3 May 2026
HomeLIFESTYLE"PINTU Incubator", Upaya Brand Lokal Masuk ke Pasar Global

“PINTU Incubator”, Upaya Brand Lokal Masuk ke Pasar Global

SHNet, Jakarta– Indonesia memiliki sumber daya alam dan budaya yang luar biasa. Hal ini menjadi kekuatan juga untuk industri fesyen Indonesia.

Bahkan brand ternama di dunia seperti Dior, pernah menggunakan kain endek Bali ke dalam rancangan produknya.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki kepada awak media di “PINTU Incubator”, Sabtu (3/9) sore.

“PINTU Incubator” adalah Program kolaborasi dari JF3, LAKON Indonesia dan Kedutaan Besar Perancis melalui Institut Francais d’Indonesie ( IFI)

“Saya percaya kita punya budaya yang luar biasa, sehingga jadi kekuatan untuk fesyen. Itu butuh inkubasi, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas produk, tetapi juga untuk mengembangkan model bisnis yg inspiratif,” ujarnya.

Teten mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh LAKON Indonesia yang untuk pertama kali membuat inkubator Fesyen di Indonesia.

Ia berharap, PINTU Incubator” bisa menjadi lompatan bagi pelaku UMKM baik dari sisi kualitas, desain dan kapasitas usaha.

Menurutnya, inkubator fesyen penting untuk pelaku fesyen belajar memperbaiki produknya, memperoleh investor dan sebagainya.

Teten menambahkan, saat ini kontribusi ekonomi kreatif (ekraf) mencapai Rp 1.134 triliun dan dari jumlah tersebut, sebanyak 70 persen kontribusi dari kuliner dan fesyen

Ke depan, lanjut Teten, Indonesia perlu memiliki brand agar dapat mendunia.

“Kita harus mulai percaya diri dan punya brand. Untuk itu peran inkubator bisa jadi melengkapi ekosistem pengembangan UMKM untuk naik kelas. Untuk punya brand, kualitas dan pengembangan produk harus bagus,” tuturnya.

Sementara itu Founder LAKON Indonesia dan inisiator PINTU Incubator, Thresia Mareta mengungkapkan, “Kami sangat gembira, dan bersemangat dengan program ini. Terlebih kami melihat begitu banyak kreatif muda yang sangat potensial untuk mengembangkan brand fesyen secara professional. Berbagai tahapan dalam program inkubasi ini telah dilakukan sejak bulan April 2022, kami telah mengadakan sebanyak 24 kelas bimbingan, dengan durasi total sebanyak 70 jam, oleh 26 pengajar/mentor yang terdiri dari pakar, dan praktisi yang sangat berkompeten. Seluruh tahapan ini telah memberikan wawasan, pengetahuan dan pandangan baru sebagai bekal dalam pengembangan usaha. Kami berharap melalui program PINTU Incubator, yang turut didukung oleh ekosistem
LAKON Indonesia dan JF3 ini akan melahirkan brand-brand fesyen yang kuat, tidak hanya dalam kreativitas tapi juga secara bisnis. Karena sudah saatnya kita memiliki brand fesyen kebanggaan Indonesia, tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi juga mampu
berbicara dalam skala global.”

Koleksi LAKON Indonesia (Dok.SHNet/Stevani)

Ia mengatakan, ada 7 brand yang lolos kurasi yakni Nona Rona, Riskia Batik, Umah Etnik, Tailor moon, WGB, Tepa Selira dan Maria Adi Putri. Ketujuh brand tersebut menampilkan karyanya di runway JF3, Sabtu malam.

Selanjutnya, dari 7 brand ini, dipilih 3 terbaik untuk maju ke tahap berikutnya. Ketiga brand tersebut akan dipersiapkan untuk mengikuti pameran internasional di Paris, Maret 2023.

“PINTU Incubator merupakan salah satu upaya kami dalam mendukung keberlanjutan industri ini dengan mendorong munculnya talenta-talenta baru. Kami sangat bersyukur, karena program PINTU Incubator ini telah berjalan dengan baik dan memasuki tahap akhir.
Hari ini di runway JF3 2022 akan segera ditampilkan brand-brand fesyen baru yang telah mendapatkan berbagai bekal wawasan bisnis dan professional untuk mengembangkan usahanya. Kami berharap pada akhirnya program ini dapat memberikan kontribusi terhadap industri fesyen tanah air.” demikian ungkap Chairman JF3, Soegianto Nagaria. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU