25 May 2026
HomeBeritaDari Media Sosial ke Buku, Irena Tjahjadi dan Percikan Pemikiran

Dari Media Sosial ke Buku, Irena Tjahjadi dan Percikan Pemikiran

SHNet, Jakarta-Sejumlah buku lahir bukan dari keseriusan menulis atau menyusunnya. Belakangan banyak buku lahir dari tulisan-tulisan media social, baik Facebook, Instagram dan sebagainya. Bahkan beberapa diantaranya kemudian diangkat ke layar lebar dan cukup menyedop penonton. Misalnya buku “Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini”. Karya Marchella FP yang diangkat ke film dengan sutradara Angga Dwimas Sasongko yang rilis 2020.

Buku berjudul “Sekarang , Dulu, Nanti: Perempuan Selalu Punya Cerita” juga berasal dari tulisan Irena Tjahjadi di Facebook yang berisi 31 tulisan dengan ragam isu dan persoalan. Buku ini diterbitkan Muara Books, 2022.

Jadi buku  ini adalah kumpulan pilihan memoar singkat yang ditayangkan penulis pada akun Facebook-nya sejak 2015 sampai 2021. Isinya beragam kisah sehari-hari penulis mulai dari masalah anak, hubungan keluarga, pekerjaan, hingga mencari jawaban Tuhan, dan lain-lain.

Setiap tulisan diakhiri dengan refleksi yang mengajak pembacanya untuk turut merefleksikan hidupnya pula. Tak jarang pembaca setia akun Facebook-nya menemukan beberapa tulisannya sebagai sumber hiburan di tengah problematik hidup perempuan ataupun sumber kekuatan hati. Itulah pula sebabnya beberapa tulisan disatukan dalam bentuk buku cetak agar dapat dibaca ulang kapan lain waktu dibutuhkan.

Beberapa tulisan dengan tema serupa yang ditulis dalam rentang waktu 6 tahun ini, juga menjadi kenang-kenangan perjalanan spiritual penulis. Misalnya, tentang mencari jawaban Tuhan, dari kekerasan hati untuk beriman menjadi perjalanan penyerahan diri (pada tulisan ke-3 berjudul “Jalan Kaki Sesampainya”). Tentang membesarkan anak, dari menihilkan diri dan semua demi anak hingga bertoleransi untuk sesekali “Adil Pada Diri Sendiri”.

Selain berupa memoar dengan refleksi, beberapa tulisan juga mendiskusikan secara ringan topik-topik hangat di masyarakat seperti pola hidup konsumtif di Jakarta, suasana pandemi COVID-19, puisi Chairil Anwar, hingga buku-buku Nawal el Saadawi (penulis perempuan Mesir dan feminis).

Dengan jujur, Irena menegaskan, buku ini ditujukan sebagai bacaan ringan yang mudah dicerna, tapi tetap memberi nilai.Dan memang bila kita membaca satu persatu artikel, kita tidak dipusingkan oleh istilah atau bahkan pandangan yang membuat dahi mengernyit.

Lalu, siapa Irena? Perempuan dengan latar belakang pendidikan tehnik elektro ini, adalah ibu dua anak yang ingin menghidupkan cita-citanya masa kecil menjadi penulis. Irena percaya, sahabatnya di Facebook menjadi sasaran pembaca sekaligus pembeli buku ini. (sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU