İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

25 February 2024
HomeBeritaKesraWapres Serahkan Anugerah Lingkungan PROPER 2021 KLH

Wapres Serahkan Anugerah Lingkungan PROPER 2021 KLH

SHNet, Jakarta- Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin  mengingatkan  kepada perusahaan peserta PROPER  atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan  untuk selalu berkomitmen pada kepedulian sosial. Kepedulian sosial harus terus ditingkatkan  untuk mengurangi dampak pandemi di tengah-tengah masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Pelaksanaan kegiatan yang positif selama pandemi dapat diadopsi sebagai adaptasi kebiasaan baru  atau new normal,” ujar KH Ma’ruf Amin ketika memberikan amanat pada  penyerahan secara langsung penghargaan Anugerah Lingkungan PROPER Tahun 2021 Kementerian Lngkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada 47 perusahaan peringkat PROPER EMAS di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Dalam acara penyerahan anugerah lingkungan POPER ini, Wapres KH. Maruf Amin didampingi  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya. Acara juga disiarkan melalui Live Streaming di kanal Youtube Kementerian LHK dan Ditjen PPKL.

Tahun ini kali kedua penghargaan dilaksanakan dalam suasana pandemi Covid-19, dengan protokol kesehatan ketat. Selain Wakil Presiden, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya ikut mendampingi memberikan ucapan selamat kepada perusahaan yang telah  secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi dan jasa, serta melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dikenal dengan PROPER bertujuan untuk mendorong ketaatan industri terhadap peraturan perundangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Peringkat PROPER terbagi menjadi 2 (dua) kategori yaitu ketaatan (BIRU, MERAH, HITAM), dan beyond compliance (EMAS dan HIJAU). Peringkat tertinggi adalah EMAS dan peringkat terburuk adalah HITAM. Aspek penilaian ketaatan yang dievaluasi dalam penghargaan PROPER meliputi persetujuan lingkungan, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3 dan nonB3, pengelolaan sampah, dan potensi kerusakan lahan khusus untuk kegiatan pertambangan.

PROPER telah berlangsung selama 26 tahun dan sudah berkembang menjadi platform bagi dunia usaha untuk melakukan praktek bisnis yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip ekonomi hijau. Kriteria pengelolaan lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat yang terdapat di PROPER meliputi sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, penurunan emisi dan gas rumah kaca, efisiensi air, penurunan dan pemanfaatan limbah B3, pengelolaan 3R sampah, perlindungan keanekaragaman hayati, pengembangan masyarakat, penerapan Life Cycle Assesment, serta Social Return on Invesment.

Peserta PROPER Tahun 2020-2021 adalah 2.593 perusahaan yang yang terdiri dari 299 jenis industri, meningkat 555 perusahaan dari tahun 2020.

Pengelolaan Lingkungan

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya dalam laporanya mengatakan, Program Kinerja Penilaian Peringkat Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2021 mencapai kinerja yaitu efisiensi air 215.089.580 m3, efisiensi energi 392.764.490 GJ, 3R Limbah B3 sebesar 21.543.438 ton, 3R Limbah Non B3 sebanyak 6.593.294 ton. Dari segi penurunan emisi konvensional tercapai sebesar 5.014.647 ton, dengan penurunan beban pencemaran 28.672.842 ton, serta penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 92.883.439 ton CO2e.

“Selain itu, PROPER Tahun 2021 juga menghasilkan jumlah inovasi dalam pengelolaan lingkungan diantaranya yaitu 117 inovasi dalam bidang keanekaragaman hayati, 129 efisiensi energi, serta 103 penurunan emisi,” ujar Menteri LHK.

Lebih lanjut Menteri Siti Nurbaya mengatakan, eco inovasi pada tahun ini tercatat 697 inovasi yang dihasilkan oleh perusahaan. Hasil inovasi ini mampu menghemat anggaran sebesar Rp. 102,49. triliun. Harus diakui bahwa pandemik sangat berpengaruh terhadap aktifitas ekonomi dan produksi.

Hal ini terlihat dari upaya efisiensi energi mengalami penurunan dari 430,24 juta GJ pada tahun 2020 menjadi 392,76 juta GJ pada tahun 2021. Namun, upaya pengurangan, pemanfaatan kembali dan daur ulang Limbah B3 dan non B3 mengalami kenaikan 31% dari 16,4 juta ton menjadi 21,54 juta ton dan 5,03 juta ton menjadi 6,59 juta ton.(sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU