23 May 2024
HomeBeritaKesraTiga Isu Ini Jadi Fokus Utama Rakornas Perpustakaan 2024

Tiga Isu Ini Jadi Fokus Utama Rakornas Perpustakaan 2024

SHNet, Jakarta– Perpustakaan Nasional (Perpusnas) akan menyelenggarakan Rakornas bidang Perpustakaan pada 14-15 Mei 2024 di Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta.

Ada tiga isu penting yang bakal menjadi fokus dalam Rakor tersebut. Ketiga isu itu adalah penguatan budaya baca dan literasi, pengarus-utamaan naskah Nusantara dan standardisasi dan pembinaan tenaga perpustakaan yang ditujukan untuk pemetaan perpustakaan sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP).

Sekretaris Utama (Sestama) Perpustakaan Nasional, Joko Santoso mengatakan, penguatan budaya baca dan literasi dilakukan mengingat pada tahun 2045, Indonesia akan memasuki tahun emas dan bonus demografi.

“Untuk itu perlu penguatan budaya baca dan literasi masyarakat. Perlu literasi yang kuat untuk mencapai masyarakat berbudaya dan berkarakter,” ujar Joko Santoso dalam jumpa pers jelang Rakornas Bidang Perpustakaan 2024 dan HUT ke-44 Perpustakaan Nasional, di Jakarta, Rabu (08/05/2024).

Rakornas bidang Perpustakaan tahun 2024 mengusung tema “Menata Ulang Konsep dan Praktek Literasi”.

Joko menambahkan, ada yang berbeda dari Rakornas bidang Perpustakaan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Rakornas kali ini, paling banyak pembicaranya dari daerah. Mereka akan mengungkapkan terobosan-terobosan penting, inovasi penggiat literasi di daerah dan kendala-kendala yang dihadapi di daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas Amich Alhumami mengatakan, Bappenas berusaha meletakkan literasi dalam peningkatan SDM berkualitas dan berdaya saing serta pembangunan kebudayaan.

Menurutnya, literasi menjadi indikator kualitas SDM Indonesia. “Pendidikan yang bagus bukan saja dilihat dari tamat pendidikan tinggi, tetapi juga kecakapan literasi. Kecakapan literasi akses untuk mengembangkan diri, akumulasi pengetahuan bagi life skill tiap individu. Kecakapan literasi akan tercermin apakah yang bersangkutan bisa memahami hal-hal yang diperlukan di tempat kerja,” tutur Amich.

Terkait pembangunan kebudayaan, Amich mengatakan, karya-karya naskah kuno/karya naskah Nusantara merupakan pencapaian karya-karya kesarjanaan dulu seperti penyair, sastrawan dan lainnya yang menjadi pemicu lahirnya karya-karya baru.

“Literasi menjadi arus utama dalam kerangka besar pembangunan nasional. Dan menyumbang pada pembangunan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Selain Rakornas Bidang Perpustakaan, di bulan ini, Perpusnas akan merayakan HUT ke-44 pada 17 Mei mendatang.

Bertempatan dengan HUT ke-44, akan dilakukan penandatanganan surat edaran Kepala Perpusnas dan Kementerian Desa terkait pemanfaatan dana desa untuk perpustakaan desa.

Selain itu, akan diluncurkan Gerakan Literasi Desa oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.

Perpusnas juga akan memberikan bantuan 10 juta bacaan bermutu kepada 10.000 perpustakaan desa serta 21 juta buku untuk perpustakaan sekolah. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU