5 May 2026
HomeBeritaPenerapan Pancasila Harus Selaras Pikiran Bung Karno

Penerapan Pancasila Harus Selaras Pikiran Bung Karno

Bandung-Staff khusus dewan pengarah  Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Dr Antonious Benny Susetyo  mengatakan bahwa pentingnya Keselarasan Pemikiran Soekarno dalam Pancasila guna mewujdukan Tata dunia Baru yang bebas Sara dan Kemiskinan di Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan dalam acara  seminar nasional GMNI Kota Bandung dengan judul “Pancasila: Kemiskinan dan SARA di Jawa Barat” di Gedung Indonesia Menggugat Bandung,Jawa Barat pada Kamis (13/10/2022).

Seminar  secara Luring ini dihadiri Antara lain  dihadiri Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonious Benny Susetyo, Sekretaris Dewan Pakar persatuan GMNI Dr Andy Talman Nitisastro, Direktur deradikalisasi BNPT Prof Irfan Idris,dan Penggiat Sosial Helvi Ariana Baskoro serta dihadiri oleh puluhan ikatan mahasiswa halmahera,gmni dari beberapa daerah di jawa barat, komunitas pengamen jalanan dan beberapa komunitas masyarakat lain.

Ketua GMNI Cabang Bandung menyatakan, jika  Pancasila hadir di tengah masyarakat maka sudah tidak ada lagi kemiskinan dan sara. Di Jawa Barat mempunyai basis Islam yang besar, banyak pembangunan rumah ibadah lain termasuk gereja banyak yang ditolak masyarakat dan kelompok tertentu.

Selanjurnya paparan pertama dari Staf Khusus dewan pengarah BPIP Antonious Benny, persoalan kemiskinan itu ada faktor internal dan eksternal. Oleh karena itu, Sukarno dahulu pernah mengajukan tata politik dunia baru. Jangan sampai sumber daya dikuasai oleh negara maju dan berkembang, maka ingat marhaenisme yaitu negara miskin tanpa produktivitas”, tegas Benny.

Benny menyatakan, budaya itu saat ini dipopulerkan melalui gaya hidup di dunia sosial. “Karena gengsi maka banyak orang yang memposting merk terkenal.persoalan kita tentang kesenjangan  sosial adalah karena ekonomi menjadi bagian yang tidak adil.bagaimana implementasi pancasila itu dapat diwujudkan dengan kebijakan maka seharusnya pancasila itu menjadi praktis ideologis. Cara kita mengatasi kesusahan ekonomi adalah dengan mendirikan koperasi dimana sistim di dalam masyarakat itu ambil bagian dalam koperasi dan memiliki alat produksi”, ujar Benny.

Menurutnys, Presiden jokowi berusaha membangun negara sesuai sila ke 3 atau 5. Dewasa ini dapat dilihat perkembangannya di daerah terpencil sudah dibangun berbagai macam lumbung dan tempat makanan. “Pak Jokowi juga mendorong pancasila sebagai living ideologi dan working ideologi.bagaimana caranya mengatasi kemiskinan secara impowering yaitu dengan menjadikan ideologi marhaen mempunyai nilai tawar agar menjadikan masyarakat menjadi semakin paham dan mencintai pancasila.,” tegas Benny.

” Selain itu mendorong masyarakat untuk memiliki alat produksi, ke depan, produk masyarakat harus dijadikan prioritas dalam kebijakan.BPIP saat ini sudah membuat sistem ekonomi Pancasila yang akan dipresentasikan G20. Untuk menyongsong krisis global tahun depan, kita harus mempunyai ketahanan pangan.kedaulatan pangan  itu berarti kita harus mampu memproduksi makanan itu sendiri.nilai persatuan hanya terjadi jika ada titik temu yaitu musyawarah mufakat. Jika ini diaplikasi maka ke depanb akan dimunculkan dalam Peraturan daerah,” kata Benny.

“Faktor kesenjangan sosial ini mudah dijadikan tema untk membakar emosi bagi kaum radikal. Bagaimana ini mengatasinya? Ini berkaitan dengan konektifitas karena akses radikal mudah masuk ketika tradisi dimatikan.oleh karena itu seyogyanya budaya lokal harus dilestarikan, selain itu juga biasa diatasi dengan pembagian asset misal sertifikat untuk pemerataan kepemilikan,” katanya.

Menurutnya, G20 itu menjadi momen dalam forum antara negara maju dan berkembang. Saatnya kita membuat ide Sukarno mengenai trisakti diwujudkan di dunia baru untuk membuat keseimbangan. Siapa yang menguasai teknologi informasi maka akan menguasai dunia. Oleh karena itu,  mari adik GMNI utnuk menguasai bidang ini untuk mnciptakan tata dunia baru yang seimbang,” katanya.

Senada dengan itu Direktur deradikalisasi BNPT Prof Irfan idris menyatakan bahwa sesuai dengan hasil penelitian BNPT dengan sample penelitian sebanyak 22 orang dapat  disimpulkan kenapa orang menjadi  terorisme ada 3 hal yaitu  ( 1) keterbatasan pengetahuan (2) kemiskinan  (3) kekecewaan baik terhadap kebijakan negara maupun keadaan yang menimpanya.

“Seseorang di doktrin menjadi teroris ketika melihat kelemahan seseorang.tidak semua orang yang ditemui akan didoktrin.tetapi dilihat apakah kelemanhannya dapat disusupi faham radikalisme.Bibit intoleran sudah mengakar kuat di indonesia sejak dahulu kala dengan adanya Di Tii dan organisasi agama lain.yang paling banyak ada yaitu di jabar,banten dan lampung,” ujar  Irfan.

Menurut irfan, ketika ada narasi di medsos yang menggantikan negara kita menjadi khilafah,yang tidak mengakui keberagaman maka disitulah akar dari terorisme muncul.pelibatan pemberantasan terorisme melibatkan seluruh masyarakat indonesia.

“Bagaimana tugas GMNI sekarang?  Yaitu dengan mencerahkan pandangan masyarakat agar tidak mudah terdoktrin dan termanipulasi oleh narasi radikalisme,” katanya.

Menurutnya, terorisme hanya menggunaka agama sebagai alat utk mendapatkan massa sebagai  teroris.menurut ahli alat yang efektif utk menangkal teroris adalah melalui kearifan lokal.

Pegiat sosial Helvi Ariana Prakoso menyatakan, dirinya setuju bahwa   mengimplementasikan Pancasila. Harus bergotong royong saling membantu mengatasi kemiskinan dengan tindakan.

“Berbicara kemiskinan,hal itu akan selalu ada,apa yang harus kita lakukan ketika melihat situasi seperti itu dan pendekatan individual harus kita lakukan ketika kita mengadopsi suatu wilayah untuk pemberantasan kemiskinan,” katanya.

Menurutnya, semua harus dilakukan kolaborasi bersama antara pengusaha, akademis dan lain-lain. Harus membangun negara dari perbedaan yang ada menjadi satu kesamaan yang dapat menggerakan kita bersama-sama. Masyarakat membutuhkan jawaban dan pembuktian  untuk memberikan kepedulian terhadap mereka.

Sekretaris Dewan Pakar Persatuan alumni GMNI Indra Talman menyatakan Pancasila sudah hidup jauh hidup sebelum Majapahit dan merupakan keberlangsungan dalam plurarisme, pemberian istimewa dari tuhan untuk masyarakat Indonesia.

Menurutnya, mengakui Bung Karno sebagai penggali Pancasila merupakan salah satu bentuk menghargai Pancasila juga, yang harus dipahami dari Pancasila adalah nilai luhurnya. Pancasila, katanya, harus dibangun sesuai dengan landasan ideologinya yang anti penjajahan dan anti pertuanan.

“Setelah settle maka kita membuat sistem ekonomi berdikari.hal itu berarti  kita berani berdiri sendiri tetapi tidak melepas modal asing untuk produksi”, ujar Talman.(dd)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU