29 May 2024
HomeBeritaUzbekistan jadi Korban Berikutnya Piala Asia U -23?

Uzbekistan jadi Korban Berikutnya Piala Asia U -23?

Oleh: Eddy Lahengko

Jakarta-Garuda Muda Indonesia semakin tinggi mengepakan sayapnya dan semakin tajam kukunya memangsa lawan. Apakah kali Uzbekistan jadi korban keempat? Menyusul Australia, Yordania dan Korsel.

Dari hasil perjuangan tanpa kenal lelah seluruh tim, dan doa masyarakat Indonesia, telah malabuhkan pasukan yang diarsiteki Pelatih level dunia Shin Tae- yong ke semi final Piala Asia U-23 di Qatar. Di semi final yang dipentaskan Senin malam( 29/4) WIB Rizky Ridho dkk menghadapi tim tangguh lainnya Uzbekistan setelah memulangkan Korsel lewat tendangan adu penalti 11-10(2-2) babak 8 besar. Sedang Uzbekistan menang 2-0 atas Saudi Arabia di perempat final.

Sukses membuat sejarah spektakuler sepakbola Indonesia melaju ke semi final piala dua tahunan sekali ini ke semi final sekaligus menghantar Garuda Muda Indonesia bakal meraih satu tiket ke Olympiade Paris 2024. Tiket sudah di tangan tinggal menggenggamnya. Keberhasilan triple yang dipetik Garuda Muda adalah memenuhi target 16 besar, kemudian melaju ke semi final dan bakal meraih satu tiket ke Olympiade Paris 2024.
Tiket Olympiade bakal di genggam jika Pasukan yang ditukangi STY ini melaju ke final ataupun meraih urutan ketiga piala Asia U-23. Kalaupun seandainya menempati urutan keempat, Rizky Ridho dkk harus bertarung dibabak play off menghadapi tim dari benua Afrika.

Terlepas dari sukses spektakuler yang dipetik ini, perjalanan Garuda Muda Indonesia melaju ke babak empat besar Piala Asia U-23 melalui perjalanan berliku dan perjuangan keras. Dari yang tidak diunggulkan di fase grup A sampai memulangkan tim unggulan Australia dibabak 16 besar 1-0, dan giliran Yordania yang jadi korban dengan skor telak 4-1. Kini menghantar ke semi final sekaligus bakal meraih tiket Olympiade 2024.
Perjalanan Garuda Muda Indonesia ini mirip dan serupa tapi tak sama dengan perjalanan Timnas Maroko di Piala Dunia 2022 yang juga dipentaskan di negara yang sama, yakni Qatar.

Persamaannya baik Garuda Muda maupun Maroko sama2 mencatat sejarah spektakuler dari yang tidak diunggulkan sampai membelalakan mata pengamat,dan pecinta sepakbola internasional. Kejutan demi kejutan dicetak tim Maroko di Pildun itu.
Menelusuri perjalanan sejarah Pildun, Maroko, yang berada di grup F bersama, Belgia, Kanada, dan Kroasia. Kejutan pertama tampil juara di fase grup.

Babak Gugur, perdelapan final, giliran unggulan Spanyol dipulangkan Maroko dengan skor 0-3. Lalu dibabak perempat final, Portugal harus angkat koper dari Qatar dengan skor 1-0. Berarti tim yang dijuluki Singa Atlas menyingkirkan tiga kandidat piala dunia, Portugal, Spanyol dan Belgia. Perjalanan Singa Atlas terhenti di semifinal, dikalahkan Perancis 0-2. Dan pada perebutan tempat ketiga dan keempat, Maroko kalah 1-2 dari Kroasia padahal di fase grup dua tim bermain imbang 0-0, sehingga Maroko harus puas menempati urutan keempat Pildun Qatar 2022.

Nah bagaimana dengan perjalanan Garuda Muda Indonesia. Semoga tidak mengalami nasib yang sama dengan Maroko. Karena menilik perjalanannya Garuda Muda dari persiapan, fase grup, hingga ke semi final cukup berliku juga. Mulai dari tidak diunggulkan, sampai menghadapi nyinyiran dialami Marcelino Ferdinan dkk. Para pemain membuktikan di lapangan keganasan mereka,sehingga satu2 tim unggulan dipulangkan dari Qatar.
Keluar sebagai runner up grup A di fase grup, babak 16 besar.

Setelah kalah kontroversi dari tuan rumah Qatar 0-2. Australia tim unggulan pertama yang dipulangkan pasukan dikomandani STY dengan skor tipis 0-1. Lalu giliran Yordania harus angkat dengan skor telak 1-4 dan dibabak delapan besar langganan final Piala Asia U-23 Korsel, harus angkat kaki dari Qatar lewat pertandingan mendebarkan dan penuh dramatis 11-10 setelah sebelumnya main imbang 2-2 dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2×15 menit dan diakhiri tendangan adu pinalti.

Kekalahan ini sungguh tragis bagi Korsel, karena yang memulangkannya tim yang diasuh Pelatih asal Korsel STY yang tak dipakai di negaranya melatih timnas.

Dan dengan kemenangan dramatis ini menghantar Rizky Ridho dkk mencetak sejarah spektakuler yang ditunggu tunggu masyarakat sepakbola Indonesia untuk pertamakalinya melaju ke semi final Piala Asia U-23 . Tim yang dihadapipun bukan tim kaleng2, Uzbekistan.

Tentu semua berharap kekalahan Maroko di semi final Pildun 2022 Qatar atas juara bertahan Perancis tidak menulari pada Garuda Muda Indonesia.
Justru sebaliknya Uzbekistan menjadi tim unggulan keempat di Asia menjadi korban keganasan kepakan sayap Garuda Muda Indonesia.

Eddy Lahengko, Wartawan Senior Olahraga

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU