29 November 2022
HomeBeritaEkonomiUMKM “Go Digital” Jadi Syarat Menangkan Persaingan

UMKM “Go Digital” Jadi Syarat Menangkan Persaingan

SHNet, Makassar — Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbukti tahan dan tangguh dikala krisis ekonomi mendera.

Namun, pandemi Covid-19 mengajarkan bahwa digitalisasi di segala sektor telah menjadi tuntutan. Agar terus tumbuh dan berkembang, UMKM dituntut untuk masuk ke ekosistem digital.

Demikian yang menjadi pembahasan dalam webinar bertema “Peran Besar UMKM Digital bagi Kemajuan Perekonomian Daerah”, di Makassar, Sulawesi Selatan, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dosen di Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta Mario Antonius Birowo; dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar Citra Rosalyn Anwar; dan Pengurus Relawan TIK Sumatera Barat Ulfa Nabila Tafrienda.

Di Indonesia, sektor UMKM berkontribusi sebesar 97 % terhadap total penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sektor tersebut juga berkontribusi sekitar 60 % terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Sementara terhadap ekspor nasional, sektor UMKM berperan sebesar 15 %.

Menurut Mario Antonius, daya saing UMKM di era digital seperti sekarang ini harus melibatkan penggunaan teknologi. Strategi pemasaran, pembayaran secara digital, termasuk mendapat akses pembiayaan dari lembaga jasa keuangan akan mempengaruhi daya saing UMKM.

Sayangnya, tak semua pelaku UMKM memiliki akses ke lembaga jasa keuangan maupun terhadap pemanfaatan teknologi digital.

“Penyebabnya, salah satunya, adalah kurangnya keterampilan pemanfaatan teknologi digital membuat banyak UMKM belum go digital. Padahal, dengan digitalisasi, UMKM bisa tetap produksi meski selama pandemi sekalipun,” ujar Mario.

Mario menambahkan, dengan digitalisasi, pemasaran secara digital bisa diterapkan lebih luas dengan menjangkau lebih banyak pelanggan. Dengan cara itu, pengenalan produk-produk lokal bisa terus ditingkatkan. Upaya tersebut sebaiknya dibarengi dengan gerakan mencintai produk buatan dalam negeri agar pertumbuhan UMKM semakin pesat.

Citra Rosalyn Anwar membenarkan bahwa dalam beraktivitas jual beli, masyarakat sekarang ini lebih cenderung melakukannya secara online. Selain lebih praktis, cepat, dan aman, transaksi online juga menawarkan banyak ragam potongan harga atau diskon.

Apalagi, ada bermacam pilihan loka pasar untuk berbelanja segala produk barang dan jasa.

“Maka, tak salah apabila UMKM segera masuk ke ekosistem digital dengan melihat perilaku masyarakat yang sudah beralih pada aktivitas online untuk berbelanja beragam kebutuhan,” kata Citra.

Sementara itu, menurut Ulfa Nabila, daya saing UMKM harus terus diperbaiki lantaran UMKM terbukti berkontribusi penting terhadap ekonomi nasional. Selain mampu menyerap lapangan kerja dalam jumlah besar di dalam negeri, UMKM memiliki peran kuat dalam mengatasi krisis ekonomi.

“Selain mendukung digitalisasi UMKM, gerakan mencintai produk-produk buatan UMKM sangat penting bagi UMKM terus bisa bertahan di tengah kompetisi yang sangat ketat ini,” ucapnya.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.

Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Sulawesi dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU