19 April 2026
HomeBeritaDelapan Diplomat Kemenlu RI Kawal The SEMERU Project, Bantu Petani Kopi

Delapan Diplomat Kemenlu RI Kawal The SEMERU Project, Bantu Petani Kopi

SHNet, Malang- Sebanyak  delapan orang diplomat yang tengah mengikuti Diklat Sesparlu-73 Kementerian Luar Negeri, berkomitemen mengawal The SEMERU Project (Supporting the Exposure of Malang Economic Resources and Universities).

The SEMERU Project yang dikawal oleh delapan orang diplomat ini menghubungkan asosisasi petani kopi Sridonoretno dengan Kopikalyan dan Trunk Coffee untuk membahas potensi kolaborasi pengembangan Kopi Dampit Robusta dan strategi untuk menembus pasar di Jepang.

Komitmen para diplomat itu terungkap  dalam diskusi yang juga  melibatkan Dubes Prayono, pegiat Diplomasi Kopi, dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, Pemerintah Kota Malang, dan difasilitasi Malang Creative Center, awal pekan ini

Dalam diskusi tersebut hadir  CEO Trunk Coffee, Yasou Suzuki, yang juga merupakan salah satu barista terkemuka dan influencer kopi di Jepang. Sebagai pecinta kopi, Yasuo Suzuki melihat variasi kopi di Indonesia yang dapat dikembangkan untuk pasar dunia termasuk Kopi Dampit. Kuncinya adalah cita rasa dan kualitas yang terjaga.

“Pasar di Jepang untuk fine Robusta sedang meningkat seiring dengan meningkatkan konsumsi fine robusta di Jepang. Apalagi orang Jepang punya kebiasaan minum 5-6 cangkir dalam sehari,” kata Yasuo.

Konsumsi kopi per kapitanya tergolong tinggi di dunia ungkap Kenny Tjahyadi, Country Director Kopikalyan Japan yang juga merupakan operator dari Indonesian House of Beans di Tokyo, Jepang.

Menurut Kenny Tjahyadi, Indonesia adalah pemasok kopi urutan keempat terbesar di Jepang, setelah Brazil, Vietnam, dan Colombia. Hal ini disampaikan saat diskusi dengan UMKM Petani Kopi khas Malang, Asosiasi Sridonoretno yang diselenggarakan oleh para Diplomat Diklat Sesparlu-73 Kementerian Luar Negeri yang tergabung dalam the SEMERU Project (Supporting the Exposure of Malang Economic Resources and Universities) pada awal pekan ini.

Potensi kopi yang sangat besar. Ada inisiatif 8 diplomat Kemenlu RI yang ingin membantu para petani kopi

Kopi Dampit

Kopi Dampit Robusta merupakan kopi khas area Dampit, Malang yang memiliki kekhasan aroma karamel dan coklat karena ditanam di tanah vulkanik pada ketinggian 900 meter.

UMKM Petani Kopi Dampit Sridonoretno tengah berupaya mengembangkan kapasitas produksinya agar Kopi Dampit dapat menjadi single origin seperti kopi unggulan Indonesia lainnya, Gayo dan Toraja.

Bahkan diharapkan Dampit Sridonoretno – yang merupakan akronim tiga desa penghasil kopi yaitu Srimulyo, Sukodono, dan Baturetno – dapat menjadi Indikasi Geografis tersendiri. Upaya ini memerlukan dukungan baik peningkatan kapasitas proses dan juga teknis pengembangan cita rasa khas yang sesuai dengan minat dan standar pasar internasional.  (sur)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU