İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

25 February 2024
HomeBeritaSinode GMIST Tolak Tambang Mas di Pulau Sangihe

Sinode GMIST Tolak Tambang Mas di Pulau Sangihe

Tahuna– Gereja Masehi Indonesia Sangihe-Talaud (GMIST) menegaskan penolakan terhadap aktivitas pertambangan emas yang dilakukan PT Tambang Mas Sangihe (TMS) di Pulau Sangihe.

Penolakan itu tertuang dalam pernyataan sikap GMIST melalui surat Nomor: 019/1.1.g/G/XII-2021 yang diteken Pendeta Dr. Welman Boba (Ketua Umum) dan Sekretaris Umum GMIST Pendeta C.E. Malohing-Oleng, MTh, Kamis (30/12/2021). Surat itu ditujukan untuk BP Majelis Resort GMIST dan semua Jemaat GMIST.

Dalam Sidang Lengkap Sinode Ke XXV di Enemawira GMIST persoalan tambang mas mendapat perhatian serius dari semua peserta sidang.

Dalam surat tu juga dinyatakan, aktivitas pertambangan yang dilakukan di Pulau Sangihe yang luasnya hanya 736.98 Km2 bertentangan dengan Undang-Undang No 25/2007, Junto Undang-Undang No 1/2014 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil terutama menyangkut perlindungan terhadap pulau dengan luas kurang dari 2.000 Km2.

Pernyataan sikap itu berisi lima poin. Pertama, mneolak aktivitas pertambangan yang dilakukan PT. Tambang Mas Sangihe (TMS).

Kedua, bekerja sama dengan pecinta lingkungan dan berbagai pihak untuk melakukan edukasi bagi penambang lokal/tradisional melalui sosialisai mengenai dampak buruk pertambangan terhadap lingkungan dan keberlangsungan hidup generasi akan datang.

Ketiga, edukasi dan sosialisasi akan dilakukan dalam lexionari GMIST.

Keempat, memohon agar dalam mengambil sikap kiranya para jemaat mengutamakan keutuhan persekutuan dengan jiwa persaudaraan dalam kasih Kristus.

Kelima, tetaplah menggumuli setiap masalah dalam doa dan aktivitas kongkrit.

sumber: istimewa

“Dalam pelayanannya GMIST digerakkan oleh perjuangan Kasih Allah dalam rangka merawat kehidupan, GMIST yakin sepenuhnya bahwa pethatian terhadap kaum lemah dan tertindas, kelestarian alam dan kelangsungan ekosistim adalah juga amanat pelayanan yang diembannya dari Kepala Gereja (Kejadian 1:1-31 dan Matius 25:40),” tulis pernyataan itu. (edl)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU