SHNet, Jakarta– Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel mengatakan, industri pangan Indonesia berpotensi menjadi produk unggulan di tingkat nasional maupun global.
Hal tersebut disampaikan Rachmat Gobel saat membuka Adirasa Nusantara, pameran produk kuliner yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (10/8).
Rachmat Gobel mengatakan, industri kuliner menjadi industri yang sangat penting dan strategis untuk dikembangkan. Apalagi didukung dengan kekayaan alam yang melimpah dan tradisi kuliner yang beragam.
“Ini bukan pameran biasa, tapi ada pesan semangat untuk membangkitkan dan membangun kearifan lokal,” ujarnya.
Karena itu ia sangat mendukung pameran yang melibatkan tidak hanya pengusaha besar tetapi juga para pelaku UMKM yang bergerak pada industri makanan.
Untuk pertama kalinya Yayasan Mitra Kinarya Adiwastra menyelenggarakan kegiatan Adirasa Nusantara. Pameran produk kuliner yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut  berlangsung 10-14 Agustus 2022 dengan jumlah 120 peserta dari berbagai wilayah Nusantara.
Mengambil tema Cita Rasa Indonesia untuk Dunia dengan tagline Pesona Gastronomi, Kuliner dan Produk Pangan Olahan, kegiatan Adirasa Nusantara 2022 dihadiri oleh pemerhati pameran Edith Ratna Soejosoelarso dan panitia penyelenggara pameran Lalita Nerissa S, juga beberapa pengusaha.
Menurutnya, situasi perang antara Ukraina-Rusia, ditambah ancaman krisis pangan dan energi, maka mengembangkan industri kuliner menjadi pilihan yang tepat.
“Industri kuliner yang memang banyak dikembangkan oleh ibu-ibu, saat Indonesia dilanda krisis, terbukti dapat menjadi penyelamat ekonomi keluarga. Kini di tengah ancaman krisis pangan, harapan serupa juga sangat besar kita sematkan pada industri kuliner lokal,” tegas Rachmat Gobel.
Sementara itu, pemerhati pameran Edith Ratna menjelaskan Adirasa Nusantara adalah pameran produk pangan Nusantara yang mencakup produk pertanian sebagai bahan baku seperti rempah, coklat, teh, kopi dan lainnya. Melalui pameran ini pelaku industri subsektor kuliner Nusantara bisa mempromosikan dan mengkomunikasikan kepada masyarakat luas.
Ia mengatakan kekuatan cita rasa Nusantara terletak pada penggunaan bumbu yang spesifik dan khas, menonjolkan berbagai jenis rempah-rempah, melahirkan banyak ragam masakan tradisional yang lezat dan bercita rasa khas dari setiap daerah Nusantara. “Seni menampilkan praktik preparasi produksi, penyajian dan penikmatan makanan juga minuman akan ditampilkan dalam upaya memanjakan masyarakat pecinta kenikmatan berbagai makanan dan minuman karya anak bangsa,” katanya.
Didukung potensi sumber kekayaan alam serta lingkungan sebagai sumber bahan pangan, lanjut Edith, telah melahirkan banyak ragam masakan tradisional khas daerah yang lezat dengan citasara yang tinggi. Ini menjadikan makanan dan minuman olahan khas Indonesia banyak digemari konsumen dari dalam dan luar negeri.
“Hal ini diharapkan dapat membuka peluang usaha lebih luas bagi industri kecil dan menengah maupun industri berskala besar,” tegasnya.
Di tempat yang sama panitia penyelenggara pameran Lalita Nerissa menjelaskan pameran ini menjadi bagian dari upaya ikut melestarikan cita rasa Nusantara supaya generasi muda mengenal dan mencintai budaya Nusantara kita. “Generasi muda perlu mengenal dan mencintai budaya kuliner kita,” katanya.
Ia bersyukur animo pengusaha kuliner untuk mengikuti pameran industri kuliner ini cukup bagus. Karena itu, event ini akan digelar secara rutin setiap tahun. (Stevani Elisabeth)

