstatus Unionf of Soviet Socialist Republic (USSR).

Kedua, partai politik terbesar di Rusia, yaitu Rusia Bersatu, milik Vladimir Putin.

Ketiga, Gereja Katolik Ortodoks Rusia (Mgr Patriark Kirril, Alexandr Dugin, Andrey Kortunov).

Keempat, masyarakat Islam Rusia.

Kelima, militer Rusia, sepenuhnya di bawah kendali Vladimir Putin, Presiden Federasi Rusia.

Judy Demspey, Senior Nonresiden di Carnegie Europe dan Pemimpin Redaksi Strategic Europe  di Carnegie Europe, Rabu, 19 Agustus 2015, dalam analisisnya: “NATO Is Unprepared for Conflict With Russia”, mengklaim, kekuatan militer seluruh anggota NATO tidak siap dan tidak mampu untuk perang terbuka dengan Rusia.*

Sumber: @iEarlGreyTV: https://youtu.be/k7JyBJXeo78/TASS Russian News Agency/m24.ru/911.ru/ /RIA Novosti/voltairenet.org/Vzglyad Russian Newsletter/The National Pulse/westernstandaronline.com/bergelora.com/Signs of The Times/Carnegie Europe

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU