İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

25 February 2024
HomeBeritaSaatnya Perempuan Politik Bergerak

Saatnya Perempuan Politik Bergerak

SHNet,Jakarta-Banyak kepentingan perempuan yang hanya bisa dipahami dan diperjuangkan oleh perempuan sendiri. Selain itu, peran perempuan dalam pengambilan kebijakan publik sangat diperlukan karena baik langsung maupun tidak langsung, berdampak pada kaum perempuan, anak-anak dan keluarga.

Tampilnya perempuan ke ranah politik harus mendapat dukungan dari banyak pihak, terutama sesama kaum perempuan. Dukungan tidak hanya dalam arti elektoral tetapi juga dukungan moral, pemikiran, dan kritik untuk kemajuan.

Demikian antara lain diskusi yang mengemuka saat sosialisasi dan launching buku Perempuan Politik Bergerak yang ditulis Kristin Samah dan digelar di Jakarta, Kamis (7/12/2023). Buku ini berisi pengalaman 22 perempuan politik, empat orang tokoh perempuan nasional, dan satu orang laki-laki. Para narasumber adalah perempuan-perempuan yang aktif sebagai anggota parlemen, aktivis partai politik, atau berkiprah di akar rumput.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam sambutannya mengatakan, Paham politik di Indonesia hingga saat ini masih bias gender yang begitu kental. Perempuan diidentikkan bekerja di ranah domestik dan laki-laki di ranah publik.

Politik dimaknai sebagai kegiatan di ranah publik, dan karenanya politik adalah domain laki-laki, ujar Menteri.  Sebaliknya, ranah domestik dimaknai tidak memiliki dimensi politik, dan karenanya adalah domain perempuan. Pemisahan ini tidak menguntungkan siapa pun, mengingat tugas dari kaum perempuan sesungguhnya adalah mengupayakan praktik politik yang jauh lebih inklusif.

Sebagai pihak yang paling mengetahui kebutuhan, permasalahan, dan solusi dari isu-isu yang dihadapi kaumnya sendiri, pelibatan perempuan dalam ruang-ruang politik, khususnya yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan menjadi sangat penting, ujarnya. Partisipasi perempuan di ranah politik sangat mendasar untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan di Indonesia yang selama ini mash digolongkan sebagai kelompok rentan.

Suasana saat sosialisasi dan launching buku Perempuan Politik Bergerak yang ditulis Kristin Samah dan digelar di Jakarta, Kamis (7/12/2023

Arti Penting Politi bagi Perempuan

Menteri PPPA mengungkapkan, Buku Perempuan Politik Bergerak memberikan kontribusi penting bagi perempuan untuk semakin menyadari arti penting politik bagi perbaikan hidup masyarakat dan sekaligus mengangkat harkat dan martabat perempuan.

Buku Perempuan Politik Bergerak menggambarkan perjuangan kaum perempuan yang memutuskan berjuang di ruang publik, menyuarakan kepentingan rakyat. Panggilan menjadi politisi, dalam arti luas, bukan sebuah perjalanan yang mudah karena ada kalanya berbenturan dengan status sebagai istri dan seorang ibu. Tidak seperti laki-laki yang bisa mudah memutuskan terjun sebagai politisi, perempuan yang terpanggil dan memutuskan untuk berpolitik perlu banyak pertimbangan. Dukungan keluarga menjadi salah satu yang sangat penting.

Buku ini diterbitkan Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia, Kaukus Perempuan Politik Indonesia, Yayasan Cerita Ibu Nusantara, didukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Narasumber yang ada dalam buku ini adalah Baihajar Tualeka, Rukka Sombolinggi, Gunarti, Jull Takaliuang, Nisya Saadah Wargadipura,  Misiyah, Sri Tiawati, Dewi Kanti Setianingsih, Misbah Isnaifah, Putri Santoso, Hening Parlan, Eva Kusuma Sundari, Kanti W. Janis, Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusomo, Hindun Anisah, Lis Dedeh, Diah Pitaloka MY Esty Wijayati, Hetifah Sjaifudian, Nihayatul Wafiroh, Neng Eem Marhamah Zulfa, Andi Yuliani Paris, dan Revoldi Koleangan. (sur)

 

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU